Setiap tahap perkembangan pada anak adalah sebuah proses yang sangat penting dan tak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Apalagi saat a...
Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ini Penjelasan Waktu dan Fasenya

Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ini Penjelasan Waktu dan Fasenya

Dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan pada bayi, munculnya gigi pada sang buah hati tentu menjadi momen yang sangat di tunggu – tunggu oleh para orang tua. Masa – masa pertumbuhan gigi pada bayi ini tentunya membutuhkan waktu yang lumayan lama sama halnya dengan proses bayi bisa berjalan dan juga melatih kemampuan berbicaranya. Karena prosesnya yang lama ini maka tak heran jika para orangtua sangat menantikan sekali fase – fase ini.

Pertumbuhan dan perkembangan gigi pada setiap bayi tidak semuanya sama. Pada umumnya pertumbuhan gigi susu atau gigi primer pada bayi di mulai pada usia bayi mulai memasuki umur 6 sampai dengan 7 bulan. Namun terkadang juga ada sebagian bayi yang mengalami pertumbuhan bayi pada usia satu tahun lebih. Hal ini wajar – wajar saja bunda, jadi bagi anda para orang tua tidak perlu terlalu khawatir.

usia berapa bayi tumbuh gigi, bayi tumbuh gigi, umur bayi tumbuh gigi, bayi, gigi bayi tumbuh, gigi bayi, waktu tumbuh gigi bayi

Pentingnya Mengetahui Usia Pertumbuhan Gigi pada Bayi
Laju pertumbuhan gigi pada bayi sangatlah bervariasi sehingga hal ini harus diketahui oleh para orang tua. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini yaitu karena asupan kalsium yang berbeda – beda saat kehamilan sang ibu. Tidak selamanya ibu hamil yang mempunyai asupan kalsium yang banyak saat masa kehamilannya akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang cepat pula. Hal ini dkarenakan daya serap kalsium pada setiap janin berbeda – beda.

Karena laju pertumbuhan gigi pada bayi yang sangat bervariatif tersebut bukan berarti para orangtua tidak bisa melakukan apa –apa untuk membantu proses pertumbuhan gigi pada sang buah hati. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan para orangtua untuk merangsang pertumbuhan gigi anaknya.

Hal pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan biskuit kepada bayi sehingga bayi bisa belajar menggigit. Langkah lainnya yaitu dengan memberikan bayi mainan gigitan yang aman dan juga terjaga kebersihannya.

Jenis – jenis Gigi yang Tumbuh
Sebelum membahas mengenai fase – fase pertumbuhan gigi pada bayi, alangkah baiknya kita mengenal jenis – jenis gigi terlebih dahulu. Berikut ini akan dijelaskan sedikit mengai beberapa jenis gigi serta fungsinya.

1. Gigi seri
gigi seri yaitu gigi yang terletak pada bagian depan baik pada rahang atas maupun rahang bawah. Gigi seri sendiri mempunyai kegunaan yaitu untuk menggigit makanan. Pada umumnya gigi seri atas dan bawah muncul pada waktu yang bersamaan.

2. Gigi taring
Selanjutnya yaitu ada gigi taring. Letak gigi taring yaitu mengapit gigi seri pada rahang atas dan rahang bawah dan biasanya bentuknya sedikit lancip dibandingkan gigi lainnya. Kegunaan dari gigi taring sendiri yaitu untuk memotong makanan.

3. Gigi geraham depan
Jenis gigi selanjutnya adalah gigi geraham depan. Gigi geraham depan ini terletak setelah gigi taring pada rahang atas maupun rahang bawah. Fungsi gigi geraham depan sendiri yaitu untuk mengahncurkan makanan.

4. Gigi geraham belakang
Selain gigi geraham depan jenis gigi lainnya yaitu adalah gigi geraham belakang. Sama halnya dengan gigi geraham depan, gigi geraham belakang ini juga berfungsi untuk menghancurkan makanan namun bedanya yaitu dia memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan gigi geraham belakang.

Nah itu tadi merupakan penjelaan mengenai jenis – jenis gigi. Selanjutnya kita akan membahas mengenai fase – fase pertumbuhan gigi pada bayi.

Fase – Fase Pertumbuhan Gigi pada Bayi
Fase pertumbuhan pada bayi terjadi pada waktu yang sangat bervariasi. Normalnya bayi mulai tumbuh giginya pada usia antara 6 sampai dengan 7 bulan. Akan tetapi ada juga bayi yang tumbuh giginya pada usia yang dini dan sebagian ada yang agak terlambat. Hal ini dikarenakan fase pertumbuhan gigi pada setiap bayi tidak semuanya sama. Jadi bagi para orang tua hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Berikut ini akan dijekaskan mengenai tahap – tahap pertumbuhan gigi pada bayi.

