Setiap tahap perkembangan pada anak adalah sebuah proses yang sangat penting dan tak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Apalagi saat a...
10 Penyebab Bayi 7 Bulan Belum Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri

10 Penyebab Bayi 7 Bulan Belum Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri

Anak adalah anugerah yang sangat berharga bagi orang tua. Orang tua merawat anak sejak bayi sampai ia tumbuh dewasa menjadi orang yang mengenal dunia. Ada berbagai tahap perkembangan sejak bayi dilahirkan. Tetapi ada suatu kecemasan tersendiri jika bayi 7 bulan belum bisa merangkak. Karena pada usia ini pada umumnya bayi usia ini sudah bisa merangkak dan duduk sendiri.

Pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal dapat dilakukan tidak hanya karena satu faktor saja. Faktor tersebut berasal dari bayi sendiri dan dari lingkungan. Seperti bagaimana pemenuhan nutrisi bayi, kesehatan, dan bagaimana orang tua selalu membimbing. Orang tua tidak bisa hanya mengharapkan anaknya tumbuh tanpa ikut serta dalam tumbuh kembangnya.

penyebab bayi 7 bulan belum bisa merangkak, bayi 7 bulan belum merangkak, bayi merangkak, penyebab bayi belum merangkak, bayi

Sudah menjadi hal yang wajar jika pada saat bayi 7 bulan belum bisa merangkak dan duduk maka orang tua menjadi cemas. Apalagi jika melihat bayi-bayi seusianya sudah bisa melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Jika ini terjadi pada Ibu maka harus mencari penyebabnya mengapa hal itu bisa terjadi. Sehingga bisa dicari solusinya secepat mungkin agar anak berkembang normal.

Pada dasarnya perkembangan antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya dapat berbeda. Ibu tidak boleh membandingkannya dengan bayi lain. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh Ibu agar bayi dapat berkembang secara optimal adalah dengan menstimulasi bayi. Pada usia di atas 2 bulan bayi sudah mulai bisa dilatih duduk sehingga ketika di atas usia 4 bulan sudah bisa duduk sendiri.

Penyebab Bayi Belum Bisa Duduk dan Merangkak
Bayi 7 bulan belum bisa merangkak dan duduk belum tentu bayi Ibu mengalami perkembangan tidak normal. Oleh karena itu, Ibu perlu menganalisis penyebab-penyebab yang mungkin terjadi. Sehingga penyebab tersebut dapat diminimalisir. Adapun beberapa penyebabnya diantaranya yaitu sebagai berikut.

Baca juga:
15 Cara Mudah Mengajari Bayi agar Bisa Cepat Berjalan 
Cara Melatih Bayi agar Bisa Merangkak dan Duduk Dibantu Orangtua 
Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya  

1. Kekurangan nutrisi
Bayi yang baru lahir harus mendapatkan ASI eksklusif karena sebagai makanan utama bayi. Bayi akan menjadi sehat apabila mampu mendapatkan ASI. Bayi yang mendapatkan ASI akan lebih mudah tumbuh dan berkembang karena mengandung nutrisi yang lengkap.

Segala macam nutrisi untuk bayi bisa didapatkan dari ASI tanpa tambahan bahan makanan apapun. Baru setelah lebih dari 6 bulan bayi bisa mendapatkan makanan pendamping ASI. Untuk Ibu yang mempunyai masalah dengan ASI bisa mengganti dengan susu formula asalkan cocok dengan bayi.

Begitu juga dengan bayi yang alergi terhadap ASI bisa minum susu formula. Baik ASI maupun susu formula harus mampu mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Jika tidak, maka bayi akan kekurangan nutrisi yang bisa menjadi salah satu penyebab bayi terlambat berkembang. Seperti pada usia 7 bulan yang belum bisa duduk maupun merangkak.

2. Kelebihan berat badan
Menanggapi masalah bayi 7 bulan belum bisa merangkak ternyata penyebabnya tidak hanya karena bayi kekurangan nutrisi saja. Tetapi bayi yang obesitas pun dapat mengalami gangguan ini.

Berat badan bayi harus normal dan seimbang, tidak boleh kurang dan tidak boleh berlebihan. Selama bayi berada pada kisaran berat badan yang normal maka aman untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan.

3. Otot-otot yang lemah
Bayi memiliki otot yang lemah. Namun, seiring dengan bertambahnya usia maka otot bayi lambat laun akan lebih kuat. Nah, jika pada usia 7 bulan belum merangkak dan duduk penyebabnya bisa karena ototnya yang masih lemah.

Jadi, kemampuan otot belum maksimal dalam melakukan aktivitas tersebut. Jika nanti otot sudah berkembang menjadi lebih kuat maka bayi akan bisa duduk dan merangkak.

4. Gangguan kesehatan
Bayi rawan terhadap gangguan kesehatan, diantaranya yaitu kesehatan saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Bayi 7 bulan belum bisa merangkak dan duduk bisa disebabkan karena mengalami gangguan kesehatan pada usia tersebut.

5. Orang tua kurang telaten
Tugas orang tua semasa perkembangan bayi adalah menemani dan membimbingnya berkembang. Orang tua harus memberikan stimulus pada gerak motorik bayi, baik motorik kasar maupun halus. Gerak motorik kasar misalnya duduk dan merangkak. Sedangkan gerak motorik halus adalah menyentuh, meraba, dan menggenggam.

6. Terlalu sering menggunakan baby walker
Baby walker memang baik untuk melatih anak agar dapat duduk, berdiri dan berjalan dengan aman. Ibu bisa melakukan aktivitas di samping bayi yang menggunakan baby walker. Tetapi akan lebih baik jika tidak terlalu sering. Bayi juga perlu dibiasakan untuk melakukan aktivitas pergerakan sendiri tanpa bantuan alat. Namun, orang tua harus selalu mendampingi.

7. Kurang mendapatkan rangsangan
Jika bayi sudah mau tengkurap maka itu adalah waktu yang penting agar anak dapat merangkak atau duduk. Jadi rangsang anak agar melakukannya. Misalnya dengan memancing dengan mainan yang disukai agar bayi meraihnya sambil merangkak atau duduk. Bayi umumnya mulai memahami mainan yang menarik perhatiannya.

8. Kurangnya kemampuan koordinasi bayi
Anggota tubuh mempunyai kaitan satu sama lain sehingga bisa berkoordinasi. Sehingga kurangnya kemampuan koordinasi tubuh dapat menyebabkan terlambatnya tumbuh kembang bayi. Sehingga menjadi salah satu penyebab bayi 7 bulan belum bisa merangkak.

9. Kurangnya keseimbangan bayi
Posisi duduk dan merangkak membutuhkan keseimbangan tubuh bayi. Bayi yang belum mempunyai keseimbangan dengan baik akan kesulitan melakukannya. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

10. Terlambat berkembang dari faktor bayi sendiri
Bayi ada yang mengalami keterlambatan berkembang karena faktor-faktor tertentu. Jadi, faktor ekstern belum tentu menjadi penyebab masalah ini. Hal ini bisa terjadi jika misalnya kebutuhan bayi sudah terpenuhi dan bayi sehat namun ternyata belum bisa duduk dan merangkak.


Bukan berarti bayi tidak akan bisa melakukan aktivitas tersebut. Hanya perkembangannya saja yang terlambat. Jika pada umumnya bayi sudah duduk dan merangkak di usia 6 -9 bulan, maka usia 10 bulan bayi baru bisa melakukannya.

Itulah 10 penyebab bayi 7 bulan belum bisa merangkak yang harus dipahami oleh setiap orang tua. Sehingga orang tua tidak hanya cemas namun dapat mencari tahu sendiri masalah yang dihadapi bayi. Antara ayah dan ibu harus bekerjasama dalam merawat bayi agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut ini yang harus dilakukan agar bayi cepat duduk dan merangkak.

Mengobati Bayi Sakit
Salah satu hal yang mungkin terjadi adalah bayi mengalami sakit di usia perkembangannya. Oleh karena itu, obati terlebih dahulu sakit yang dialami oleh bayi agar tidak menimbulkan masalah lainnya. Jika bayi sudah sehat maka orang tua bisa segera merangsang perkembangan bayi agar bisa duduk dan merangkak.

Melakukan Tummy Time
Tummy time adalah merangsang bayi agar bisa merangkak. Tummy time biasa dilakukan pagi hari dan sore hari setelah bayi dimandikan. Aktivitas ini bisa menjadi aktivitas santai antara Ibu dan bayi sambil melatih kemampuan bayi untuk merangkak. Tempatkan bayi pada kasur atau karpet yang lembut sehingga bayi nyaman. Cara ini efektif menghindarkan bayi 7 bulan belum bisa merangkak.

Konsultasi Dokter dan Terapi Pijat
Jika ibu akan melakukan terapi pijat pada bayi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Apakah kondisi bayi aman melakukan terapi. Pijat dilakukan agar bayi dapat duduk maupun merangkak dengan benar. Karena bisa jadi bayi sudah bisa melakukan kedua aktivitas tersebut tetapi secara posisi belum tepat. Misalnya merangkak dengan kaki lurus atau duduk masih belum stabil.

