Setiap tahap perkembangan pada anak adalah sebuah proses yang sangat penting dan tak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Apalagi saat a...
11 Cara Mengatasi Bayi yang Sering Mengucek Mata dan Hidung

11 Cara Mengatasi Bayi yang Sering Mengucek Mata dan Hidung

Bayi biasanya akan lebih sering mengucek-ngucek matanya menggaruk muka dan sebagainya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anda memasangkan bayi anda sarung tangan untuk menghindari adanya luka pada daerah muka bayi yang rawan terkena cakaran. Bagi anda para orang tua pasti penasaran kan apa saja yang menjadi penyebab bayi sering mengucek mata dan hidung serta bagaimana cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung agar bayi tidak terus menerus melakukannya.

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung serta apa penyebab dibalik itu semua. Penasaran kan bunda? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

bayi mengucek mata, cara mengatasi bayi sering mengucek mata, mata bayi, bayi, bayi bermata biru, bayi mengucek hidung

Alasan Bayi Sering Mengucek Mata dan Hidung
Bayi tidak serta merta mengucek mata atau hidungnya jika tanpa alasan. Seperti halnya orang dewasa yang merasa tidak nyaman akan sesuatu yang ada di mata atau hidungnya pasti akan mencoba untuk mengucek mata atau hidung anda kan? Begitu juga bayi, bayi juga kemungkinan besar merasa tidak nyaman mengenai sesuatu yang mungkin ada di salah satu anggota tubuhnya seperti mata dan hidung.

Mata dan hidung merupakan bagian tubuh yang rentan terkena bakteri dan iritasi akibat adanya virus. Biasanya bayi yang merasa tidak nyaman akan sering mengucek mata dan hidungnya. Bayi tidak akan bisa mengatakan sesuatu kepada anda sebagai orang tua, oleh karena itu anda sebagai orang tualah yang harus peka akan keadaan bayi anda.

Untuk mengetahui mengapa bayi anda sering mengucek mata, yuk simak alasan bayi sering mengucek mata dan hidung berikut ini.

Baca juga:
10 Penyebab Utama Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah 
9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh 
7 Cara Efektif Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas

1. Mengantuk
Alasan bayi mengucek mata yang pertama adalah karena buah hati anda merasa ngantuk. Hal ini merupakan alasan yang paling umum terjadi pada bayi anda yang sering mengucek mata. Bayi yang sering mengucek mata biasanya menandakan bahwa mereka sudah merasa lelah dan ingin sekali untuk cepat tidur.

Sama halnya seperti orang dewasa, si kecil tentunya juga akan respek jika ia merasa lelah pada otot disekitar mata mereka. Hal inilah yang menyebabkan bayi anda selalu mencoba menenangkan otot matanya yang kaku dengan cara menggosok matanya.

Cara mengatasi bayi mengucek mata yang satu ini dapat anda lakukan dengan cara segera menidurkan bayi anda jika anda merasa bayi anda sudah mengantuk. Cobalah untuk membuat jadwal tidur agar si kecil dapat tidur secara teratur, atau jika bayi tidak mau anda bisa mencoba untuk membaringkan bayi anda di kamarnya dan menemani bayi anda dengan memberikan selimut untuk tujuan menghilangkan rasa kantuknya.

2. Ada Sesuatu di Mata dan Hidungnya
Bayi yang sering mengucek mata juga dapat disebabkan karena ada benda asing yang ada di mata. Selain itu, bayi yang juga sering mengucek hidungnya juga demikian, ada benda yang membuat buah hati anda merasa tidak nyaman.

Mata dan hidung bayi masih rentan sekali terhadap debu atau benda-benda kecil yang berada di sekitarnya, misalnya seperti bulu mata dan bulu hidung, lender yang ada di mata dan juga lender hidung dan sebagainya.

Bayi yang sering mengucek mata dan hidungnya bisa jadi disebabkan karena mata dan hidung bati anda kemasukan debu yang menempel. Sehingga, untuk mengatasi masalah tersebut bayi akan cenderung untuk mengucek mata atau daerah disekitar mata.

Cara mengatasi bayi yang mengucek mata seperti ini dapat anda lakukan dengan segera mengeluarkan debu atau benda halus yang berada di dalam mata atau hidung bayi. Namun, pastikan dulu anda membersihkan tangan anda dan menjaganya agar tetap steril pada saat membersihkan sesuatu pada mata atau hidung buah hati anda.

3. Mata atau Hidugnya sedang Sakit atau Gatal
Mata atau hidung bayi sangat rentan sekali terkena infeksi, biasanya bayi yang terkena infeksi di daerah mata dan hidungnya akan sering mengucek matanya. Infeksi yang ada di mata atau hidung bayi dapat disebabkan karena debu atau kuman dan bakteri yang masuk ke dalam mata atau hidung.

Gejela infeksi yang ditimbulkan biasanya bermacam-macam, misalnya seperti bengkak, ruam, demam, gatal-gatal dan sebagainya yang dapat menyebabkan mata dan hidung bayi anda berwarna kemerahan.

Cara mengatasi bayi yang mengucek mata jika terjadi masalah yang seperti ini, anda dapat memeriksakan buah hati anda ke dokter spesialis anak yang terdekat agar mereka mendapatan penanganan yang cukup intensif.


4. Mata dan Hidung Kering
Penyebab bayi sering mengucek mata yang selanjutnya adalah bisa diakibatkan karena mata dan hidung buah hati anda yang kering. Mata kering dapat menimpa siapa saja tak terkecuali bayi anda, pada saat bayi anda terkena infeksi, biasanya bayi akan lebih sering untuk mengucek matanya. Hal ini juga bisa terjadi pada saat mata dan hidung bayi anda kering.

Mata kering biasanya disebabkan oleh kekurangan zat alami pelindung air mata dan juga terkenan udara yang berlebihan dan terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang relatif lama.

Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan mata si kecil menjadi gatal dan merah serta bayi anda akan mencoba mengucek matanya. Mengucek mata dalam kondisi seperti mampu memicu air mata untuk keluar sehingga hal tersebut dapat membasahi mata yang kering.

Itu dia beberapa alasana bayi sering mengucek mata ataupun hidungnya. Nah, selanjutnya kami akan membahas mengenai cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidungnya.

Tips Ampuh Mengatasi Bayi yang Mengucek Mata atau Hidung

1. Mengatur Suhu Ruangan Bayi
cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung yang pertama adalah pastikan anda mengatur suhu ruangan bayi agar tetap nyaman. Maksudnya adalah pastikan suhu ruangan pada bayi tidak terlal panas dan juga tidak terlalu dingin.

Suhu yang dingin akan menyebabkan bayi anda rentan terkena flu dan akan menyebabkan bayi anda lebih sering mengucek hidung. Bahkan, pada saat bayi merasa tidak nyaman di daerah hidungnya bayi biasanya juga akan mengucek matanya dan daerah di sekitar wajah. Oleh karena itu cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung yang efektif adalah dengan menjaga suhu ruangan bayi anda.

2. Hindari Dari Debu dan Kotoran
Hindari bayi anda kontak langsung dengan benda yang penuh dengan debu atau kotoran sebagai cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung. Seperti yang sudah kami jelaskan tadi debu dan kotoran dapat menyebabkan bayi anda alergi dan iritasi terutama pada bagian mata dan hidungnya.

3. Membersihkan Tangan Anak Lebih Sering
Pastikan anda menjaga kebersihan tangan bayi anda agar tetap terjaga, anda bisa membersihkannya dengan tisu basah yang non alkohol untuk membunuh kuman dan bakteri akibat tangan yang kotor. Hal ini dapat anda jadikan sebagai cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung yang disebabkan oleh bakteri penyebab iritasi.

4. Menggendong Bayi
Anda bisa menggendong bayi anda pada saat bayi anda sering  mengucek matanya. Dengan menggendong bayi anda, bayi akan merasa lebih nyaman jika berada di dalam dekapan anda dan juga bayi akan merasa terlindungi sehingga bayi akan lupa tentang kondisi mata atau hidungnya. Ini juga dapat anda coba sebagai cara mengatasi bayi yang mengucek mata.

5. Menyusui Bayi
Untuk mengalihkan perhatian bayi yang sering mengucek matanya anda juga bisa lakukan dengan cara menyusui bayi anda sambil memegangi tangannya. cara mengatasi bayi yang mengucek mata ini terbukrti efektif.

6. Memeriksa Mata dan Hidung Bayi
cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung yang selanjutnya adalah memeriksan mata atau hidung bayi anda mungkin terdapat benda asing di dalamnya.