1. Usia 5 bulan
Usia bayi tumbuh gigi sangat bervariasi, misalnya pada usia 5 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi mulai menunjukkan ciri – cirinya gigi akan muncul. Akan tetapi ada sebagian bayi yang lebih awal tumbuhnya dan ada juga yang agak mundur. Pada saat ini,biasanya pertumbuhan gigi bayi akan ditandai dengan membengkaknya gusi dan gusi akan berwarna kemerahan. 

Selain itu, tanda bayi akan tumbuh gigi juga dapat ditandai dengan bayi yang mudah menangis dan rewel. Hal ini karena bayi merasa tidak nyaman dengan keadaan sesaat sebelum gigi mereka tumbuh. Bayi juga akan sering untuk menggigit benda yang karena gusi bayi anda pada saat sebelum tumbuh gigi biasanya akan terasa gatal. Sehingga membuat bayi merasa tidak nyaman dan ingin menggesek-gesakkan sebuah benda ke gusinya.

2. Usia 6 bulan
Normalnya bayi akan mulai tumbuh giginya pada usia 6 bulanan sampai dengan 7 bulan. Pada usia ini gigi pertama bayi akan mulai muncul yaitu diawali pada bagian gigi yang berada di rahang bawah.

Pertumbuhan gigi pada bayi usia 6 bulanan ini biasanya ditandai dengan munculnya dua gigi seri pada bagian rahang bawah secara bersamaan. Pada saat gigi sudah muncul, anda dapat memebersihkan gigi bayi anda setelah mereka disusui atau setelah mereka makan dengan cara diseka.

3. Usia 7 bulan
Setelah kemunculan dua gigi seri pada rahang bawah, usia bayi tumbuh gigi ada pada saat bayi berusia 7 bulan biasanya akan mulai tumbuh lagi gigi seri di bagian rahang atas bagian depan. Pada usia bayi 7 bulan biasanya mereka sudah mulai bisa diberika makanan dengan tekstur yang agak padat. Sehingga dapat merangsang pertumbuhan gigi dengan lebih cepat.

4. Usia bayi 9 – 16 bulan
Usia bayi tumbuh gigi selanjutnya adalah saat bayi mulai memasuki 9 sampai dengan 16 bulan. Setelah kemunculan gigi seri bagian atas dan bawah, tahapan selanjutnya yaitu munculnya gigi seri samping yang berpasang – pasangan kanan dan kiri pada rahang atas dan juga rahang  bawah.

5. Usia 14 bulan
Usia 14 bulan merupakan usia bayi tumbuh gigi pada bagian atas rahang dan geraham. Pada usia ini gigi geraham bayi akan mulai muncul dimualai pada raham bagian atas dan selanjutnya disusul pada rahang bagian atas. Karena pertumbuhan gigi bayi yang bervariatif, ada sebagian bayi yang mulai tumbuh gigi gerahamnya pada usia 12 dan ada yang agak terlambat.

6. Usia 18 bulan
Pada usia bayi tumbuh gigi ini terjadi setelah tumbuhnya gigi geraham, selanjutnya pertumbuhan gigi bayi akan disusul dengan munculnya gigi taring pada bagian rahang bawah dan juga pada rahang atas. Biasanya rentang pertumbuhan gigi gerhaman ini terjadi pada bayi saat usia 16 sampai dengan 22 bulan.

7. Usia 24 bulan
Pada usia 24 bulan merupakan usia bayi tumbuh gigi geraham kedua bayi akan mulai tumbuh kembali. Kemunculan gigi geraham kedua ini tentunya diawali pada rahang bagian bawah dan kemudia baru diikuti pada rahang bagian atas.

Pertumbuhan kembali gigi ini dapat membuat anda agak sedikit rewel karena pertumbuhan gigi pada usia ini akan membuat bayi anda merasa sakit pada bagian gusi yang akan tumbuh gigi.

8. Usia 2 sampai dengan 3 tahun
Pada saat usia bayi 2 sampai dengan 3 tahun biasanya merupakan usia bayi tumbuh gigi setelah  semua fase pertumbuhan gigi susu pada bayi bagian depan yaitu gigi seri sampai dengan gigi geraham sudah selesai.