Membantu Anak Duduk
Jika sudah mendekati usia bayi bisa duduk dan merangkak, akan lebih baik jika Ibu tidak terlalu banyak menggendong bayi. Caranya dengan melatih anak bermain di kasurnya atau di karpet. Jika terlalu sering digendong maka dapat menyebabkan bayi 7 bulan belum bisa merangkak.

Orang tua harus selalu memantau dan mengawasi perkembangan bayi. Apabila bayi sudah mulai suka duduk atau merangkak, maka pastikan orang tua ada di sampingnya. Hal ini untuk menghindari terjadi kecelakaan pada bayi. Misalnya terkilir atau jatuh tanpa sepengetahuan orang tua. Orang tua juga perlu mengawasi agar bisa membantu posisi duduk bayi dengan benar.

Demikian ulasan mengenai perkembangan bayi agar bisa duduk dan merangkak. Setiap bayi mempunyai waktunya sendiri dalam berkembang. Sehingga orang tua jangan stress jika pada usia tertentu bayi belum bisa melakukan aktivitas seperti temannya. Jika terdapat kondisi bayi 7 bulan belum bisa merangkak dicari penyebabnya kemudian dicari solusi yang tepat untuk mengatasi.
Baca selengkapnya »
15 Cara Mudah Mengajari Bayi agar Bisa Cepat Berjalan

15 Cara Mudah Mengajari Bayi agar Bisa Cepat Berjalan

Perkembangan anak memiliki tahapan yang berbeda-beda. Jadi tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. Asupan gizi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Jika memiliki fisik yang kuat pastinya pertumbuhan badannya akan berjalan normal dan aktif bergerak. Bunda pun tidak akan kesulitan menerapkan cara mengajari bayi berjalan.

Lain halnya jika bayi  yang mengalami kekurangan gizi. Selain mudah terserang penyakit, kondisi tubuhnya juga kurang kuat. Bergerak pun akan lambat dan ini membuat kekhawatiran. Jika dibiarkan maka kemampuan buah hati untuk merangkak dan berjalan akan terhambat. Mengajak anak untuk aktif bergerak menjadi solusi yang tepat.

cara mengajari bayi cepat berjalan, cara mengajari bayi melangkah, mengajari bayi jalan, bayi berjalan, bayi

15 Cara Sederhana Mengajari Bayi Berjalan
Kondisi bayi menjadi tanggung jawab orang tua. Bunda yang sering mengajak bermain anaknya secara tidak langsung memberikan stimulus pada beberapa syaraf motorik. Siapa yang tidak senang melihat buah hatinya lincah bermain dan berkembang secara sehat. Akan tetapi banyak juga balita yang mengalami keterlambatan bergerak. Ada beberapa cara mengajari bayi berjalan yang bisa Anda praktikkan dengan mudah.

1. Berdiri tegak
Kekuatan anak harus dilatih secara bertahap dan pelan-pelan. Hal ini karena kondisi tulangnya masih rawan dan energinya masih kurang. Sebelum membantu berjalan, latih anak agar bisa berdiri tegak terlebih dahulu. Bisa dengan berpegangan pada benda sekitar. Cara ini bisa melatih tulang betis dan tungkai agar lurus. Kondisi telapak kaki pun akan kuat untuk menyangga badan.

2. Beri ruang gerak
Salah satu cara mengajari bayi berjalan yang baik adalah dengan membiarkan anak bergerak sesuka hati. Bayi memiliki kemampuan untuk meniru aktivitas orang di sekitarnya. Jika sudah waktunya, maka dia akan mencoba berjalan dengan sendirinya dan tugas Anda adalah mengawasinya supaya aman.

Baca juga:
Cara Melatih Bayi agar Bisa Merangkak dan Duduk Dibantu Orangtua 
Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya 
10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri

3. Posisi tengkurap
Biasakan bayi berada pada posisi yang nyaman. Saat otot dan tulang berkembang dengan baik, anak akan mulai mencoba hal-hal baru seperti tengkurap. Posisi ini bisa melatih kekuatan tulang belakang dan juga leher. Sesekali tengkurapkan bayi beberapa menit agar punggungnya lebih rileks.

4. Membujuk dengan mainan
Mainan menjadi benda ampuh yang bisa memancing bayi untuk bergerak. Buah hati Anda akan mengikuti kemana mainan itu bergerak jadi secara tidak langsung bunda sudah mempraktikkan cara mengajari bayi berjalan. Jangan lupa tetap awasi gerakan anak jangan sampai melewati batas aman.

5. Menggunakan pegangan
Saat bayi mulai tertarik untuk berjalan, biasanya mereka akan mencoba meraih benda di sekitar untuk dijadikan pegangan. Jika memegang benda yang kuat tentunya bisa membantunya berjalan setapak demi setapak. Namun, bila sebaliknya akan membahayakan kondisi anak. Gunakan baby walker yang sangat bagus untuk mengajari buah hati belajar berjalan.

6. Berenang
Olahraga air ini terbukti bisa memperkuat otot-otot tubuh dan juga meningkatkan kekebalan. Berenang tidak berbahaya jika dilakukan dengan cara yang benar serta mendapatkan pengawasan. Ajaklah buah hati berenang disaat usianya menginjak 6 bulan. Efek positifnya adalah perkembangannya berjalan secara cepat termasuk kemampuan berjalan.

7. Pijatan pada kaki
Ketika anak berusia 1 tahun, bunda mulai berani untuk memberikan pijatan pada tubuh bayi. Aktivitas ini bisa membuat tulang dan otot kaki semakin kuat. Gunakan baby oil ketika memijat. Jika bunda takut melakukan kesalahan, bisa gunakan jasa pijat yang lebih profesional.

8. Menuntun bayi
Ini menjadi salah satu cara mengajari bayi berjalan yang sangat mudah dilakukan. Buah hati akan lebih nyaman dan aman saat memegang tangan Anda sehingga tidak takut untuk mulai melangkah. Lakukan secara hati-hati dan jangan sampai anak Anda kelelahan. Jangan memaksa karena hasilnya malah akan membuatnya rewel dan menangis.

9. Hindari terlalu sering menggendong
Banyak bunda yang lebih senang menggendong buah hatinya saat keluar rumah. Kebiasaan ini akan membuat anak malas bergerak. Sesekali biarkan dia bergerak secara bebas dan mengikuti kemana Anda pergi. Cara mengajari bayi berjalan akan membuat syaraf motoriknya bekerja dengan baik sesuai dengan perkembangan usianya.

10. Hindari penggunaan sepatu atau sendal
Kemampuan bayi dalam berjalan bisa dilihat dari posisi telapak kakinya yang lurus dan bisa menapak lantai dengan sempurna. Agar proses ini bisa berjalan dengan cepat, sebaiknya ketika melatih buah hati Anda melangkah, jangan menggunakan sepatu. Karena hal ini akan membuat telapak kakinya sulit bergerak dan tidak bisa merasakan lantai langsung.


11. Makanan yang  bergizi
Agar tulang dan otot tubuh berkembang dengan baik, berikan asupan dan nutrisi yang lengkap. ASI memiliki dampak positif bagi pertumbuhan bayi karena mengandung kalsium dan zink. Pilihan makanan yang bagus untuk buah hati Anda agar cepat berjalan diantaranya seperti susu kedelai, brokoli, ikan salmon, dan lain-lain.

12. Sering mengajak jalan-jalan di pagi hari
Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk menggunakan cara mengajari bayi berjalan. Selain udara dan cahaya matahari yang sangat bagus bagi kesehatan, anak Anda juga merasa aman saat akan mulai melangkah karena suasananya masih sepi. Dan diapun bisa bergerak kesana-kemari dengan sesuka hati.

13. Berjalan di rumput
Rumput bisa memberikan rangsangan pada syaraf kaki bayi agar aktif bergerak. Biasakan aktivitas ini di pagi hari saat kondisi lapangan masih basah oleh embun. Cara ini dipercaya dapat mempercepat kemampuan bayi untuk berjalan. Jikalau anak Anda terjatuh tidak berakibat fatal ataupun lecet-lecet.

14. Konsultasi dokter
Jika anak berusia 1,5 tahun namun belum bisa berjalan, salah satu langkah tepat adalah dengan berkonsultasi kepada dokter. Pemeriksaan akan menunjukkan hasil kesehatan bayi yang sebenarnya sehingga bisa diketahui solusi terbaik. Biasanya Anda akan diberikan saran mengenai cara mengajari bayi berjalan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi buah hati.

15. Memberikan semangat
Ketika dia gagal berjalan dan jatuh, tetap beri semangat agar mau mencoba lagi. Perhatikan juga kondisinya. Jika sudah merasa capek, coba lagi keesokan harinya. Beri dia hadiah seperti makanan ketika sukses melangkah dan berdiri tegak.