7. Membersihkan Mata Bayi
Cara mengatasi bayi yang mengucek mata bayi yang selanjutnya adalah dengan membersihkannya. Apabila terdapat benda asing di mata bayi anda bisa membersihkan dengan menggunakan kain bersih atau bola kapas yang sudah dicelupkan ke dalam air dingin dan tekan mata bayi secara perlahan untuk membuang benda asing tersebut.

8. Membersihkan Hidung Bayi secara Rutin
Bersihkan hidung bayi secara rutin, bayi yang sering mengucek hidung dapat disebabkan karena hidung yang tersumbat akibat adanya upil.

9. Memberikan Kain Penutup atau Sarung Tangan Pada Bayi
Cara mengatasi bayi yang mengucek mata yang berikutnya adalah dengan cara memasangkan kain penutup atau sarung tangan pada bayi anda untuk menghindari tangan yang kotor.

10. Mengalihkan Perhatiannya
cara mengatasi bayi yang mengucek mata selanjutnya juga dapat anda lakukan dengan mengalihkan perhatiannya sambil lalu memegang lembut tangan mungil bayi anda.

11. Beri Mainan di Tangannya
Cara mengatasi bayi yang mengucek mata dengan mengalihkan perhatian yang selanjutnya adalah dengan cara memberikan mainan di tangannya. Namun, hal yag harus anda perhatikan adalah pastikan mainan yang bayi anda pegang sudah bersih dan higenis.

Itulah beberapa informasi mengenai cara mengatasi bayi yang mengucek mata dan hidung yang dapat anda coba di rumah. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
10 Penyebab Utama Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah

10 Penyebab Utama Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah

Mata merupakan salah satu panca indra yang sangat penting sekali. Kesehatan dan kebersihan mata harus selalu dijaga agar dikemudian hari tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan yang bisa mengganggu penglihatan. Apabila kesehatan mata kita tidak dijaga hal ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit yang bisa menyerang kesehtaan mata.

Orang dewasa pada umumnya sudah sadar akan kepentingan menjaga kebersihan dan kesehatan mata mereka masing – masing. Akan tetapi hal yang biasanya dikhawatirkan dan perlu mendapatkan perhatian lebih yaitu adalah pada usia balita.

mata bayi dikucek, bayi kucek mata, penyebab bayi kucek mata, mata bayi, bayi, mata bayi merah, mata bayi sering dikucek

Bahaya Bayi Sering Mengucek Mata hingga Merah
Pada usia balita mereka belum paham akan apa – apa yang berbahaya pada mata mereka, sehingga disini dibutuhkan kesadaran dan kepedulian orang tua untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mata sang buah hati.

Kebiasaan yang paling sering dilakukan pada saat bayi terhadap matanya adalah dengan mengucek- ucek matanya. Hal ini tentunya akna berbahaya pada kesehatan mata bayi anda apabila dibiarkan terus menerus. Oleh karena itu, sebagai orang tua anda harus mengerti arti dari tindakan anak anda apabila mereka sedang mengucek – ngucek mata mereka.

Ternyata banyak sekali alasa mengapa bayi sering mengucek – ngucek matanya. Bahasa tubuh bayi yang ini harus dipahami sekali oleh para orang tua. Bisa saja kebiasaan si kecil menggosok – gosok matanya ini merupakan salah satu pertanda bahwa di mata bayi tersebut telah terdapat masalah atau gangguan medis. Namun disisi lain, kebiasaan menggosok mata pada bayi juga memberikan arti lain yaitu salah satunya adalah bayi mencoba untuk melakukan penyesuaian terhadap gerak tubuh dan juga lingkungannya yang baru.

Baca juga:
11 Cara Mengatasi Bayi yang Sering Mengucek Mata dan Hidung 
7 Alasan Mengapa Bayi Suka Mengemut dan Menghisap Jarinya 
17 Penyebab Bayi Kuning dan Solusi Pengobatannya

Penyebab Bayi Sering Mengucek Matanya
Semua bayi pasti terlahir imut dan juga menggemaskan, sehingga hal ini menjadikna mereka sangat lucu bagi para orang dewasa. Kebiasaan bayi yaitu adalah kerap kali mengucek – ngucek matanya. Hal yang satu ini tentunya mempunyai arti yang berbeda – beda tergantung dari apa penyebabnya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai alasan – alasan bayi mengucek – ngucek matanya.

1. Mata bayi terkena alergi
Tak jarang alasan mengapa bayi sering mengucek matanya yaitu dikarenakan mata bayi terkena alergi. Salah satu penyebab alergi pada mata bayi ini tentunya bisa dipicu dari berbagai macam hal salah satunya yaitu karena makanan, debu, obat – obatan tertentu, perubahan cuaca dan lain – lain. Penyebab alergi pada bayi tentunya snagat berbeda – beda, oleh karena itu pengamatan orang tua sangat penting sekali untuk mengetahui penyebab anaknya sering mengucek – ngucek matanya.

Alergi sangat mudah sekali untuk diketahui gejalanya. Gejala yang biasanya timbul apabila mata anak terkena alergi yaitu adalah anak sering merngucek – ngucek matanya karena merasa gatal. Karena sering digosok – gosok matanya maka mata bayi akan memerah. Karena rasa gatal pada mata mereka tersebut biasanya bayi akan merengek dan mengalami susah tidur.

Hal yang bisa dilakukan oleh orang tua apabila sang buah hati mengalami alergi pada mata yaitu dengan cara:

? Mengompres mata bayi dengan menggunakan air dingin. Jangan biarkan bayi anda menggaruk – garuk bagian matanya karena hal ini akan memperparah alergi pada bayi

? Hal sederhana yang biasanya dapat dilakukan ibu apabila terjadi gangguan pada mata bayi yaitu dengan meneteskan ASI pada mata bayi agar zat asing (elergen) pada mata mengencer.

? Apabila alergi pada bayi anda semakin parah maka lebih baik segera periksakan bayi anda ke dokter.

2. Si kecil mengantuk
Salah satu penyebab lainnya apabila sang buah hati sering mengucek matanya adalah si kecil mulai mengantuk. Tidak selalu bayi yang mengucek matanya akan mengalami gangguan kesehatan pada matanya. Bahasa tubuh yang satu ini tentunya harus disadari oleh orang tua karena bayi belum bisa berbicara. Apabila bayi anda sering mengucek matanya dan sesekali diiringi dengan menguap itu artinya adalah bayi anda sedang mengantuk.

Alasan yang satu ini merupakan penyebab paling umum mengapa bayi sering sekali mengucek matanya. Sama halnya dengan orang dewasa saat mengantuk, untuk mengatasi ketegangan pada otot – otot matanya biasanya mereka akan mengucek matanya. Hal sederhana ini perlu dipelajari dan disadari sekali oleh para orang tua.

3. Penyesuaian diri terhadap lingkungan baru
Alasan lain mengapa anka sering mengucek – ngucek matanya yaitu adalah si kecil ingin membiaakan dirinya dengan lingkungan atau hal yang baru. Kebiasaan pada bayi untuk menyesuaikan dirinya pada lingkungan yang baru yaitu dengan menggerak – gerakkan sebagian tubuhnuya seperti mengayunkan tangannya dan juga mengucek – ngucek matanya.


4. Bayi terkena belekan
Selain karena disebabkan oleh alergi, gangguan kesehatan yang biasanya menyerang bayi yaitu adalah belekan. Belekan tentunya juga disebbakan oleh berbagai macam faktor dan bahkan juga karena bayi terpapar langusng dengan penderita belek sehingga bayi anda terkena belekan. Penyakit belekan sangat mudah sekali penularannya, oleh karena itu apabila ada anggota keluarga yang terkena belekan sebaiknya dijauhkan dari bayi anda.

5. Ada sesuatu di mata bayi
Penyebab lainnya mengapa bayi sering mengucek – ngucek matanya yaitu karena terdapat benda asing di mata bayi anda sehingga hal ini mengganggu mereka. Karena mata bayi sangat rentan sekali mengucek – ngucek matanya saat terkena benda asing seperti lendir ataupun bulu mata mereka sendiri.

Apabila si kecil mengucek matanya dan terdapat sesuatu di sekitar area mata si kecil, maka segeralah untuk membersihkan mata bayi anda sebelum mereka melukai mata mereka sendiri.

6. Bayi mengalami mata kering
Mata kering bisa menimpa siapa saja tanpa memandang usia, baik itu terjadi pada orang tua maupun anak  anak dan bahkan pada bayi. Kekeringan pada mata biasanya disebabkan oleh kurangnya zat alami pelindung air mata, sehingga hal ini akan mengganggu sekali pada mata. Karena kekuarangan zat alami pelindung mata tersebut maka bayi akan secara reflek mengucek – ngucek matanya untuk menghasilkan air mata agar dapat membasahi matanya.