Biasanya pada usia bayi tumbuh gigi ini, gigi bayi anda sudah mulai lengkap pertumbuhannya yaitu pada kisaran usia antara 2 samapai dengan 3 tahun. Jumlah gigi lengkap ada adak biasanya berada pada kisaran 20 buah gigi, yaitu masing – masing 10 pada rahang bawah dan 10 pada rahang atas.

Nah, diatas tadi merupakan informasi mengenai usia bayi tumbuh gigi dan fase-fase pertumbuhan gigi pada bayi anda. Apabila bayi sudah mulai tumbuh giginya sebaiknya mulai sejak itu pula bunda harus selalu menjaga kebersihan gigi dan gusi bayi anda. Anda bisa menggunakan pasta gigi khusus untuk bayi dan pastikan anda menggosok gigi buah hati anda secara rutin.

Itulah informasi mengenai usia bayi tumbuh gigi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Aman agar Anak Tidak Cedera

Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Aman agar Anak Tidak Cedera

Menggendong bayi merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang tua, namun jika and tidak berhati-hati dalam menggendong bayi akan berdampak fatal dan tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan buah hati anda.

Menggendong seorang bayi tidak boleh sembarangan kareana tubuh bayi yang masih menggemaskan dan mungil ini sangatlah rapuh. Anda harus belajar menggendong bayi anda dengan luwes dan benar agar bayi anda merasa nyaman dan aman.

cara menggendong bayi yang benar, cara menggendong bayi yang aman, menggendong bayi, menggendong bayi yang benar, tips menggendong bayi, agar bayi tidak cedera digendong

Cara Menggendong Bayi yang Benar sesuai Usia
Menggendong bayi tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Nah, oleh karena itu  anda juga harus memperhatikan posisi menggendong bayi yang benar sesuai dengan usianya dan juga cara menggendong bayi yang benar. Cara menggendong bayi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Dan juga terdapat beberapa jenis cara menggendong bayi yang bisa anda terapkan pada saat menggendong bayi anda.

Untuk mengetahui cara menggendong bayi yang benar dan aman, yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Cara Menggendong Bayi Usia 0-3 Bulan
Cara menggendong bayi pada usia 0 hingga 3 bulan yang benar adalah dengan cara membungkukkan badan anda kearah bayi pada saat berada pada keadaan telentang. kemudian selipkan tangan anda pada bagan lehernya untuk bisa menyangga kepala bayi. Letakkan tangan anda pada bagian belakang badan bayi yang bertubuh mungil agar dapat menopang bagian punggung dan bokongnya.

Letakkan bagian kepala bayi, leher dan juga punggungnya pada lipatan siku tangan kanan Anda agar bayi merasa nyaman. Sedangkan tangan kiri dan telapak tangan satunya menopang bagian bokong bayi. Pastikan si kecil berada dekat dengan dada Anda untuk membuatnya merasa nyaman.

selain itu, anda juga dapat menggendong bayi anda dengan posisi badan yang tegak dan kepala bayi berada di atas bagu anda dengan menghadap kea rah belakang. Sandarkan bagian dada bayi anda tepat diatas dada anda, topang bagian lehernya dengan menggunakan satu tangan dan tangan yang lainnya menopang bagian punggung hingga ke bokongnya.

Bagi bayi yang usianya berada di atas satu bulan, anda dapat memposisikannya setengah duduk dengan satu tangan meyangga bagian bokong bayi dan tangan yang lainnya memegang bagian dadanya. Pastikan kepala bayi bersandar pada dada anda.

2. Cara Menggendng Bayi Usia 3 – 6 Bulan
Selanjutnya cara menggendong bayi dengan usia 3 hingga 6 bulan yang benar. Biasanya bayi akan merasa senang apabila digendong pada posisi duduk dan menghadap ke depan. Hal ini karena bayi sudah bisa duduk di pangkuan anda dan ia tidak betah jika dibaringkan.

pada saat bayi berada pada usia empat bulan, posisi menggendong bayi juga dapat menjadi lebih luwes lagi, anda bisa menggendongnya menghadap ke depan, belakang, ataupun berhadapan.

Sedangkan pada usia 5 bulan, akan lebih baik jika anda menggunakan kain gendongan. Hal ini karena tubuh bayi yang semakin berat. Anda bisa menggendongnya dengan posisi seperti mendudukkan bayi di pinggang, dan pada bagian depan perut dengan posisi berhadapan dengan menopangnya menggunakan satu lengan. Nah, dengan cara menggendong bayi yang seperti ini anda dapat melakukan kegiatan dengan lebih mudah.

untuk lebih jelasnya anda bisa menggunakan cara menggendong bayi 3 bulan sebagai berikut ini:

• Posisi Kacang Merah
Cara menggendong bayi pada posisi ini sama halnya dengan tanaman kacang merah. anda Cara menggendong bayi dengan posisi ini merupakan cara yang tepat bagi bayi anda yang berusia 2 hingga 3 bulan.