Alat untuk Membantu Bayi Belajar Berjalan
Selain mengajarinya secara langsung, Anda juga bisa menggunakan alat bantu berjalan yang banyak dijual di toko mainan. Pilih yang sesuai dengan kondisi bayi dan bila perlu coba terlebih dahulu. Jangan sampai setelah membeli malah tidak dipakai karena buah hati merasa tidak nyaman.

1. Baby jumper
Dengan menggunakan alat ini maka Anda bisa mengawasi gerakan buah hati Anda ketika belajar berjalan. Namun, sayangnya penggunaan baby jumper sangat tidak dianjurkan karena bisa mengganggu perkembangan syaraf motorik dan membuat tulang belakang membungkuk.

2. Kursi bayi
Alat ini sangat cocok dipakai untuk mengajarkan bayi berjalan. Dudukannya sangat empuk dan terdapat beberapa mainan dengan musik yang lucu. Kursi ini membuat pergerakan bayi tidak terbatas sehingga Anda harus mengawasinya setiap saat.

3. Baby walker
Desainnya sangat banyak dan unik. Anda bisa memilih warna dan model sesuai dengan selera. Alat ini tidak membatasi pergerakan bayi sehingga ia bisa tetap aktif bergerak dan diperlukan pengawasan yang ekstra. Saat buah hati Anda lelah, terdapat dudukan yang bisa dipakai tiduran untuk bayi.

Tips Pijatan untuk Membantu Bayi Belajar Berjalan
Salah satu cara mengajari bayi berjalan adalah dengan menggunakan pijatan. Tidak boleh sembarangan dan ada beberapa titik yang sangat menentukan. Beberapa tips yang bisa Anda lakukan adalah:

1. Gunakan baby lotion dan pastikan tangan Anda bersih
2. Beri pijatan lembut dan agak sedikit diberi tekanan pada bagian tertentu seperti tungkai, telapak, dan jari jemari
3. Jangan membuat geli karena akan membuat buah hati rewel
4. Bangun kondisi rileks dengan mengajaknya berbicara dan bernyanyi
5. Jika bayi menangis, segera hentikan pijatan karena itu menandakan dia kesakitan dan tidak nyaman
6. Jika belum mengetahui cara pijat yang benar, gunakan jasa pijat bayi
7. Lakukan secara teratur agar memberikan manfaat yang maksimal seperti meningkatkan imunitas dan memperlancar perkembangan syaraf motorik

Beberapa cara mengajari bayi berjalan yang disebutkan diatas bisa memberikan sedikit info mengenai fase perkembangan bayi. Jika buah hati Anda mengalami keterlambatan dalam hal kemampuan merangkak dan berjalan, periksakan ke dokter anak untuk bisa mendapatkan solusi terbaik.
Baca selengkapnya »
Cara Melatih Bayi agar Bisa Merangkak dan Duduk Dibantu Orangtua

Cara Melatih Bayi agar Bisa Merangkak dan Duduk Dibantu Orangtua

Seperti yang diketahui bahwa usia emas bayi ada diantara 1 sampai dengan 9 bulan. Kenapa? Karena pada masa-masa itu, bayi menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu. Mulai dari kepalanya yang mulai bisa ditopang, tengkurap, merangkak, duduk sampai berjalan. Sebagai orang tua, Anda harus tahu bagaimana cara melatih bayi duduk.

Karena dalam perkembangan anak, peran orang tua sangatlah penting. Terutama untuk memberikan stimulasi kepada bayi agar bisa berkembang sesuai usianya. Sebagai orang tua yang baik, Anda harus selalu berada di sisi bayi agar mereka bisa melalui fase perkembangannya dengan baik. 

cara melatih bayi merangkak, cara melatih bayi duduk, bayi merangkak, bayi duduk, bayi

Apabila bayi tidak belum bisa duduk dan menguasai kemampuan motorik dasarnya tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya, masing-masing bayi mempunyai kemampuan motorik yang unik dan berbeda-beda.

Hanya saja jika Anda sudah melakukan berbagai cara untuk membuat bayi berlatih duduk tapi tidak berhasil, maka ada baiknya apabila Anda mengkonsultasikannya dengan dokter tentang dengan hal tersebut.

Proses Perkembangan Bayi dari Merangkak sampai Duduk
Sebelum membahas mengenai cara melatih bayi duduk, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu proses perkembangan bayi mulai dari tengkurap sampai berjalan. Hal ini sangat penting agar Anda bisa memastikan apakah buah hati sudah berkembang dengan baik sesuai usianya atau belum.

Baca juga:
Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya
10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri
Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap

1. Tengkurap
Pada usia 6 minggu hingga 1 bulan, Ibu harus menahan bagian kepala dan leher ketika menggendong. Saat usia bayi mencapai 3 bulan, bayi seharusnya sudah bisa belajar mengangkat kepalanya agar bisa tengkurap.

2. Merangkak
Setelah tengkurap, bayi akan belajar merangkak saat usianya memasuki angka 6 bulan. Merangkak tentunya menjadi tanda bahwa mereka siap untuk dilatih orang tuanya agar bisa melatih bayi duduk. Ketika bayi sudah memasuki fase merangkak, maka seharusnya bayi juga sudah bisa belajar duduk walaupun masih harus ditopang oleh orang tuanya.

Tulang bayi memang belum begitu kuat untuk bisa duduk sendiri. Sehingga Anda masih harus menggunakan tubuh Anda sendiri untuk membantu bayi menopang tubuhnya saat ingin duduk.

3. Duduk
Bayi bisa dilatih untuk duduk ketika usianya mencapai 4 sampai dengan 7 bulan. Pada usia tersebut, bayi sudah mampu mengkoordinasikan tubuh dan ototnya. Dimana mereka dapat menahan kepala dan tubuh dengan baik. Saat usianya 8 bulan, bayi seharusnya sudah bisa duduk sendiri menggunakan tubuhnya tanpa bantuan orang tua.

Cara Melatih Bayi Duduk
Ada banyak sekali cara melatih bayi duduk yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua. Apa saja cara yang bisa dilakukan? Inilah penjelasan lengkapnya.

1. Ajak bayi bermain
Cara pertama adalah ajaklah bayi Anda bermain. Dengan bermain maka kekuatan otot leher bayi akan semakin terasah sehingga mereka bisa mulai duduk sendiri. Anda bisa meletakkan mainan di bawah lantai. Secara perlahan, Anda angkat mainan tersebut sehingga bayi mulai mendongakkan kepalanya agar bisa mengikuti setiap gerakan Anda.

2. Membantunya dengan tangan Anda
Cara melatih bayi duduk selanjutnya adalah merangsang otot-otot bayi menggunakan kedua tangan Anda agar mereka bisa belajar duduk dengan sempurna. Caranya adalah mengajak bayi untuk duduk sendiri di tempat yang nyaman seperti sofa.

Jangan terlalu memaksa bayi agar mereka bisa langsung duduk setelah Anda melakukan cara ini. Karena bayi memiliki waktu yang berbeda-beda untuk mengembangkan kemampuan ototnya agar bisa duduk sempurna.


Anda harus melakukan stimulan dengan tangan ini secara terus menerus hingga bayi dapat duduk sendiri tanpa bantuan kedua tangan Anda lagi. Setelah bayi sudah mulai terbiasa, cobalah untuk meninggalkannya agar bayi bisa duduk degan tubuhnya sendiri. Ajak bayi untuk duduk di tempat lain selain sofa.

Hal tersebut dilakukan agar bayi bisa belajar menopang tubuhnya sendiri ketika duduk dimana saja. Yang terpenting, Anda harus memastikan bahwa bayi tidak sampai terguling saat sedang duduk sendirian. Anda juga bisa memperbaiki posisi duduknya agar bayi bisa menggerakkan kedua tangan dan kakinya dengan bebas dan mudah.

3. Ajarkan bayi untuk menyeimbangkan posisinya
Cara selanjutnya adalah Anda coba bantu bayi menyeimbangkan posisinya. Caranya, Anda letakkan mainan kesukaan di sekitar bayi namun berada di luar jangkauannya. Dengan begitu, bayi akan mencoba dengan sebaik mungkin untuk meraih mainan tersebut. Dengan cara ini, ia akan mulai berusaha untuk menyeimbangkan posisinya agar bisa duduk dan mengambil mainan tersebut.

Mainan memang bisa dimanfaatkan untuk menstimulasi dan melatih bayi duduk. Pasalnya bayi akan berusaha melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mainan yang diinginkan. Hanya saja Anda sebagai orang tua harus memastikan bahwa lantai atau sofa tempat bayi duduk dalam kondisi yang bersih da jauh dari benda berbahaya.

4. Berikan contoh
Cara melatih bayi duduk selanjutnya adalah dengan memberikan contoh pada bayi. Jika Anda ingin tumbuh kembang bayi dapat berlangsung secara optimal, maka Anda harus lebih sering lagi meluangkan waktu untuk memberikan pengajaran pada buah hati.

Ketika bayi berada pada usia 0 sampai dengan 12 bulan, mereka mempunyai kemampuan daya tangkap yang sangat luar biasa. Dalam hal ini, bayi bisa merespon semua hal yang dipelajarinya dengan cepat, termasuk ketika belajar duduk. Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah mengajarinya duduk dengan memberikan contoh.