7. Infeksi
Gangguan kesehatan lainnya yang terjadi pada bayi apabila mereka sering mengucek – ngucek matanya yaitu adalah bayi mengalami infeksi pada matanya. Infeksi pada mata anak ini biasanya disebabkan karena mereka terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini akan membuat mata memerah dan juga mengeluarkan nanah beserta kotoran mata.

Hal ini yang menyebbakan mata bayi anda gatal sehingga mereka mengucek matanya. Apabila bayi anda mengalami infeksi segeralah bawa bayi anda ke dokter agar segera mendapatkan perawatan.

8. Mata bayi terkena iritasi
Hal lain yang menyebabkan bayi mengucek matanya yaitu adalah karena mata bayi terkena iritasi. Hal ini biasanya disebabkan karena debu, benda – benda asing, maupun hal – hal lain yang bisa menimbulkan iritasi. Untuk menjaga kesehtan mata bayi anda maka sebaiknya anda membawa bayi anda ke dokter agar tidak terjadi masalah yang lebih serius.

9. Ada Sesuatu Dimata Bayi
penyebab mata bayi sering dikucek yang selanjutnya adalah karena ada suatu hal yang mengganjal pada mata bayi anda yang dapat membuat bayi anda merasa tidak nyaman sehingga kemungkinan mata bayi sering dikucek.

10. Rasa Gatal dan Tidak Nyaman
Penyebab mata bayi sering dikucek berikutnya adalah bayi sering mengucek matanya karena ia merasa tidak nyaman dan ada suatu hal yang dapat membuat mata bayi menjadi gatal. Hal ini biasanya akan direspon secara reflek oleh bayi dengan mengucek matanya.

Berikut tadi merupakan alasan – alasan mengapa bayi mengucek matanya. Oleh karena itu sangat penting bagi bunda untuk mengerti bahasa tubuh bayi yang satu ini.

Cara Menangani Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah
Apabila bayi anda memiliki kebiasaan sering mengucek matanya, anda bisa melakuan hal berikut ini untuk menanganinya.

1. Coba Tutupi Kedua Tangannya
Mata bayi sering dikucek dapat membuat mata bayi menjadi merah, untuk mengatasi masalah tersebut anda dapat menutupi kedua tangan bayi anda agar bayi tidak biasa mengucek matanya.

Anda bisa memakaikan bayi anda sarung tangan, hal ini akan melindunginya pada saat bayi anda mengucek mata.

2. Memegang Tangan Si Kecil
Pastikan anda membuat bayi anda tidak sering mengucek matanya. Mata bayi sering dikucek juga dapat memperparah keadaan mata bayi yang sudah terkena iritasi atau alergi akibat kuman.

Oleh karena itu, anda bisa memegang tangan bayi anda agar tidak mengucek matanya atau anda bisa mengalihkan perhatian bayi anda.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab mata bayi sering dikucek dan cara penanganannya. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh

9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh

Biang keringat adalah masalah kulit yang mungkin paling sering dialami oleh semua kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa. Namun biang keringat lebih sering dan mudah terjadi pada bayi. Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak lebih rentan terkena biang keringat. Hal itu karena pori-pori kulit yang dimiliki masih kecil serta kelenjar dan saluran keluar keringat belum sepenuhnya berkembang.

Faktor Penyebab Biang Keringat Bayi
Biang keringat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah biang keringat bisa terjadi saat kulit bayi mengeluarkan keringat namun pori-pori kulit yang mengeluarkan keringat dari dalam tubuh malah tersumbat. Hal ini menyebabkan keringat tidak bisa keluar dan membuat pori-pori kulit mengalami pembengkakan. Selain itu, biang keringat juga bisa diakibatkan oleh cuaca yang lembap dan panas atau jika si Buah Hati demam.

cara menghilangkan biang keringat bayi, biang keringat bayi, biang keringat, bayi keringat, bayi, tips menghilangkan biang keringat, biang keringat di leher bayi

Biang keringat ditandai dengan adanya bintik-bintik kecil berwarna merah akan muncul pada kulit bayi. Kemunculan biang keringat ini didampingi rasa gatal dan panas sensasi kesemutan, dan tusukan yang sangat mengganggu.

Tak heran jika bayi menjadi gelisah dan rewel saat menderita biang keringat. Biang keringat sering muncul pada bagian wajah, punggung bayi, perut, lipatan kulit, dada bagian atas, leher, kaki, daerah popok, selangkangan, atau ketiak. Bahkan biang keringat bisa ditemukan pada kepala.

Cara Menghilangkan Biang Keringat Bayi Secara Efektif dan Cepat
Masalah kulit yang satu ini memang bukan merupakan masalah yang bisa menimbulkan risiko fatal, namun jika ia dibiarkan begitu saja tanpa perawatan dan tidak segera diatasi, maka bayi Anda tentu akan terus rewel karena tersiksa oleh rasa gatal yang teramat sangat. Untuk mengatasi masalah biang keringat ini, bunda perlu tahu cara menghilangkan keringat bayi. Berikut adalah cara menghilangkan biang keringat bayi.

Baca juga:
10 Penyebab Utama Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah 
11 Cara Mengatasi Bayi yang Sering Mengucek Mata dan Hidung 
Bayi Cegukan Bolehkan Disusui? Ibu Perlu Tahu Hal Ini

1. Hilangkan Sumber Panas dan Lembab
Jika bayi sedang tersiksa karena menderita biang keringat, salah satu cara menghilangkan keringat bayi yang harus dilakukan adalah menjauhkan bayi dari sumber panas dan lembab.

Dalam mengatasi biang keringat, suhu ruangan harus sejuk dan tidak lembab apalagi panas, sehingga bayi tidak akan gerah dan berkeringat, serta kulit akan terbuka pori-porinya. Anda bisa memasang kipas angina apabila cuaca memang sedang panas. Namun pastikan kipas anda tidak menghadap ke bayi anda secara langsung karena hal ini hanya dilakukan agar sirkulasi udara pada ruangan menjadi lancar.

Hal terpenting yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya biang keringat adalah dengan menjaga suhu lingkungan pada saat bayi anda berada.

2. Menjaga kulit bayi tetap dingin
Usahakan menjaga kulit si Kecil yang terjangkit biang keringat tetap dingin menggunakan kain basah dingin sebagai cara menghilangkan biang keringat bayi. Atau, bisa juga bayi anda dimandikan. Setelah dibasahi dan didinginkan, jangan keringkan bayi dengan handuk atau lap kering.

Hal ini akan membuat kulit bayi bisa iritasi yang berakibat pada gatal-gatal. Kulit bayi juga akan menjadi kering, dan biang keringat susah teratasi. Lebih baik diamkan saja terkena angin hingga kering dengan sendirinya.

Anda bisa menerapkan cara menghilangkan biang keringat bayi ini dengan cara sebagai berikut:
▪ Gunakan lap basah dingin ini pada permukaan kulit buah hati anda yang terkena biang keringat dengan cara diusapkan secara perlahan-lahan.

▪ Anda juga bisa memakai es batu yang dibungkus kain. Namun dalam pengaplikasiannya harus hati-hati.

▪ Jangan gunakan lap yang terlalu dingin agar bayi tidak akan kaget dan membuat perawatan biang keringat akan menjadi sulit.

3. Gunakan Lotion Dan Krim Hanya Bila Diperlukan Saja
Sebisa mungkin anda hindari penggunaan salep atau krim untuk dioleskan pada kulit bayi yang mengalami biang keringat. Ini hanya akan memperparah biang keringat, sebab salep dan krim dapat memerangkap kelembaban pada kulit.

Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan krim hidrokortison (0,5%) atas anjuran dari dokter jika biang keringat bayi sudah parah dan tak kunjung sembuh. Para ibu disarankan untuk tidak menggunakan salep dan lotion jenis lainnya karena dapat membuat ruam menjadi parah.Jika si Kecil menangis ketika Bunda menyentuh kulitnya, oleskan lotion calamine  pada kulitnya. Hati-hati saat mengoleskan lotion pada bayi, jangan sampai terkena area kulit di dekat mata si Kecil. Untuk menerapakn cara ini, pastikan dulu anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dengan menyampaikan keluhan atau masalah yang ada pada bayi anda.


4. Gunakan Oatmeal
Oatmeal juga bisa bunda manfaatkan sebagai cara menghilangkan biang keringat bayi. Selain biasanya digunakan sebagai bahan makanan. Oatmeal yang terbuat dari gandum ini ternyata memiliki manfaat luar biasa lainnya.

Oat memiliki kandungan anti-peradangan yang dapat membuat kulit menjadi halus dan mulus. Hal ini membuat oat dapat membuat peradangan pada kulit akan cepat berkurang dan rasa gatal akan hilang sepenuhnya jika diaplikasikan pada biang keringat,.

Untuk memanfaatkan oatmeal sebagai cara menghilangkan biang keringat bayi, anda tinggal mencampurkan oatmeal dengan air hangat hingga mempunyai tekstur seperti pasta. Kemudian oleskan pada kulit yang ditumbuhi biang keringat.

Jika anda merasa cara ini belum cukup, anda bisa memandikan bayi anda dengan cairan oatmeal ini. Pastikan anda melakukannya secara rutin agar bayi anda yang menderita biang keringat dapat beristirahat dengan tenang dan lebih ceria lagi.

5. Pilihkan Bayi Pakaian Yang Tepat
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa keringat merupakan salah satu penyebab munculnya biang keringat. Mengenakan pakaian yang berlapis-lapis akan membuat bayi gerah dan berkeringat, dan berujung pada biang keringat.

Oleh sebab itu, singkirkan lapisan pakaian yang berlebih untuk si kecil. Pilihkan baju yang longgar dan nyaman agar kulitnya bisa bernapas lega dan biang keringat tidak menyebar ke daerah kulit yang lain.

Pilihkan bayi pakaian yang tepat, terutama jika cuaca sedang panas. Hindari memilihkan pakaian dari kain sintetis, seperti nilon dan polyester untuk bayi, karena akan memerangkap panas. Sebaiknya pilihkan bayi pakaian yang berbahan katun yang dapat menyerap keringat. Pilih juga pakaian yang tipis dan ringan untuk bayi.

Untuk bahan pakaian yang kami rekomendasikan agar bayi anda merasa nyaman dan tidak terkena biang keringat, pastikan bayi anda menggunakan baju atau pakaian yang berbahan dasar katun 100% karena bahan kain jenis ini dapat menyerap keringat secara maksimal.

6. Menggunakan Kacang Hijau
Cara menghilangkan biang keringat bayi juga dapat dilakukan menggunakan kacang hijau. Caranya mudah, anda tinggal menumbk 1 ons kacang hijau hingga halus, lalu seduh dengan air panas. Sebelum diminumkan pada bayi, dinginkan dulu sejenak. Minumkan pada bayi Anda setiap 3 kali sehari.

7. Menggunakan Buah Timun
Mendinginkan kulit yang menderita biang keringat juga merupakan cara menghilangkan biang keringat bayi. Cara ini bisa efektif untuk meredakan tangisan bayi yang disebabkan oleh rasa panas dan gatal dari biang keringat yang sangat mengganggu.

Anda bisa memanfaatkan buah timun yang sudah dihaluskan lalu dibalurkan ke seluruh kulit bayi yang terkena biang keringat. Biarkan selama 5 menit agar airnya meresap, lalu bersihkan. Dengan cara ini bisa memberikan sensasi dingin dan sebagai cara menghilangkan biang keringat pada bayi.

8. Menggunakan Lidah Buaya
Anda juga dapat memanfaatkan lidah buaya sebagai bahan pendingin biang keringat selain mentimun. Lidah buaya memiliki sifat antiinflamasi sehingga dapat mengatasi biang keringat bayi yang meradang.

Cara pemanfaatannya juga sederhana, yaitu dengan membalurkan gel yang ada pada daging lidah buaya ke bagian kulit yang ditumbuhi biang keringat secara merata, biarkan 20 menit, lalu mandikan bayi dengan air dingin. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan cara ini minimal 2 kali sehari selama seminggu.

9. Menggunakan Minyak Telon atau VCO
Cara menghilangkan biang keringat bayi juga dapat dilakukan dengan mengoleskan minyak telon atau minyak VCO. oleskan minyak ke kulit yang ditumbuhi biang keringat setiap kali habis mandi hingga. Akan lebih baik jika jenis minyak yang digunakan adalah minyak telon yang mengandung minyak kelapa tinggi (60%).

 Meskipun biang keringat bukan penyakit yang fatal, namun kehadirannya dapat mengganggu kenyamanan dan aktifitas bayi. Jika bayi anda menderita biang keringat, maka segera cari cara menghilangkan biang keringat bayi agar tidak semakin parah dan bayi dapat kembali ceria. Demikian beberapa cara menghilangkan biang keringat bayi. Semoga bermanfaat!
Baca selengkapnya »
7 Cara Efektif Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas

7 Cara Efektif Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas

Pada awal kelahirannya, kulit bayi akan sangat sensitif dan rentan terhadap gangguan-gangguan kulit manapun. Hal ini karena lapisan kulit pada bayi belum sempurna. Dibutuhkan waktu kurang lebih selama satu tahun hingga kulit epidermisnya berkembang, dan juga berfungsi dengan baik. Kulit bayi, terutama yang baru lahir, masih sangat tipis, mempunyai pigmen yang lebih sedikit, ikatan antara sel-selnya sangat lemah dan juga tidak bisa mengatur suhu tubuh seperti pada orang dewasa.

Hal tersebut membuat kulit bayi sering dan mudah mengalami iritasi yang membuat kulit leher bayi merah. Penyebab kulit leher bayi menjadi merah sendiri pun bermacam-macam. Penyebab utama terjadinya ruam bayi di leher adalah kondisi iklim yang lembab dan panas, sehingga memicu terjadinya keringat yang berlebihan pada tubuh. Penumpukan keringat dalam waktu lama membuat iritasi di lipatan leher bayi dan akan menjadi tempat berkembang biak jamur. Leher bayi yang terlalu gemuk juga dapat menyebabkan iritasi dan ruam pada kulit leher bayi.

cara mengobati ruam kulit leher bayi, ruam kulit, ruam kulit bayi, bayi, obat ruam kulit bayi, ruam di leher bayi

Ciri-Ciri Bayi Terkena Ruam Kulit
Gejala kulit bayi anda sedang terkena ruam adalah sebagai berikut:
• Kemunculan ruam biasanya berkelompok;
• Ruam akan berwarna merah terkadang sedikit bernanah;
• Ruam menimbulkan rasa panas, perih dan gatal yang pastinya membuat bayi Anda merasa tidak nyaman;
• Selain itu, ruam juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak segera diatasi;
• Ruam akan pecah jika digaruk, cairan dari ruam yang pecah tersebutlah yang membuat ruam menyebar ke bagian tubuh bayi lainnya.

Leher merupakan daerah yang rawan terkena ruam. Hal ini disebabkan leher sangat mudah terkena biang keringat, karena kepadatan kelenjar keringat di leher lebih tinggi dibandingkan pada daerah kulit lainnya.

Memiliki bayi yang sedang mengalami masalah dengan ruam / bintik-bintik tentunya membuat para orang tua merasa cemas dan turut merasakan ketidak nyamanannya. Tentu anda ingin bayi anda segera sembuh dan bisa kembali ceria lagi. Karena itu anda perlu mencari cara mengobati ruam kulit di leher bayi hingga tuntas.

Baca juga:
9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh 
10 Penyebab Utama Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah 
11 Cara Mengatasi Bayi yang Sering Mengucek Mata dan Hidung 

Cara Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas
Berikut ini adalah 7 cara mengobati ruam kulit di leher bayi hingga tuntas

1. Tetap Jaga Kondisi Suhu Tubuh Bayi
Para ibu perlu menjaga kondisi suhu tubuh buah hati anda agar kulit bayi anda tetap dingin agar. Usahakan anda menghindarkan bayi anda dari panas berlebihan serta tempat yang lembab.  Jaga buah hati anda agar tidak berkeringat berlebihan, mengingat salah satu penyebab utama ruam pada leher adalah keringat. Jika bayi anda mengeluarkan keringat yang berlebihan, maka segera bersihkan leher buah hati anda dan jangan lupa untuk membersihkan daerah lipatan lehernya juga.

Anda juga harus pandai-pandai dalam menjaga keadaan dan suhu ruang agar tetap sejuk. Hal ini perlu dilakukan agar kulit bayi tidak menjadi merah karena iritasi yang disebabkan udara yang panas. Udara yang  panas akan membuat bayi gerah dan berkeringat terus. Cara mengobati ruam kulit di leher bayi ini sangat sederhana namun sangat penting untuk anda lakukan demi buah hati anda.

2. Kompres Dengan Es Batu Atau Air Dingin
Salah satu cara mengobati ruam kulit di leher bayi anda dengan pengobatan alternatif yaitu dengan mengkompres  es batu atau air dingin. Hal ini ampuh untuk mengatasi ruam merah di leher bayi anda. Namun perlu anda ingat, jangan menggunakan kompresan ini terlalu sering dan berlebihan pada buah hati Anda untuk mencegah mereka agar tidak mudah terserang flu.