Ajak bayi untuk duduk karena bayi sudah bisa menopang tubuhnya dengan baik. Meskipun demikian, Anda tidak boleh langsung melepas tubuh bayi begitu saja. Letakkan bantal dan guling di sekitar bayi agar bayi bisa tetap aman jika suatu waktu keseimbangannya hilang.

Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan Saat Sedang Melatih Bayi untuk Duduk
Agar bayi bisa duduk secara sempurna, Anda tidak boleh memaksanya secara tiba-tiba tanpa pengarahan terlebih dahulu. Ajaklah bayi Anda untuk bersantai di pagi hari atau sore hari di ruangan yang nyaman. Ajak bayi bermain lalu latihlah bayi Anda untuk duduk menggunakan bantal yang empuk dan lembut.

Selain melatih bayi duduk, Anda harus memastikan jika asupan nutrisi bayi sudah terpenuhi. Karena saat usia bayi berkisar 0 hingga 12 bulan, pemberian ASI eksklusif sangatlah dianjurkan. Daripada menggunakan susu formula, manfaat ASI jauh lebih banyak.

Pasalnya dalam ASI terdapat kandungan zat mineral, protein, vitamin, lemak, dan lain sebagainya yang dapat membantu pembentukkan tulang bayi dan menguatkan otot-otot bayi. Dengan tubuh yang kuat, maka bayi bisa duduk dengan sempurna jika waktunya sudah tepat.

Umumnya bayi akan diberikan ASI setiap 2 sampai 3 jam sekali setiap hari. Mengingat betapa pentingnya asupan ASI untuk tumbuh kembang bayi, tentu saja pemberian ASI setiap hari tidak boleh sampai Anda lewatkan.

Agar kegiatan melatih bayi duduk yang Anda lakukan bisa berhasil, cobalah untuk tidak terlalu sering menggendong bayi. Gendongan yang terlalu sering dapat membuat bayi menjadi lebih malas untuk menggerakkan badannya. Hal ini tentu mengakibatkan otot-otot bayi menjadi kurang terlatih sehingga perkembangannya menjadi lebih lambat.

Oleh sebab itu, cobalah Anda letakkan bayi di atas matras atau kasur agar mereka bisa belajar dan mengeksplorasi kemampuannya untuk bergerak secara perlahan. Dengan membiarkan bayi di tempat tidurnya atau di matras, maka ia akan belajar tengkurap, merangkak, mengangkat kepala, duduk sampai berdiri. Hal ini tentunya sangat baik agar bayi bisa duduk secara sempurna.

Hindari pula penggunaan baby walker. Karena berdasarkan penelitian yang ada, penggunaan baby walker justru dapat membuat bayi menjadi lebih malas untuk duduk dan bergerak dengan leluasa. Tak hanya itu, kemungkinan kecelakaan akibat baby walker juga tergolong cukup besar. Penggunaan baby walker bisa menyebabkan bayi jatuh, terjepit atau terluka.

Selalu Waspada Apabila Bayi Menunjukkan Gejala Ini
Biasanya, bayi sudah bisa mengangkat serta menahan kepalanya ketika berusia 3 sampai dengan 4 bulan. Apabila pada usia 6 bulan bayi belum bisa mengangkat kepalanya dengan baik, maka Anda harus memeriksakannya ke dokter.

Pada dasarnya, ada banyak sekali penyebab yang membuat bayi belum bisa menjaga keseimbangannya. Sehingga ada baiknya jika Anda mengkonsultasikannya dengan dokter yang ahli agar lebih jelas. Selain itu, latihlah bayi secara perlahan tanpa memberikan paksaan yang berlebihan. Karena umumnya, bayi akan duduk, merangkak, dan berdiri jika memang sudah waktunya.

Sekian ulasan terkait dengan cara melatih bayi duduk. Semoga informasi di atas dapat memberikan wawasan baru kepada Anda.
Baca selengkapnya »
Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya

Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya

Bayi yang berusia menjelang satu tahun sedang mengalami perkembangan fase awal. Pada fase ini orang tua harus selalu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya. Perkembangan tersebut diantaranya adalah bayi bisa merangkak dan duduk. Mungkin sebagian dari Ibu banyak yang bertanya-tanya usia normal kapan merangkak maupun duduk. Secara umum bayi mulai bisa merangkak pada usia 7 bulan sampai dengan 9 bulan.

Bayi masih lemah dan belum bisa melakukan aktivitas sendirian. Oleh karena itu, orang tua harus selalu berada di samping bayi untuk menemaninya semasa tumbuh kembang. Seperti mencukupkan kebutuhan nutrisi bayi dan melatih gerak motorik bayi. Di sinilah peran orang tua untuk telaten dan sabar menghadapi bayi detik demi detik masa perkembangannya.

usia bayi bisa merangkak, usia bayi bisa duduk, bayi bisa merangkak, bayi, kapan bayi merangkak, kapan bayi bisa duduk, bayi

Perkembangan bayi yang satu dan yang lainnya bisa berbeda sehingga ibu tidak perlu cemas. Namun, tetap ada patokan kapan bayi bisa merangkak. Pada usia 6 bulan bayi diharapkan sudah mulai merangkak. Ketika usia 9 bulan bayi sudah terampil merangkak. Jika pada usia 8 bulan bayi belum bisa merangkak maka ibu perlu lebih merangsang pergerakan bayi.

Merangkak diawali dengan tengkurap terlebih dahulu. Jika bayi sudah bisa tengkurap berarti langkah yang bagus untuk merangkak. Tengkurap kemudian bangun untuk merangkak. Jika bayi belum mau tengkurap, maka orang tua yang membantunya. Orang tua harus telaten membantu tengkurap sampai bayi bisa sendiri.

Jika bayi sudah bisa tengkurap sendiri, maka ia pelan-pelan bisa mengangkat kepala dan menopang dengan tangan. Ketika belajar seperti ini tempatkan bayi pada alas yang empuk dan lembut sehingga jika bayi jatuh tidak berbahaya. Jika bayi terlihat kelelahan bantu agar terlentang jangan tengkurap. Selama latihan, orang tua juga perlu memberikan contoh agar ditiru oleh bayi.

Baca juga:
10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri 
Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap  
Cara Melatih Bayi Agar Bisa Miring ke Kiri dan ke Kanan Sendiri

Aktivitas merangsang bayi bisa merangkak biasa disebut dengan tummy time. Tummy time menjadi cara stimulasi untuk merangkak yang bisa dilakukan setelah bayi mandi. Bisa pada pagi hari atau sore hari. Bayi yang sudah berusia lebih dari 2 bulan bisa distimulasi dengan tummy time.

Jika menginginkan bayi cepat merangkak jangan selalu membiarkan bayi berada pada baby walker. Justru orang tua harus sering-sering bersantai dengan bayi, misalnya pada sore hari. Santailah pada alas yang lembut sehingga baik untuk menopang tubuh bayi. Biarkan bayi belajar merangkak dengan mengurangi penggunaan bayi walker dan mengurangi menggendong bayi.

Memang kebanyakan dari orang tua ingin agar anaknya segera tumbuh dan berkembang. Senang rasanya melihat buah hati segera tumbuh dengan baik. Namun, keinginan ini juga harus diimbangi dengan usaha-usaha yang optimal antara ibu dan ayah.

Ada beberapa cara untuk menstimulasi agar bayi cepat bisa merangkak dan duduk. Berikut ini yang perlu diperhatikan agar bayi bisa merangkak maupun duduk.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi
Sejak lahir bayi harus diberi ASI. ASI merupakan makanan sekaligus minuman alami untuk bayi yang palnig sehat. Bersyukurlah seorang ibu jika bisa menyusui bayi dengan normal. Namun, jika ibu tidak bisa menyusui karena kondisi kesehatan dan berbagai penyebab lainnya tidak usah berkecil hati. Faktor terpenting adalah kasih sayang, kesabaran, dan ketelatenan merawat bayi.


Penyebab bayi tidak bisa minum ASI juga bisa disebabkan karena alergi ASI. Meskipun kebanyakan bayi sangat cocok dengan air susu ibunya. Jika memang keadaannya demikian, ibu bisa memberikan minuman atau makanan pengganti ASI yang baik. Pilihlah makanan pengganti ASI yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sang buah hati.

Orang Tua yang Pro Aktif
Orang tua menjadi orang pertama yang ada di dekat bayi. Bayi mendapatkan kasih sayang utama dari ibu dan ayahnya. Orang tua harus proaktif untuk menunjang perkembangan bayi. Jika belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai orang tua, jangan malu mencari tahu. Jangan malu bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dan konsultasi pada dokter.

Ibu dan ayah harus tanggap terhadap perubahan bayi sekecil apapun, baik perubahan positif dan negatif. Orang tua harus memahami kapan saja waktu bayi mengalami perkembangan. Diantaranya perkembangan kapan bayi bisa merangkak, duduk, berdiri, berjalan, berbicara dan sebagainya.