Anda bisa melakukannya dengan cara merendam kain atau waslap yang bersih dengan air es atau es batu balok. Setelah itu, letakkan kain yang sudah direndam di air es tersebut ke leher yang terkena ruam. Biarkan hingga mongering. Namun, untuk melakukan cara ini pastikan anda melakukannya pada saat siang hari.

3. Gunakan Lotion yang Mengandung Calamine dan Hindari Penggunaan Lotion Antiseptic
Salah satu cara mengobati ruam kulit di leher bayi adalah dengan menghindari penggunaan lotion antiseptic, karena penggunaan lotion anticeptic hanya akan memperparah ruam pada leher bayi Anda.

Cara yang lebih baik adalah sebaiknya anda menggunakan lotion yang mengandung calamine karena dapat mengurangi rasa gatal yang disebabkan oleh ruam. Lotion yang mengandung calamine sangat mudah untuk didapatkan, anda bisa membelinya langsung di apotek.

Lotion yang mengandung calamine akan dapat membuat ruam yang ada pada leher bayi anda cepat kering dan meredakan rasa panas dan gatal yang dapat membuat bayi anda merasa tidak nyaman.

4. Gunakan Bedak Dingin Setelah Mandi
Penggunaan bedak dingin pada bayi terutama di leher setelah mandi, merupakan cara yang tepat dan sederhana untuk mengurangi rasa panas, perih dan gatal pada kulit leher yang terkena ruam.

Cara ini merupakan cara mengobati ruam kulit di leher bayi yang sangat sederhana namun efektif untuk membebaskan buah hati anda dari ruam. Jadi, pastikan anda menggunakan bedak khusus untuk ruam yang dapat membuat sensasi dingin pada kulit leher bayi anda yang sedang terkena ruam.


5. Menggunakan Sabun Khusus Bayi
Menggunakan sabun khusus bayi ini sangat penting dilakukan. Hal tersebut dikarenakan sabun khusus bayi memang diciptakan khusus menyesuaikan kulit bayi yang masih sensitif, tidak menyebabkan kulit leher merah dan lebih lembut.

Para ibu dianjurkan untuk tidak sekali-kali mencoba menggunakan sabun wangi dan mewah tanpa memperhatikan kandungan dalam sabun serta melihat efek sampingnya pada kulit bayi. Sebaiknya anda menggunakan sponge bayi karena ini lebih lembut untuk kulit bayi sehingga lebih baik daripada menggunakan handuk.

Selain itu, para ibu disarankan menggunakan sponge bayi yang kering dan hangat untuk mengelap leher bayi untuk mecegah timbulnya kemerahan pada kulit leher bayi. Fungsi dari sponge sendiri yaitu untuk menyerap air yang ada di leher bayi secara maksimal agar nantinya tidak menimbulkan ruam leher kembali.

6. Mengeringkan Tubuh Bayi Secara Menyeluruh
Cara mengobati ruam kulit di leher bayi yang penting untuk dilakukan oleh para ibu adalah mengeringkan tubuh bayi setelah bayi mandi. Pengeringan ini dilakukan setelah mencuci dan membersihkan kulit leher bayi dari keringat dan kotoran yang menempel secara menyeluruh.

Kondisi kulit leher bayi yang lembab atau basah membuat kulit leher bayi anda menjadi rentan dan mudah teritasi dan menjadi penyebab munculnya ruam. Alangkah lebih baiknya jika para ibu mengeringkan bagian leher, ketiak dan lainnya secara menyeluruh hingga benar-benar kering, setiap bayi anda selesai dimandikan.

7. Memilih Pakaian yang Tepat untuk Bayi
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selain mencari cara mengobati ruam kulit di leher bayi, ada baiknya Anda juga melakukan pencegahan terlebih dahulu agar iritasi pada leher bayi tidak terlalu parah atau menjadi semakin parah. Para ibu dianjurkan memilih pakaian yang tepat untuk bayi, yaitu pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan yang adem untuk bayi agar mudah menyerap keringat sang bayi.

Bahan pakaian yang tidak tepat bisa menyebabkan iritasi dan membuat kulit leher bayi merah. Bila perlu, gantilah pakaian bayi minimal setiap 6 jam, atau anda bisa mengganti pakaian bayi jangan sampai keringat berlebihan muncul. Usahakan bayi anda mengenakan kain yang berbahan katun 100% agar dapat menyerap keringat.

Ruam di leher bayi akan menjauh dari buah hati anda, jika Anda selalu menjaga kebersihan si kecil. Pastikan anda selalu membersihkan leher bayi dan jangan sampai melewatkan area lipatan-lipatannya, agar bayi anda terhindar dari ruam merah atau biang keringat.

Jika kondisi ruam cukup parah dan tidak kunjung membaik atau sembuh dengan cara mengobati ruam kulit di leher bayi di atas, maka ada baiknya segera membawa si kecil ke dokter ahli kepercayaan anda untuk agar bayi anda mendapatkan penanganan medis yang tepat. Berikan buah hati anda obat yang dianjurkan oleh dokter atau krim sesuai anjuran dokter.

Sekian cara mengobati ruam kulit di leher bayi anda, semoga dapat bermanfaat untuk membebaskan buah hati tercinta anda dari ruam yang mengganggu.
Baca selengkapnya »
7 Alasan Mengapa Bayi Suka Mengemut dan Menghisap Jarinya

7 Alasan Mengapa Bayi Suka Mengemut dan Menghisap Jarinya

Mengapa bayi suka menghisap jari? Jangan hawatir, karena setiap bayi pasti akan mengisap jari. Terlebih pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan mengisap jari acap kali dilakukan. Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang wajar dan pada saat bayi melalakukannya maka menunjukkan si bayi dalam keadaan sehat dan normal.

Hal ini karena refleks isap memang sudah seharusnya dimiliki bayi sejak lahir. Itulah mengapa, bila bayi mau menyusu, puting susu ibu tak perlu dipaksa dimasukkan ke mulut bayi. Anda hanya cukup menggeserkan pipinya ke arah puting, maka bayi biasanya akan mencarinya sendiri.

bayi suka mengemut jari, bayi menghisap jari, bayi, alasan bayi ngemut jari, jari bayi

Fungsi Bayi Suka Menghisap Jari
Sebetulnya, semua bayi suka menghisap jari. Aktivitas ini termasuk kesenangan utama bagi mereka. Mengisap jari timbul karena dorongan alamiah yang kuat dari dalam diri bayi yang baru lahir, bahkan sejak mereka dalam kandungan. Mulut, bagi seorang bayi, adalah organ penting, yang fungsinya tidak hanya untuk makan, tapi juga untuk mengeksplorasi, dan bersenang-senang. Bayi berada dalam periode oral tersebut sampai usia 1,5 tahun. Pada fase inilah bayi sering melakukan aktivitas menghisap jari.

Bahaya Melarang Bayi Menghisap Jarinya
Melarang bayi menghisap jari pada usia 0  hingga 18 bulan akan berisiko terhadap kematangan kepribadian anak jika dewasa kelak. Bayi suka menghisap jari ini menjadi salah satu tahapan pemenuhan perkembangan psikologis pada manusia.Yakni  pemuasan pada fase "oral" (oral: mulut dan bibir, lidah, langit-langit dan sekitar rongga mulut).

Baca juga:
7 Cara Efektif Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas 
9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh 
10 Penyebab Utama Mata Bayi Sering Dikucek hingga Merah

Dalam teori psikologi disebutkan bahwa dorongan untuk melakukan hisapan ini ada dua yakn sebagai berikut:

1. Libido
Libido merupakan dorongan seksual pada anak yang berbeda dengan orang dewasa yang merupakan dorongan primer yang merupakan sumber energi ego dalam pengalaman awal bayi terhadap lingkungan di luar rahim ibunya.

2. Dorongan Agresif
Bayi yang memiliki dorongan agresif akan terlihat pada upaya menggigit, mengunyah, meludah dan menangis. Menurut hasil penelitian teori psikoseksual-psikoanalisa, jika  seseorang gagal (tidak puas) dalam fase oral saat bayi menghisap jarinya maka, kelak saat bayi anda tumbuh dewasa ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak matang, bicaranya ketus, mudah memaki dan bertindak kasar, alkoholisme, menggigit kuku, dan berkepribadian suka menuntut.

Bayi  baru lahir berada dalam tahap awal pengalaman menyalurkan insting primitifnya yakni pemuasan oral (oral gratification) dengan melakukan hisapan dan belum menyadari hubungan pemenuhan kebutuhan makanan (rasa lapar dan haus) dengan aktivitasnya melakukan hisapan mulut dan keluarnya ASI. Lambat laun pengalaman menghisap ini membuat bayi menyimpan memori pertama dalam kehidupannya bahwa dengan menghisap ASI pada payudara ibunya ia akan merasa kenyang, nyaman, kebutuhan rasa aman dan kasih sayang terpenuhi.

Bila anak sudah tumbuh gigi permanen atau usia 4 tahun anak masih mengemut jari, ibu bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Untuk membantu menghilangkan kebiasaan menghisap jari atau benda - benda di usia lebih dari 2 tahun ibu bisa menggantikan dengan memberi kesempatan anak memegang jenis makanan berupa potongan buah-buahan segar dan memperpanjang waktu pemberian makan. Perhatikan agar bayi  tidak memasukkan benda - benda berbahaya ke dalam mulut untuk dihisap.

Alasan Bayi Suka Menghisap Jari
1. Mendapatkan Rasa Ketenangan
Menurut beberapa ahli salah satu manfaat kepada bayi melakukan aktivitas menghisap jari adalah untuk memberikan rasa aman, nyaman dan ketenangan. Oleh karena itu mengapa bayi suka menghisap jari, selain itu dengan menghisap jari akan menurunkan frekuensi menangis dari sang bayi karena memberikan rasa ketenangan.

ketika anak semakin besar dan sudah tidak dalam tahap oral lagi, maka mengisap jari menjadi jalan untuk mendapatkan kenyamanan. Ketika anak merasa tidak nyaman, lelah, mengantuk, merasa kesepian, atau tidak aman, kegiatan mengisap jari bisa dijadikan cara ternyaman untuk mendapatkan kenyamanan.

2. Meningkatkan berat badan
Salah satu manfaat bayi suka menghisap jari adalah untuk meningkatkan berat badan terutama untuk bayi yang terlahir prematur.

3. Penyesuaian dengan dunia luar
Kebiasaan bayi suka menghisap jari sudah berasal saat bayi dalam kandungan, janin sebenarnya sudah mulai" berlatih" menghisap jari. Refleks alami ini sudah ada sejak janin memasuki usia 4 bulan dalam rahim. Hal tersebut bisa dilihat pada waktu dilakukan pemeriksaan USG, kadang terlihat bayi sedang " ngemut jari".

Latihan menghisap jari pada janin ini dilanjutkan pada saat bayi lahir dan menyusui. Bayi akan berusah untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasana oral dengan cara menghisap ASI dan melakukan kontak mulut dengan puting payudara ibu.

4. Membentuk kepribadian
Bayi menghisap jari merupakan hal yang wajar dilakukan, karena mereka harus melalui fase oral yang merupakan fase perkembangan dalam diri mereka. Apabila bayi gagal dalam menjalani fase oral, maka ketika dewasa dia akan menjadi kepribadian yang temperamental.

Menurut penelitian yang pernah dilakukan bayi suka menghisap jari secara tidak langsung dapat membentuk kepribadian buah hati anda di masa depan. Bayi yang suka menghisap jarinya cenderung memiliki sikap yang baik dan ramah dibandingkan dengan bayi yang anda larang untuk tidak menghisap jarinya.


5. Memberi Tanda Bahwa Dia Lapar
Salah satu kebiasaan yang dilakukan bayi apabila mereka sedang lapar adalah dengan menghisap jari mereka. Hal tersebut mereka lakukan untuk memberi sinyal bahwa mereka lagi lapar dan ingin meminum ASI dari sang ibu.

Bayi suka menghisap jari bisa disebabkan karena bayi anda merasa lapar dan hal tesebut dapat anda jadikan sebagai tanda bahwa bayi anda sedang lapar. Bayi yang sedang merasa lapar biasanya kaan cenderung mencari benda yang dapat dimasukkan ke dalam mulutnya.

6. Mengenal Bagian Mulut
Perilaku bayi suka menghisap jari merupakan salah satu cara untuk mengenal bagian mulut. Mulut selain berfungsi untuk makan, juga bisa menjadi alat bagi bayi untuk bereksplorasi. Tindakan memasukan jari ke mulut merupakan stimulus yang diperlukan. Menghisap jari akan membantu bayi belajar mengenal bagian mulut dan tangan serta melatih kemampuan koordinasi tangan dan mata mereka.

Oleh karena itu, biarkan saja bayi anda melakukan aktivitas menghisap jari karena secara tidak langsung hal ini akan membuat bayi anda tahu dan mengenal bagian mulutnya. Namun, pastikan terlebih dahulu tangan bayi anda berada dalam keadaan yang bersih sehingga dapat menghindari adanya bakteri atau virus yang masuk.

7. Menekan refleks muntah
Salah satu hal yang dilakukan kenapa bayi suka menghisap jari adalah untuk menekan refleks muntah pada dirinya. Muntah merupakan suatu hal yang wajar terjadi pada bayi. Pada saat bayi berumur 0-6 bulan bayi biasanya akan sering merasa mual dan muntah setelah mengkonsumsi ASI.

Bayi suka menghisap jarinya karena alasan ia ingin menekan refleks agar tidak muntah, hal ini menjadi cara tersendiri bagi bayi anda untuk mencegah terjadinya muntah pada bayi.

Cara Menghentikan Bayi Suka Menghisap Jarinya
Menghisap jari memang merupakan suatu kegiatan yang wajar untuk dilakukan oleh bayi anda. Namun, bayi yang sudah tumbuh besar dan masih tetap menghisap jarinya merupakan masalah baru yang harus anda tangani. Nah untuk menghentikan bayi suka menghisap jarinya pada saat mulai tumbuh adalah sebagai berikut.

1. Batasi Waktu Anak untuk Menghisap Jarinya
Untuk dapat meghentikan anak yang suka menghisap jari, anda bisa mengurangi kegiatan tersebut degan memberinya batasan waktu. Misalnya saja, anda hanya memperbolehkan anak untuk menghisap jarinya pada saat ia akan pergi tidur dan sebagainya.

2. Berikan Pengertian Pada Anak
Anak yang sudah tumbuh besar pasti akan mengerti jika anda memberikan penjelasan atau pengertian kepadanya. Berikan mereka pengerti akan bahaya menghisap jari dan jangan lakukan cara menghentikan menghisap jari dengan cara yang kasar.

Memberikan penegrtian kepada anak secara lebih lembut dapat membuat anak menjadi lebih patuh terhadap perintah yang kita suruh.

3. Komunikasikan Bahaya Menghisap Jari pada Anak

4. Ingatkan anak Bahwa Kebiasaan tersebut merupakan hal yang tidak Sopan

5. Cobalah Cara Kreatif Lainnya

Itulah informasi mengenai beberapa penjelasan mengapa bayi suka menghisap jarinya. Oleh karena itu sebagai orangtua kita tidak perlu hawatir karena hal tersebut adalah kondisi yang normal dan merupakan salah satu tahap tumbuh kembang bayi.
Baca selengkapnya »
Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ini Penjelasan Waktu dan Fasenya

Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ini Penjelasan Waktu dan Fasenya

Dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan pada bayi, munculnya gigi pada sang buah hati tentu menjadi momen yang sangat di tunggu – tunggu oleh para orang tua. Masa – masa pertumbuhan gigi pada bayi ini tentunya membutuhkan waktu yang lumayan lama sama halnya dengan proses bayi bisa berjalan dan juga melatih kemampuan berbicaranya. Karena prosesnya yang lama ini maka tak heran jika para orangtua sangat menantikan sekali fase – fase ini.

Pertumbuhan dan perkembangan gigi pada setiap bayi tidak semuanya sama. Pada umumnya pertumbuhan gigi susu atau gigi primer pada bayi di mulai pada usia bayi mulai memasuki umur 6 sampai dengan 7 bulan. Namun terkadang juga ada sebagian bayi yang mengalami pertumbuhan bayi pada usia satu tahun lebih. Hal ini wajar – wajar saja bunda, jadi bagi anda para orang tua tidak perlu terlalu khawatir.

usia berapa bayi tumbuh gigi, bayi tumbuh gigi, umur bayi tumbuh gigi, bayi, gigi bayi tumbuh, gigi bayi, waktu tumbuh gigi bayi

Pentingnya Mengetahui Usia Pertumbuhan Gigi pada Bayi
Laju pertumbuhan gigi pada bayi sangatlah bervariasi sehingga hal ini harus diketahui oleh para orang tua. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini yaitu karena asupan kalsium yang berbeda – beda saat kehamilan sang ibu. Tidak selamanya ibu hamil yang mempunyai asupan kalsium yang banyak saat masa kehamilannya akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang cepat pula. Hal ini dkarenakan daya serap kalsium pada setiap janin berbeda – beda.

Karena laju pertumbuhan gigi pada bayi yang sangat bervariatif tersebut bukan berarti para orangtua tidak bisa melakukan apa –apa untuk membantu proses pertumbuhan gigi pada sang buah hati. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan para orangtua untuk merangsang pertumbuhan gigi anaknya.