Orang tua yang menghabiskan waktu paling banyak dengan bayi adalah ibu. Sehingga ibu yang biasanya lebih peka terhadap kemampuan motorik bayi. Kasih sayangnya begitu tulus sehingga seringkali apa yang dirasakan oleh bayi bisa dirasakannya. Ibu pun bisa saling berbagi cerita dengan ibu-ibu lain yang sama-sama mempunyai bayi seumuran.

Segera Tanggap Apabila Bayi Sakit
Bayi belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Bayi hanya bisa menangis dan gelisah saat kondisi tidak nyaman, termasuk ketika ia sakit. Jika bayi sakit pada usia-usia yang seharusnya ia bisa merangkak, maka fokus pada pengobatan bayi terlebih dahulu. Bayi masih rentan terhadap sakit saluran cerna dan saluran nafas.

Penyakit bayi harus segera diobati agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Apalagi di usia bayi bisa merangkak kondisi kesehatan harus fit. Pada usia 6 bulan ketika belajar merangkak selalu perhatikan kesehatannya. Sakit pada bayi biasanya disebabkan karena makanan dan minuman. Bisa karena polanya atau karena tidak cocok dengan makanannya.

Mengajak Bayi Bermain dengan Mainan Kesukaannya
Bayi mempunyai ketertarikan terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya sehingga bisa dijadikan mainan. Biasanya bayi tertarik karena warnanya yang mencolok. Jika sudah mengetahui benda yang disukai oleh bayi, Anda bisa merangsang bayi agar merangkak menggunakan mainan tersebut. Caranya dengan meletakkan mainan di depan atau samping bayi agar merangkak untuk meraihnya.

Melakukan Terapi Pijat
Proses perkembangan bayi bisa merangkak tidak selalu mulus. Bisa jadi bayi merangkak namun posisinya kurang tepat. Bayi sudah bisa merangkak namun kaki dan badannya tidak sesuai dengan cara merangkak yang benar. Nah, di sini orang tua perlu mempertimbangkan untuk terapi pijat pada bayi.

Orang tua perlu berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu kemudian mengambil langkah untuk mengoreksi gerakan merangkak bayi. Penyebabnya bisa karena otot bayi lemah yang mengakibatkan ia kurang mampu mengangkat perutnya. Selain terapi pijat, terapi fisiologi juga dapat diberikan dalam rangka meningkatkan gerakan motorik bayi.

Kemampuan Duduk Bayi
Bayi bisa merangkak dan duduk karena gerak motorik kasar. Sedangkan motorik halus diantaranya yaitu menyentuh dan menggenggam. Bayi bisa duduk umumnya dimulai pada usia empat bulan dan ada yang pada usia lima bulan. Cara duduk bayi dilakukan secara perlahan-lahan sampai ia bisa duduk dengan sempurna.

Pertama-tama bayi akan memiringkan badannya dan menahan badan dengan lengan. Otot-otot pada bayi masih lemah sehingga menunggu sampai kuat terlebih dahulu baru bisa menopang agar bisa duduk. Pada kemampuan duduk bayi, yang berperan adalah keseimbangan tubuh diikuti dengan otot yang ada di punggung. Lambat laun bayi bisa duduk dengan stabil jika banyak melakukan latihan.

Seperti halnya membantu bayi bisa merangkak, maka orang tua pun harus selalu membantunya duduk. Saat bayi dalam keadaan terlentang, bantu untuk mengangkat badan. Pada saat ini memang cara duduk bayi masih sulit tetapi lama-kelamaan bayi akan semakin bisa memposisikan agar bisa duduk. Bayi yang sudah bisa mengangkat badan maka lebih mudah mengajaknya untuk duduk.

Saat bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan orang dewasa jangan buru-buru membiarkannya begitu saja. Orang tua harus selalu memantau perkembangan bayi bahkan ketika ia sudah bisa melakukannya sendiri. Usia bayi masih begitu muda dan ototnya masih berkembang jadi masih memerlukan pengawasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi penting yang harus dipahami oleh setiap orang tua adalah jangan membandingkan buah hati dengan bayi yang lain. Memang ada usia rata-rata bayi merangkak dan duduk, namun tidak menjamin bayi bisa melakukannya pada usia itu.

Satu hal yang terpenting selalu perhatikan proses. Orang tua boleh cemas jika bayi belum bisa latihan merangkak maupun duduk sama sekali. Tetapi jika bayi sudah latihan namun belum stabil tidak menjadi masalah. Selalu pantau perkembangan bayi dan beri stimulasi agar ia bisa melakukannya dengan baik dan stabil.

Nah, itulah informasi mengenai kapan bayi bisa merangkak dan duduk. Orang tua harus memahami setiap kondisi bayi agar dapat dipantau apakah perkembangannya normal. Motorik bayi perlu distimulasi sehingga ia mampu berkembang sesuai dengan usianya.
Baca selengkapnya »
10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri

10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri

Kehadiran seorang buah hati, tentu adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi pasangan suami istri, terutama pasangan yang sudah lama menikah. Usia 4 bulan adalah usia yang ideal untuk seorang bayi belajar miring dan tengkurap, namun, tak jarang beberapa bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap.

Perkembangan Optimal Bayi 4 Bulan
Perkembangan setiap bayi pada dasarnya pasti berbeda-beda, karena banyak faktor yang menyebabkannya, namun tahap-tahapnya kemungkinan besar berurutan. Contohnya pada tahapan tengkurap, ada baiknya para orang tua mengetahui apa yang dimaksud dengan tahap tengkurap pada bayi.

penyebab bayi 4 bulan belum tengkurap, penyebab bayi belum tengkurap, penyebab bayi lambat tengkurap, bayi tengkurap, bayi belum bisa tengkurap

Tengkurap adalah posisi kebalikan dari terlentang, dimana perut berada di bagian bawah dan punggung di bagian atas. Posisi ini ditopang oleh bagian siku bayi sampai pundak, tengkurap ini berguna untuk melatih kekuatan otot tangan dan leher untuk menopang bagian tubuh yang lain.

Usia ideal bayi untuk dapat tengkurap adalah ketika bayi berusia 4 bulan, pada usia ini bayi mulai berusaha menggerakkan badan miring, untuk kemudian dapat tengkurap. Namun, tidak semua bayi bisa tengkurap di usia 4 bulan. Banyak bayi yang sudah berusia 4 bulan namun belum bisa tengkurap.

Apabila mempunyai bayi berusia 4 bulan dan belum dapat tengkurap, tak usah khawatir, karena sekali lagi tahap perkembangan bayi tidak semuanya sama. Biasanya jika bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap, ia akan mencoba tengkurap di usia 5-6 bulan, hal ini masih dalam koridor perkembangan bayi yang wajar.

Baca juga:
Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap
Cara Melatih Bayi Agar Bisa Miring ke Kiri dan ke Kanan Sendiri
Usia Berapa Bayi Bisa Miring Sendiri dan Tengkurap? Ini Waktunya 

Pada usia 4 bulan, bayi sudah dapat tersenyum atau memberikan respon gerakan ketika ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Hal ini dapat berupa rangsangan dalam bentuk benda, suara atau lainnya jika tidak maka, kemungkinan besar bayi hanya akan diam dan tidak merespon.

Melihat bayi makan dengan lahap, sehingga mempunyai ukuran tubuh yang besar dan gemuk, tentu sangat menggemaskan. Namun perlu diperhatikan, meskipun bayi yang mempunyai nafsu makan yang besar itu belum tentu bagus.

Banyak kasus ditemukan, pada seorang bayi ukuran tubuhnya yang besar malah menyebabkan perkembangan lainnya terganggu.  bayi dengan ukuran tubuh yang gendut, pada tahap miring dan tengkurap akan lebih sulit untuk melakukannya.

Gizi bayi, tentu identik dengan berat badan, bayi yang gizinya tidak terpenuhi secara lengkap kemungkinan besar berat badannya akan menyusut. Tak hanya kelebihan berat badan yang dapat mempengaruhi bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap.

Tak hanya perkembangan fisik dan emosional, perkembangan yang perlu diperhatikan juga adalah perkembangan motorik bayi. Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak, perkembangan motorik terdapat dua tipe, yakni motorik halus dan motorik kasar.

Terkadang, ada bayi yang malas untuk menggerakkan tubuhnya, dapat disebabkan karena ada hal lain yang lebih sering menarik perhatiannya. Seperti mainan yang sedang ia pegang, termasuk menggerakkan tubuh untuk tengkurap, bayi kadang malas untuk melakukannya.


Penyebab bayi belum bisa tengkurap
Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan mengapa bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap dan harus para orang tua ketahui. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

1. Berat badan yang berlebih
Karena beban yang harus diangkatnya lebih berat jika dibandingkan dengan bayi yang mempunyai ukuran tubuh yang normal. Jika sudah seperti ini, maka bayi akan merasa cepat lelah dan malas untuk berlatih miring, tengkurap dan sebagainya.

2. Tidak terpenuhinya gizi bayi secara lengkap
Bayi yang memiliki berat badan kurang dari batas normal, juga mempunyai potensi untuk lambat dalam tahap tengkurap. Hal ini dapat disebabkan karena dengan berat badan yang kurang, bayi akan kesulitan untuk dapat menopang tubuhnya, karena otot dan tulangnya tidak kuat.

3. Sedikitnya rangsangan yang diberikan kepada bayi
Jika masih tidak ada rangsangan yang harus ia respon, Anda dapat mencoba memberikan rangsangan berupa benda atau memposisikan diri berada disamping bayi. sehingga bayi akan berusaha memiringkan badan sampai tengkurap untuk dapat mencapai rangsangan yang sedang diberikan.

4. Bayi tidak dibiarkan bergerak bebas.
Membiarkan bayi bergerak bebas, perlu untuk dilakukan juga, dengan begitu otot-otot dan tulang pada bayi akan lebih mudah berkembang. Tetap memperhatikan batasan-batasan yang sewajarnya, apabila gerak bayi terlalu dibatasi akan menghambat tahap perkembangan bayi dalam hal ini pada tahapan tengkurap.

5. Perkembangan motorik bayi yang lamban
Terkait dengan masalah dan berbagai tahapan terkait tengkurap pada bayi, termasuk pada perkembangan motorik kasar. Apabila bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap, bisa jadi disebabkan karena perkembangan motoriknya yang memang lambat.

6. Perkembangan kognitif bayi yang lambat
Perkembangan kognitif adalah perkembangan yang dilihat dari sejauh mana kemampuan bayi untuk mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Bayi usia 4 bulan belum tengkurap bisa juga disebabkan karena perkembangan kognitif dari bayi tersebut yang lambat.

7. Terdapat kelainan pada anggota gerak bayi
Bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap, dapat pula disebabkan karena adanya kelainan pada anggota geraknya. Misalnya tulang tangan yang memiliki bentuk kurang sempurna. Ketidaksempurnaan ini bisa tulangnya bengkok atau hanya memiliki satu anggota gerak atas.

8. Kurangnya komunikasi kepada bayi
Maka jika para orang tua memiliki bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap, perlu diselidiki bagaimana perkembangan komunikasi dengan si kecil. Bisa jadi karena jarangnya komunikasi yang diberikan serta dilakukan kepada bayi, bayi menjadi lambat untuk tengkurap.

9. Bayi malas bergerak
Hal ini memang tidak selalu terjadi, namun apabila sering juga dapat mempengaruhi tahapan bayi untuk tengkurap. karena kesempatan bayi untuk belajar tengkurap semakin sedikit tersita oleh keasyikannya bermain dengan mainan yang disukainya.

10. Kesehatan bayi yang tidak mendukung
Maka dari itu bagi orang tua yang memiliki bayi, perlu untuk memperhatikan kesehatan bayi dan menjaganya agar senantiasa sehat. Jika kondisi tubuh seorang bayi sudah sehat, perkembangan lainnya hanya perlu mengikuti saja dan tidak akan ada masalah yang begitu berarti.

Beberapa poin diatas adalah penyebab bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap, sebagai orang tua haruslah lebih selektif dan cermat. Sebagai orang tua yang cerdas, Anda juga harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dihindari agar perkembangan bayi tetap optimal.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa bayi pada usia 4 bulan sudah dapat merespon rangsangan yang diberikan kepadanya. Rangsangan tersebut dapat berupa komunikasi yang sering kepada bayi untuk memotivasi bayi agar mau belajar miring dan tengkurap.

Apabila untuk bergerak saja bayi sudah sangat dibatasi, apalagi jika ingin tengkurap, bayi akan lebih kesulitan. Agar lebih aman, cobalah untuk meletakkan bayi di kasur atau matras yang empuk dan aman atau menggendongnya sesekali.

Cara membantu bayi untuk dapat tengkurap sendiri
Tahap awal, bayi tentu tidak bisa langsung tengkurap dengan sendirinya, perlu untuk dibantu terlebih dahulu. Untuk membantu bayi tengkurap, dapat dilakukan beberapa hal diantaranya, memposisikan bayi tengkurap selama 3 menit. Jika cara tersebut sudah lancar, dapat dilanjutkan dengan waktu yang lebih lama, bisa 5-7 menit.

Berikan stimulus pada bayi untuk dapat bergerak miring ke kanan dan kiri, sebagai awal untuk dapat tengkurap sendiri. Selain tahap miring dan tengkurap seperti sudah dijelaskan, ada beberapa perilaku yang dilakukan bayi ketika usia 4 bulan, yakni, mulai dapat mengucapkan beberapa kata sederhana.

Dapat memberikan respon senyuman pada sesuatu yang membuatnya senang, kemudian Mengikuti arah benda yang diperlihatkan kepadanya. Dari segi fisik, bayi pada usia 4 bulan sudah dapat menegakkan kepalanya tanpa bantuan sanggahan karena bagian tubuhnya sudah dapat menopang bagian tubuh yang lain.

Perlu diperhatikan bahwa kesehatan bayi sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi, tidak terkecuali pada tahap tengkurap. bayi yang memiliki masalah dengan kesehatannya, kemungkinan akan memiliki tahap tengkurap yang lebih lama dari bayi umumnya.

termasuk pada tahap tengkurap yang berarti tangan dan leher bayi sudah kuat untuk menopang anggota tubuh yang lain. Namun tentu saja Anda tak perlu khawatir apabila bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap, karena seperti yang sudah dijelaskan perkembangan tiap bayi pasti berbeda.
Baca selengkapnya »
Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap

Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap

Perkembangan bayi menjadi salah satu fase yang harus diperhatikan. Beberapa orang tua hanya mengetahui beberapa tahap saja tanpa memperdulikan keterlambatan yang terjadi. Untuk bayi yang berusia 3 hingga 6 bulan, bunda harus mengetahui cara mengajari anak tengkurap. Karena di usia inilah pergerakannya mulai aktif sehingga membutuhkan tuntunan.

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan emosi batita. Beberapa diantaranya aspek gizi dan kondisi lingkungan. Pada proses belajar tengkurap, merangkak dan berjalan misalnya. Bayi dengan asupan makanan cukup dan memiliki tubuh yang sehat. Akan mengalami perkembangan normal dan kemampuan dalam mempelajari gerakan cukup maksimal.

mengajari anak tengkurap, cara mengajari anak tengkurap, cara mengajari bayi tengkurap, tips bayi tengkurap, anak tengkurap, bayi tengkurap

Namun jika faktor lingkungan tidak mendukung, bisa mengakibatkan masalah yang cukup besar. Jika Anda memiliki rumah yang sempit dan tidak aman untuk aktivitas bayi, akan menjadi salah satu penyebab tertundanya kemampuan tengkurap dan bergerak. Karena itulah Anda harus mengetahui cara mengajari anak tengkurap yang tepat agar bisa mengetahui setiap fase penting pertumbuhan anak.

Usia Bayi Bisa Tengkurap Sendiri
Semakin bertambahnya usia, buah hati Anda memiliki kemampuan motorik yang semakin bagus. Jika pada awalnya hanya bisa menggerakkan bagian tubuh tertentu saja. Lama-kelamaan saat keseimbangannya mulai bertambah, batita akan meniru gerakan orang sekitarnya. Tahapan awal yang paling dinanti oleh orang tua diantaranya adalah tengkurap.

Banyak ibu-ibu yang khawatir ketika anaknya tidak mengalami perkembangan sama seperti bayi yang lainnya. Padahal keaktifan masing-masing batita berbeda-beda. Kemampuan tersebut secara normal akan ada ketika usia 3 sampai 6 bulan. Faktor berat badan juga sangat mempengaruhi. Karena itulah Anda harus menjadi ibu cerdas dan tidak perlu khawatir jika buah hati belum bisa tengkurap ketika menginjak umur 3 bulan lebih.

Baca juga:
Cara Melatih Bayi Agar Bisa Miring ke Kiri dan ke Kanan Sendiri
Usia Berapa Bayi Bisa Miring Sendiri dan Tengkurap? Ini Waktunya
10 Jenis Bantal Menyusui yang Nyaman bagi Si Bayi dan Harganya

Bayi yang memiliki badan gemuk kemampuan merangkaknya cukup lambat. Saat itulah bunda harus menuntun dan memberikan dorongan kepada anak. Jika Anda mengetahui cara mengajari anak tengkurap, maka hal itu akan mudah dilakukan. Rangsang bagian syaraf motorik anak dengan berbagai gerakan yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan kaki dan tangan.

3 Gerakan Menstimulasi Kemampuan Bayi untuk Tengkurap
Masing-masing ibu memiliki trik dan cara mengajari anak tengkurap. Tentu saja ini disesuaikan dengan kondisi fisiknya. Jika bayi Anda cukup aktif, tanpa diajari pun akan bisa dengan sendirinya. Karena faktanya posisi tengkurap sangat nyaman bagi bayi yang sangat ingin mengeksplorasi kemampuan bergerak. Tahapan selanjutnya setelah ini adalah merangkak.