Hal pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan biskuit kepada bayi sehingga bayi bisa belajar menggigit. Langkah lainnya yaitu dengan memberikan bayi mainan gigitan yang aman dan juga terjaga kebersihannya.

Baca juga:
7 Alasan Mengapa Bayi Suka Mengemut dan Menghisap Jarinya 
7 Cara Efektif Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas 
9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh

Jenis – jenis Gigi yang Tumbuh
Sebelum membahas mengenai fase – fase pertumbuhan gigi pada bayi, alangkah baiknya kita mengenal jenis – jenis gigi terlebih dahulu. Berikut ini akan dijelaskan sedikit mengai beberapa jenis gigi serta fungsinya.

1. Gigi seri
gigi seri yaitu gigi yang terletak pada bagian depan baik pada rahang atas maupun rahang bawah. Gigi seri sendiri mempunyai kegunaan yaitu untuk menggigit makanan. Pada umumnya gigi seri atas dan bawah muncul pada waktu yang bersamaan.

2. Gigi taring
Selanjutnya yaitu ada gigi taring. Letak gigi taring yaitu mengapit gigi seri pada rahang atas dan rahang bawah dan biasanya bentuknya sedikit lancip dibandingkan gigi lainnya. Kegunaan dari gigi taring sendiri yaitu untuk memotong makanan.

3. Gigi geraham depan
Jenis gigi selanjutnya adalah gigi geraham depan. Gigi geraham depan ini terletak setelah gigi taring pada rahang atas maupun rahang bawah. Fungsi gigi geraham depan sendiri yaitu untuk mengahncurkan makanan.

4. Gigi geraham belakang
Selain gigi geraham depan jenis gigi lainnya yaitu adalah gigi geraham belakang. Sama halnya dengan gigi geraham depan, gigi geraham belakang ini juga berfungsi untuk menghancurkan makanan namun bedanya yaitu dia memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan gigi geraham belakang.

Nah itu tadi merupakan penjelaan mengenai jenis – jenis gigi. Selanjutnya kita akan membahas mengenai fase – fase pertumbuhan gigi pada bayi.

Fase – Fase Pertumbuhan Gigi pada Bayi
Fase pertumbuhan pada bayi terjadi pada waktu yang sangat bervariasi. Normalnya bayi mulai tumbuh giginya pada usia antara 6 sampai dengan 7 bulan. Akan tetapi ada juga bayi yang tumbuh giginya pada usia yang dini dan sebagian ada yang agak terlambat. Hal ini dikarenakan fase pertumbuhan gigi pada setiap bayi tidak semuanya sama. Jadi bagi para orang tua hal ini tidak perlu dikhawatirkan.


Berikut ini akan dijekaskan mengenai tahap – tahap pertumbuhan gigi pada bayi.

1. Usia 5 bulan
Usia bayi tumbuh gigi sangat bervariasi, misalnya pada usia 5 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi mulai menunjukkan ciri – cirinya gigi akan muncul. Akan tetapi ada sebagian bayi yang lebih awal tumbuhnya dan ada juga yang agak mundur. Pada saat ini,biasanya pertumbuhan gigi bayi akan ditandai dengan membengkaknya gusi dan gusi akan berwarna kemerahan. 

Selain itu, tanda bayi akan tumbuh gigi juga dapat ditandai dengan bayi yang mudah menangis dan rewel. Hal ini karena bayi merasa tidak nyaman dengan keadaan sesaat sebelum gigi mereka tumbuh. Bayi juga akan sering untuk menggigit benda yang karena gusi bayi anda pada saat sebelum tumbuh gigi biasanya akan terasa gatal. Sehingga membuat bayi merasa tidak nyaman dan ingin menggesek-gesakkan sebuah benda ke gusinya.

2. Usia 6 bulan
Normalnya bayi akan mulai tumbuh giginya pada usia 6 bulanan sampai dengan 7 bulan. Pada usia ini gigi pertama bayi akan mulai muncul yaitu diawali pada bagian gigi yang berada di rahang bawah.

Pertumbuhan gigi pada bayi usia 6 bulanan ini biasanya ditandai dengan munculnya dua gigi seri pada bagian rahang bawah secara bersamaan. Pada saat gigi sudah muncul, anda dapat memebersihkan gigi bayi anda setelah mereka disusui atau setelah mereka makan dengan cara diseka.

3. Usia 7 bulan
Setelah kemunculan dua gigi seri pada rahang bawah, usia bayi tumbuh gigi ada pada saat bayi berusia 7 bulan biasanya akan mulai tumbuh lagi gigi seri di bagian rahang atas bagian depan. Pada usia bayi 7 bulan biasanya mereka sudah mulai bisa diberika makanan dengan tekstur yang agak padat. Sehingga dapat merangsang pertumbuhan gigi dengan lebih cepat.

4. Usia bayi 9 – 16 bulan
Usia bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah saat bayi mulai memasuki 9 sampai dengan 16 bulan. Setelah kemunculan gigi seri bagian atas dan bawah, tahapan selanjutnya yaitu munculnya gigi seri samping yang berpasang – pasangan kanan dan kiri pada rahang atas dan juga rahang  bawah.

5. Usia 14 bulan
Usia 14 bulan merupakan usia bayi tumbuh gigi pada bagian atas rahang dan geraham. Pada usia ini gigi geraham bayi akan mulai muncul dimualai pada raham bagian atas dan selanjutnya disusul pada rahang bagian atas. Karena pertumbuhan gigi bayi yang bervariatif, ada sebagian bayi yang mulai tumbuh gigi gerahamnya pada usia 12 dan ada yang agak terlambat.

6. Usia 18 bulan
Pada usia bayi tumbuh gigi ini terjadi setelah tumbuhnya gigi geraham, selanjutnya pertumbuhan gigi bayi akan disusul dengan munculnya gigi taring pada bagian rahang bawah dan juga pada rahang atas. Biasanya rentang pertumbuhan gigi gerhaman ini terjadi pada bayi saat usia 16 sampai dengan 22 bulan.

7. Usia 24 bulan
Pada usia 24 bulan merupakan usia bayi tumbuh gigi geraham kedua bayi akan mulai tumbuh kembali. Kemunculan gigi geraham kedua ini tentunya diawali pada rahang bagian bawah dan kemudia baru diikuti pada rahang bagian atas.

Pertumbuhan kembali gigi ini dapat membuat anda agak sedikit rewel karena pertumbuhan gigi pada usia ini akan membuat bayi anda merasa sakit pada bagian gusi yang akan tumbuh gigi.

8. Usia 2 sampai dengan 3 tahun
Pada saat usia bayi 2 sampai dengan 3 tahun biasanya merupakan usia bayi tumbuh gigi setelah  semua fase pertumbuhan gigi susu pada bayi bagian depan yaitu gigi seri sampai dengan gigi geraham sudah selesai.

Biasanya pada usia bayi tumbuh gigi ini, gigi bayi anda sudah mulai lengkap pertumbuhannya yaitu pada kisaran usia antara 2 samapai dengan 3 tahun. Jumlah gigi lengkap ada adak biasanya berada pada kisaran 20 buah gigi, yaitu masing – masing 10 pada rahang bawah dan 10 pada rahang atas.

Nah, diatas tadi merupakan informasi mengenai usia bayi tumbuh gigi dan fase-fase pertumbuhan gigi pada bayi anda. Apabila bayi sudah mulai tumbuh giginya sebaiknya mulai sejak itu pula bunda harus selalu menjaga kebersihan gigi dan gusi bayi anda. Anda bisa menggunakan pasta gigi khusus untuk bayi dan pastikan anda menggosok gigi buah hati anda secara rutin.

Itulah informasi mengenai usia bayi tumbuh gigi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Aman agar Anak Tidak Cedera

Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Aman agar Anak Tidak Cedera

Menggendong bayi merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang tua, namun jika and tidak berhati-hati dalam menggendong bayi akan berdampak fatal dan tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan buah hati anda.

Menggendong seorang bayi tidak boleh sembarangan kareana tubuh bayi yang masih menggemaskan dan mungil ini sangatlah rapuh. Anda harus belajar menggendong bayi anda dengan luwes dan benar agar bayi anda merasa nyaman dan aman.

cara menggendong bayi yang benar, cara menggendong bayi yang aman, menggendong bayi, menggendong bayi yang benar, tips menggendong bayi, agar bayi tidak cedera digendong

Cara Menggendong Bayi yang Benar sesuai Usia
Menggendong bayi tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Nah, oleh karena itu  anda juga harus memperhatikan posisi menggendong bayi yang benar sesuai dengan usianya dan juga cara menggendong bayi yang benar. Cara menggendong bayi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Dan juga terdapat beberapa jenis cara menggendong bayi yang bisa anda terapkan pada saat menggendong bayi anda.