Namun bagi Anda, bunda yang memiliki balita yang pasif. Sangat wajib memberikan dukungan dalam bentuk mengajarkan gerakan agar syaraf motoriknya bisa berkembang sebagai mana mestinya. Beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan bersama bayi diantaranya.

1. Bayi yang belum bisa mengangkat kepalanya sendiri. Bisa Anda bantu dengan cara memberi bantal di belakang ketika posisinya sedang tengkurap. Ini akan membiasakan menanggung beban tubuh bagian belakang terutama leher.

2. Ketika sedang duduk, tengkurapkan bayi di paha Anda. Cara ini akan membuat buah hati terbiasa mengangkat kepalanya. Jika dilakukan secara rutin, kemampuannya akan semakin bagus.

3. Tengkurapkan bayi setiap hari kurang lebih 2-3 menit. Pada awal belajar tidak perlu terlalu lama menengkurapkan bayi karena kondisinya belum terlalu kuat. Namun jika sudah terbiasa bisa dilakukan kurang lebih 7-10 menit perharinya.

Dengan melakukan ketiga cara mengajari anak tengkurap diatas. Anda tidak perlu khawatir jika terjadi hal yang tak diinginkan. Gerakan tersebut sangat aman disamping kondisi otot bayi yang masih lentur tidak akan menyebabkan cidera. Namun, Anda harus tetap berhati-hati saat memposisikan bayi. Jangan sampai anak Anda malah tidak nyaman.

Baca juga: Tahapan Pertumbuhan Bayi Usia 0 - 12 Bulan dan Perkembangannya

Keuntungan Posisi Tengkurap Bagi Bayi
Banyak orang tua yang lebih senang menengkurapkan anaknya ketika mandi, pijat, ataupun tidur. Tentu saja ini memiliki alasan yang sangat bermanfaat. Bayi yang diposisikan seperti ini tidak akan terlalu banyak aktif bergerak sehingga orang tua bisa menggendong atau bahkan memberi pijatan dengan mudah. Beberapa keuntungan lainnya antara lain.

1. Meningkatkan motorik halus
Tengkurap memang akan membatasi gerakan dari bayi. Namun ternyata kondisi ini justru akan merangsang perkembangan syaraf halusnya dimana anak akan belajar menarik dan menggenggam mainan ataupun sesuatu yang ada di dekatnya.

2. Mengistirahatkan tubuh bagian belakang
Pada kondisi terlentang, tubuh bagian belakang lebih banyak bekerja dan kadang kala bayi akan terasa kepanasan dan tidak nyaman. Karena itulah Anda harus mengetahui cara mengajari anak tengkurap agar saat anak rewel bisa segara mengetahui solusinya. Posisi tengkurap akan membuat punggung dan leher rileks.

3. Menguatkan otot leher
Posisi tengkurap akan melatih bayi mengangkat kepalanya. Kemampuan ini jika tidak dilatih sedari awal bisa menyebabkan beberapa fungsi motorik tidak bekerja optimal. Beda halnya jika anak sudah biasa dengan keadaan ini. Maka otot lehernya akan kuat sehingga kemampuan menoleh ataupun mendangak bisa dilakukan dengan baik.

Begitu bermanfaatnya kondisi tengkurap bagi perkembangan anak. Oleh sebab itu, jika bayi yang berusia lebih dari 6 bulan namun tidak kuat saat ditengkurapkan, Anda harus waspada. Lakukan segera penanggulangan dengan menggunakan beberapa gerakan yang sudah disebutkan diatas. Perhatikan waktu dan kondisi bayi agar bisa berlatih dengan nyaman.

Cara Mengajari Anak Tengkurap
Ketika Anda mengalami masalah yang berkaitan dengan perkembangan anak. Banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah kesehatan. Bayi yang sering sakit-sakitan tentu saja memiliki kekebalan yang kurang maksimal. Hal ini bisa mengganggu kondisi fisiknya. Dan yang lebih parah ketika usia hampir satu tahun, kemampuannya mengangkat kepala sangat kurang.

Kini ada banyak cara mengajari anak tengkurap. Beberapa gerakan sangat mudah dilakukan dengan bayi saat di rumah. Dengan mengajaknya bermain, secara tidak langsung Anda mengenalkan dan melatih anak posisi tengkurap. Jika masih belum kuat menopang tubuh dan mengangkat kepala, lakukan cara berikut ini dengan perlahan namun teratur setiap harinya.

1. Tidurkan bayi di lantai
Langkah ini mungkin terdengar sangat aneh. Namun nyatanya bisa memberikan hasil yang sempurna. Bayi yang ditidurkan di lantai akan bergerak dengan posisi tengkurap untuk mengambil benda-benda atau mainan yang ada di sekitarnya. Berikan alas yang nyaman dan aman agar bayi tidak lecet saat bergerak merangkak.

2. Pijatan
Banyak ibu yang rutin memijatkan bayinya setiap beberapa bulan sekali. Cara ini mampu merangsang beberapa otot yang berperan dalam mengatur pergerakan anak agar aktif. Tentu saja ada bagian tertentu yang akan dipijat. Biasanya setelah dipijat bayi akan lebih rileks dan kekebalan tubuhnya meningkat.

3. Tidur bersama dengan posisi tengkurap
Cara mengajari anak tengkurap bisa dilakukan secara langsung. Anda bisa memberikan contoh kepada bayi dengan tidur pada posisi ini. Dengan begitu maka anak akan meniru segala aktivitas yang Anda lakukan dan secara tidak langsung berlatih untuk tidur pada posisi menghadap punggung.

4. Menengkurapkan bayi di kaki
Kontak batin antara anak dan orang tua menjadi cara jitu mengajarkan posisi tengkurap. Cobalah dengan menengkurapkan anak di kaki saat Anda sedang duduk. Kenyamanan menjadi kunci utama agar bayi bisa belajar dengan cepat.

5. Senam bayi
Tidak hanya ibu saja yang memiliki program senam, bayipun juga bisa diajak bergerak sesuai dengan aturan yang ditentukan. Cara ini mengajarkan bayi untuk melakukan beberapa gerakan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan. Jangan takut akan terjadi cidera, karena semua gerakan sudah sesuai dengan prosedur bagi kesehatan anak.

Tips Agar Anak Mau Belajar Tengkurap
Tidak semua bayi merasa nyaman saat diajarkan cara mengajari anak tengkurap. Beberapa malah ada yang menangis karena merasa asing dan akhirnya rewel. Meskipun dibujuk dengan berbagai mainan, tetap saja tidak mempan karena moodnya sedang jelek. Cobalah beberapa tips dibawah ini agar anak mau belajar tengkurap.

1. Siapkan mainan warna-warni yang menjadi favoritnya.
Anak Anda akan bergerak mengikuti gerakan yang Anda ajarkan karena ingin mendapatkan mainan yang Anda pegang. Lakukan secara perlahan dan jangan terlalu lama

2. Beri kesempatan berkali-kali
Jika saat mencoba tengkurap, ternyata bayi Anda gagal dan malah terjungkal. Jangan langsung pesimis. Lakukan lagi dan berilah dia kesempatan untuk mengulanginya sampai berhasil atau lelah. Perhatikan kondisinya dan jangan memaksa.

Banyak cara mengajari anak tengkurap yang terbukti mampu memberikan hasil yang maksimal. Jika gagal dengan cara yang satunya, gunakan yang lain. Dan ingat jangan terlalu memaksa dan lakukan secara santai sembari bermain.
Baca selengkapnya »
Cara Melatih Bayi Agar Bisa Miring ke Kiri dan ke Kanan Sendiri

Cara Melatih Bayi Agar Bisa Miring ke Kiri dan ke Kanan Sendiri

Mengamati perkembangan buah hati adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan bagi setiap orang tua. Pada setiap perkembangan yang terjadi pada si kecil akan memberikan kebanggaan tersendiri, apalagi untuk para ibu. Selain mengamati, para orang tua juga bisa membantu buah hatinya dalam menjalani setiap tahap perkembangan. Misalnya orang tua bisa membantu bayi bagaimana cara melatih bayi miring.

Melatih Bayi Miring adalah Bagian dari Tahap Perkembangan
Membantu buah hati dengan cara melatih bayi miring akan membantu si kecil dalam melewati tahap perkembangannya. Tahapan ketika bayi mulai bisa miring adalah awal saat bayi akan masuk pada tahap tengkurap. Jika si kecil sudah bisa melewati tahap pertumbuhan ini, artinya sistem kerja otot dan syarafnya sudah bisa bekerja dengan baik. Dan tentu saja hal ini merupakan sebuah perkembangan yang bagus.

cara melatih bayi miring, cara melatih bayi miring kiri, bayi miring kanan, bayi miring, bayi

Cara melatih bayi miring bisa Anda lakukan dalam berbagai cara. Yang paling peting dan harus Anda perhatikan adalah jangan sampai lengah. Tetap pastikan keamanan  si kecil ketika Anda mengajarkan cara melatih bayi miring. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Melatih Bayi Miring dengan Rangsangan
Ada banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk melatih bayi miring. Salah satunya adalah dengan memberikan rangsangan. Rangsangan ini hanyalah sebagai pancingan agar bayi bisa menggerakkan tubuhnya untuk miring. Ketika sudah bisa memiringkan badannya sendiri, maka tahap selanjutnya adalah tengkurap. Nah berikut ini adalah beberapa rangsangan yang bisa Anda berikan untuk bayi.