Untuk mengetahui cara menggendong bayi yang benar dan aman, yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Cara Menggendong Bayi Usia 0-3 Bulan
Cara menggendong bayi pada usia 0 hingga 3 bulan yang benar adalah dengan cara membungkukkan badan anda kearah bayi pada saat berada pada keadaan telentang. kemudian selipkan tangan anda pada bagan lehernya untuk bisa menyangga kepala bayi. Letakkan tangan anda pada bagian belakang badan bayi yang bertubuh mungil agar dapat menopang bagian punggung dan bokongnya.

Letakkan bagian kepala bayi, leher dan juga punggungnya pada lipatan siku tangan kanan Anda agar bayi merasa nyaman. Sedangkan tangan kiri dan telapak tangan satunya menopang bagian bokong bayi. Pastikan si kecil berada dekat dengan dada Anda untuk membuatnya merasa nyaman.

Baca juga:
Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ini Penjelasan Waktu dan Fasenya 
7 Alasan Mengapa Bayi Suka Mengemut dan Menghisap Jarinya 
7 Cara Efektif Mengobati Ruam Kulit di Leher Bayi Hingga Tuntas 

Selain itu, anda juga dapat menggendong bayi anda dengan posisi badan yang tegak dan kepala bayi berada di atas bagu anda dengan menghadap kea rah belakang. Sandarkan bagian dada bayi anda tepat diatas dada anda, topang bagian lehernya dengan menggunakan satu tangan dan tangan yang lainnya menopang bagian punggung hingga ke bokongnya.

Bagi bayi yang usianya berada di atas satu bulan, anda dapat memposisikannya setengah duduk dengan satu tangan meyangga bagian bokong bayi dan tangan yang lainnya memegang bagian dadanya. Pastikan kepala bayi bersandar pada dada anda.

2. Cara Menggendng Bayi Usia 3 – 6 Bulan
Selanjutnya cara menggendong bayi dengan usia 3 hingga 6 bulan yang benar. Biasanya bayi akan merasa senang apabila digendong pada posisi duduk dan menghadap ke depan. Hal ini karena bayi sudah bisa duduk di pangkuan anda dan ia tidak betah jika dibaringkan.

pada saat bayi berada pada usia empat bulan, posisi menggendong bayi juga dapat menjadi lebih luwes lagi, anda bisa menggendongnya menghadap ke depan, belakang, ataupun berhadapan.

Sedangkan pada usia 5 bulan, akan lebih baik jika anda menggunakan kain gendongan. Hal ini karena tubuh bayi yang semakin berat. Anda bisa menggendongnya dengan posisi seperti mendudukkan bayi di pinggang, dan pada bagian depan perut dengan posisi berhadapan dengan menopangnya menggunakan satu lengan. Nah, dengan cara menggendong bayi yang seperti ini anda dapat melakukan kegiatan dengan lebih mudah.

untuk lebih jelasnya anda bisa menggunakan cara menggendong bayi 3 bulan sebagai berikut ini:

• Posisi Kacang Merah
Cara menggendong bayi pada posisi ini sama halnya dengan tanaman kacang merah. anda Cara menggendong bayi dengan posisi ini merupakan cara yang tepat bagi bayi anda yang berusia 2 hingga 3 bulan.

Posisi menggendong bayi dengan cara ini sama seperti pada saat bayi masih di dalam rahim. Cara menggendongnya adalah dengan membaringkan tubuh bayi anda pada satu lengan anda, sedangkan tangan yang lainnya digunakan untuk memegang bagian kaki bayi. Usahakan kepala bayi harus agak sedikit menekuk pada lengan untuk membuat bayi merasa sagat nyaman pada saat digendong.

• Gendongan di Atas Nampan
Cara menggendong bayi pada posisi yang tidak nyaman dapat menyebabkan bayi menjadi rewel. Apabila anda menggendong bayi anda dengan cara pertama, namun bayi anda merasa tidak nyaman. Anda bisa mencoba posisi menggendong bayi dengan cara menggendong bayi selanjutnya yaitu gendongan di atas nampan.


Cara menggendong bayi dengan posisi ini adalah dengan meletakkan bayi dibawah lengan, kemudian letakkan tubuh bayi bagian bawah terletak di perut Anda. biarkan kaki bayi ada  mengayun dan merasa bebas dan nyaman.

Apabila bayi anda merasa bosan dan ingin bermain maka anda bisa membuat posisi bayi anda untuk menghadap ke Anda sehingga anda bisa berkontak mata dengan bayi anda.  Pada posisi ini anda bisa dengan mudah menggoda dan mengajak bayi bicara sehingga mencegah masalah anak lambat bicara.

• Posisi Seperti Duduk di Kursi
pada saat bayi anda sudah berusia 3 bulan, anda bisa menggendong bayi anda dengan posisi seperti duduk di kursi. posisi dan cara menggendong bayi yang seperti ini dapat anda lakukan dengan membuat bayi bersandar pada tubuh Anda menghadap ke depan seperti Anda.

Setelah itu, pegang bagian kedua kaki bayi anda untuk membuat tulang belakang bayi lebih aman dan nyaman. Pada saat anda menggendong bayi dalam posisi ini Anda bisa mencoba untuk memegang lembut bagian tangan agar bayi tidak jatuh. Cara menggendong bayi pada posisi ini terkadang juga bisa berbahaya sehingga bayi benar-benar harus bertumpu pada badan Anda, dan bukan badan bayi sendiri.

• Menggendong Dengan Posisi M
Apabila anda lebih nyaman dengan cara menggendong bayi anda menggunakan gendongan, pastikan anda mengetahui cara menggendong bayi dengan benar dan tepat. Bayi yang berusia 3 bualn biasanya sudah memiliki tulang punggung yang cukup kuat.

Oleh karena itu, anda sudah bisa mulai menggendongnya menggunakan alat bantu kain gendongan bayi yang lembut dan nyaman. Pastikan bayi anda menghadap ke tubuh anda, dan posisikan kaki bayi agak jongkok dan posisikan lutut bayi dengan nyaman.

Pada posisi ini, pastikan leher bayi anda leih tegak dan bersandar pada kain gendongan yang anda gunakan. Walaupun anda sudah menggunakan gendongan, namun tetap pastikan anda menopang bagian tubuh belakang bayi anda dengan benar.

• Menggendong di Bahu Anda
Cara menggendong bayi usia 3 bulan yang terahir adalah dengan menggunakan metode terakhir yaitu cara menggendong bayi di bagian bahu Anda. Cara ini sangat baik untuk mengatasi bayi yang sering muntah setelah minum susu formula atau ASI karena dapat mengeluarkan udara yang tertelan selama menyusui.

Cara menggendongnya juga cukup mudah, anda hanya perlu memegang bagian kepala bayi dan bagian belakang bayi anda denga menggunakan kedua tangan yang berbeda. Setelah itu, biarkan bagian tubuh bayi bersandar pada tubuh Anda, dan kepala bayi terjatuh dalam bahu anda. Tahan agar bagian kepala bayi tidak terlalu menunduk untuk menghindari hal-hal fatal yang mungkin terjadi.

3. Cara Menggendong Bayi Usia di Atas 6 Bulan
Pada usia 6 bulan keadaan bayi sudah tidak terlalu ringkih lagi karena bagian tulang dan otot bayi juga sudah semakin kuat. Untuk itu, pada usia ini anda bisa menggendong bayi dengan berbagai macam posisi.

Anda bisa menggendong bayi pada posisi duduk di bagian depan dada anda dengan menggunakan satu tangan yang menyangga bokongnya. Sedangkan, posisi tangan lainnya melingkari bagian perutnya, dengan posisi bayi yang duduk dan setengah berhadapan dengan badan anda akan membuat bayi merasa nyaman. Anda bisa menggunakan alat bantu gendongan yang terbuat dari kain.

4. Cara Menggendong Bayi Usia di Atas 8 Bulan
Cara menggendong bayi pada usia diatas  8 bulan ini tetap dianjurkan bagi orang tua yang masih ingin menggendong anaknya. Namun, meskipun demikian jangan terlalu sering untuk menggendong anak anda. Pastikan anda memberikan kesempatan bagi anak anda untuk mengekplorasi kemampuannya baik di kasur ataupun dilantai.

Anda bisa menggendong bayi dengan posisi menghadap ke anda dan posisi kaki melingkari bagian pinggul anda. Cara menggendong bayi pada posisi ini sudah aman karena otot dan tulang bayi sudah mulai kuat dan tidak rapuh lagi.

Itulah informasi mengenai cara menggendong bayi yang baik dan benar agar bayi anda tidak mengalami cidera. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Beranda

Perkembangan Bayi

Perlengkapan Bayi