1. Rangsangan Tummy Time
Rangsangan pertama yang bisa Anda berikan sebagai cara melatih bayi miring adalah dengan tummy time. Tummy time sendiri adalah kegiatan meletakkan si kecil pada posisi tengkurap. Ketika bayi sudah dalam posisi tengkurap biarkan dalam waktu 3-5 menit. Selanjutnya, balikkan lagi badannya dan lakukan cara ini secara berulang-ulang.

Baca juga:
Pertumbuhan Bayi Usia 6 Bulan dan Perkembangan Fisik yang Terjadi 
Pertumbuhan Bayi Usia 7 Bulan dan Perkembangan Fisik yang Terlihat
Pertumbuhan Bayi Usia 8 Bulan dan Perkembangan Fisik yang Dialami

2. Merangsang dengan Mainan
Cara ini adalah cara paling mudah yang bisa Anda lakukan. Letakkan mainan kesukaan si kecil dengan posisi di samping badannya. Hal ini bertujuan agar bayi bisa memiringkan sendiri badannya jika ingin mengambil mainan yang disukainya tersebut.

3. Memberikan Semangat dan Dukungan
Selalu berikan semangat pada si kecil ketika melalui proses ini. Semangat dari Anda akan semakin memberikan motivasi pada si kecil untuk bisa melalui tahap perkembangannya. Ketika si kecil berhasil memiringkan tubuhnya, jangan lupa untuk memberikan ucapan selamat. Walaupun belum sepenuhnya mengerti, si kecil akan bisa menangkap apa yang Anda sampaikan.

4. Meletakkan bantal di samping tubuh bayi
Cara melatih bayi miring selanjutnya bisa Anda lakukan dengan memberikan bantal di samping bayi. Bantal ini akan merangsang bayi untuk menegakkan tubuhnya, terutama di sisi tubuh yang tidak terhalang bantal. Dengan begitu bayi akan berusaha untuk memiringkan tubuh dengan sendirinya.

5. Tidur di Sebelah Bayi
Sama seperti cara sebelumnya, cara melatih bayi miring ini juga merangsang bayi agar bisa memiringkan tubuhnya ke arah Anda. Berbeda dengan bantal, jika Anda tidur di samping bayi, Anda bisa sekaligus menstimulasi si kecil agar menghadap ke arah Anda. Adanya stimulasi ini mau tidak mau akan membuat bayi berusaha memiringkan tubuhnya.

Melatih Bayi Miring dengan Treatment pada Fisiknya
Jika berbicara tentang treatment, pasti yang terpikir adalah perawatan. Ya, Anda bisa menggunakan beberapa perawatan tubuh pada bayi sebagai tambahan dalam cara melatih bayi miring. Treatment pada fisik bayi ini akan membantu agar perkembangan otot-otot pada si kecil bisa lebih cepat. Ada beberapa treatment yang bisa Anda coba gunakan.

Baca juga: Usia Berapa Bayi Bisa Miring Sendiri dan Tengkurap? Ini Waktunya

▪ Melatih Otot Leher Bayi
Tahap saat bayi mulai bisa memiringkan tubuhnya adalah satu tahap sebelum bayi mulai bisa tengkurap. Untuk itu Anda perlu melatih kekuatan otot leher bayi, agar si kecil memiliki otot leher yang kuat. Nantinya ketika si kecil sudah mulai memiringkan tubuhnya, dia tidak akan takut. Caranya bisa dilakukan dengan menahan si kecil di dada Anda dalam posisi tengkurap selama beberapa menit.

▪ Melakukan Pijat Bayi
Treatment fisik seperti pijatan akan membuat otot-otot bayi semakin rileks dan tidak kaku. Pijat di beberapa titik tubuh juga bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan motorik si kecil. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat untuk membantu si kecil dalam melewati tahap memiringkan tubuhnya.

▪ Senam Bayi
Senam bayi juga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin melatih bayi Anda untuk memiringkan tubuhnya hingga tengkurap. Pada senam bayi, tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan beberapa gerakan yang sesuai dengan umur bayi. Instruktur senam pun dipilih khusus yang berpengalaman dalam menangani bayi. Gerakan-gerakannya akan membantu si kecil agar nantinya dia bisa memiringkan tubuh sendiri.

▪ Melatih keseimbangan bayi
Dalam tahapan ketika bayi mulai memiringkan tubuhnya, tentu saja diperlukan keseimbangan yang baik agar bayi bisa memiringkan sebagian badannya. Anda bisa membantu melatih keseimbangan bayi dengan cara menempatkan dada si kecil pada bagian perut Anda. Dalam menjalai proses ini Anda perlu ekstra sabar sampai bayi bisa mendapatkan keseimbangannya sendiri.

▪ Melakukan Terapi untuk Bayi
Cara terakhir dengan terapi ini bisa Anda lakukan jika bayi masih belum bisa memiringkan sendiri tubuhnya hingga pada usia tertentu. Bayi yang terlambat untuk belajar atau terlambat dalam mengalami perkembangan fisik membutuhkan treatment ini untuk membantu si kecil. Tapi ingat Anda harus memastikan terapis yang Anda gunakan adalah terapis yang profesional dan hanya khusus menangani bayi saja.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan oleh Orang Tua
Selain mengetahui cara-cara yang bisa dilakukan untuk membantu si kecil agar bisa memiringkan tubuhnya, ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan oleh para orang tua. Beberapa hal ini adalah hal-hal yang penting untuk diingat para orang tua dalam membantu si kecil menjalani setiap tahap perkembangannya. Diantara yang harus diperhatikan oleh para orang tua adalah:

1. Memperhatikan Keamanan Si Kecil
Ada setiap rangsangan atau bantuan yang Anda berikan untuk merangsang si kecil memiringkan tubuhnya, Anda juga harus memastikan keamanannya bagi si kecil. Jangan sampai alih-alih membantu buah hati Anda melewati tahap perkembangannya, Anda justru tidak memperhatikan keamanannya dan justru bisa berakibat fatal.

2. Memilih Tenaga Ahli dan Profesional
Dalam beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu si kecil memiringkan tubuhnya, diantaranya adalah dengan menggunakan terapi seperti pijat atau senam untuk bayi. Nah, dalam hal ini, Anda harus benar-benar hati-hati saat memilih tenaga, baik terapis ataupun instruktur senamnya.

3. Mencukupi Kebutuhan Nutrisi
Selain cara melatih bayi miring yang bisa Anda lakukan seperti yang disebutkan di atas, untuk membantu perkembangan motorik si kecil Anda juga harus memperhatikan asupan nutrisinya. Berikan makanan bergizi seimbang yang dibutuhkan si kecil terutama adalah makanan yang banyak mengandung kalsium. Kalsium akan membantu memperkuat tulang buah hati Anda sehingga si kecil bisa menjalani proses tumbuh kembangnya dengan baik.

4. Memeriksakan Kesehatan Secara rutin
Ketika pada usia tertentu bayi Anda belum ada tanda-tanda sedang menjalani tahap tumbuh kembang yang seharusnya terjadi, Anda sebagai orang tua harus peka. Ketika hal itu terjadi, segeralah periksakan kesehatan si kecil ke dokter. Hal ini hanya untuk mengantisipasi jikalau keterlambatan tahap perkembangan yang terjadi adalah indikasi adanya masalah kesehatan pada bayi.

5. Jangan Memaksakan
Yang juga penting untuk diingat dalam cara melatih bayi miring adalah Anda tidak boleh memaksakan pada si kecil. Ketika Anda berniat membantu si kecil agar bisa memiringkan tubuhnya sendiri, jangan sampai Anda memaksakan pada bayi. Saat bayi sudah mulai menangis karena lelah atau menunjukkan bahwa ia bosan, sebaiknya Anda hentikan sebentar.

Setiap tahap perkembangan yang dijalani oleh si kecil dalam masa pertumbuhannya adalah suatu hal yang penting. Penting bagi setiap orang tua untuk memperhatikan setiap perkembangan yang terjadi pada si buah hatinya. Dengan mengetahui tahap perkembangan yang terjadi pada si kecil, orang tua bisa membantu agar si kecil bisa melalui tahap tersebut dengan cara memberikan rangsangan ataupun dengan cara lain.

Beberapa cara melatih bayi miring di atas hanyalah beberapa cara yang bisa Anda coba lakukan untuk membantu buah hati Anda melalui tahap memiringkan tubuh sebelu akhirnya tengkurap. Ada beberapa cara lain yang bisa Anda coba. Yang paling penting adalah selalu konsultasikan setiap perkembangan yang terjadi pada dokter dan selalu jaga asupan nutrisi untuk si kecil.
Baca selengkapnya »
Beranda

Perkembangan Bayi

Perlengkapan Bayi