Posisi menggendong bayi dengan cara ini sama seperti pada saat bayi masih di dalam rahim. Cara menggendongnya adalah dengan membaringkan tubuh bayi anda pada satu lengan anda, sedangkan tangan yang lainnya digunakan untuk memegang bagian kaki bayi. Usahakan kepala bayi harus agak sedikit menekuk pada lengan untuk membuat bayi merasa sagat nyaman pada saat digendong.

• Gendongan di Atas Nampan
Cara menggendong bayi pada posisi yang tidak nyaman dapat menyebabkan bayi menjadi rewel. Apabila anda menggendong bayi anda dengan cara pertama, namun bayi anda merasa tidak nyaman. Anda bisa mencoba posisi menggendong bayi dengan cara menggendong bayi selanjutnya yaitu gendongan di atas nampan.

Cara menggendong bayi dengan posisi ini adalah dengan meletakkan bayi dibawah lengan, kemudian letakkan tubuh bayi bagian bawah terletak di perut Anda. biarkan kaki bayi ada  mengayun dan merasa bebas dan nyaman.

Apabila bayi anda merasa bosan dan ingin bermain maka anda bisa membuat posisi bayi anda untuk menghadap ke Anda sehingga anda bisa berkontak mata dengan bayi anda.  Pada posisi ini anda bisa dengan mudah menggoda dan mengajak bayi bicara sehingga mencegah masalah anak lambat bicara.

• Posisi Seperti Duduk di Kursi
pada saat bayi anda sudah berusia 3 bulan, anda bisa menggendong bayi anda dengan posisi seperti duduk di kursi. posisi dan cara menggendong bayi yang seperti ini dapat anda lakukan dengan membuat bayi bersandar pada tubuh Anda menghadap ke depan seperti Anda.

Setelah itu, pegang bagian kedua kaki bayi anda untuk membuat tulang belakang bayi lebih aman dan nyaman. Pada saat anda menggendong bayi dalam posisi ini Anda bisa mencoba untuk memegang lembut bagian tangan agar bayi tidak jatuh. Cara menggendong bayi pada posisi ini terkadang juga bisa berbahaya sehingga bayi benar-benar harus bertumpu pada badan Anda, dan bukan badan bayi sendiri.

• Menggendong Dengan Posisi M
Apabila anda lebih nyaman dengan cara menggendong bayi anda menggunakan gendongan, pastikan anda mengetahui cara menggendong bayi dengan benar dan tepat. Bayi yang berusia 3 bualn biasanya sudah memiliki tulang punggung yang cukup kuat.

Oleh karena itu, anda sudah bisa mulai menggendongnya menggunakan alat bantu kain gendongan bayi yang lembut dan nyaman. Pastikan bayi anda menghadap ke tubuh anda, dan posisikan kaki bayi agak jongkok dan posisikan lutut bayi dengan nyaman.

Pada posisi ini, pastikan leher bayi anda leih tegak dan bersandar pada kain gendongan yang anda gunakan. Walaupun anda sudah menggunakan gendongan, namun tetap pastikan anda menopang bagian tubuh belakang bayi anda dengan benar.

• Menggendong di Bahu Anda
Cara menggendong bayi usia 3 bulan yang terahir adalah dengan menggunakan metode terakhir yaitu cara menggendong bayi di bagian bahu Anda. Cara ini sangat baik untuk mengatasi bayi yang sering muntah setelah minum susu formula atau ASI karena dapat mengeluarkan udara yang tertelan selama menyusui.

Cara menggendongnya juga cukup mudah, anda hanya perlu memegang bagian kepala bayi dan bagian belakang bayi anda denga menggunakan kedua tangan yang berbeda. Setelah itu, biarkan bagian tubuh bayi bersandar pada tubuh Anda, dan kepala bayi terjatuh dalam bahu anda. Tahan agar bagian kepala bayi tidak terlalu menunduk untuk menghindari hal-hal fatal yang mungkin terjadi.

3. Cara Menggendong Bayi Usia di Atas 6 Bulan
Pada usia 6 bulan keadaan bayi sudah tidak terlalu ringkih lagi karena bagian tulang dan otot bayi juga sudah semakin kuat. Untuk itu, pada usia ini anda bisa menggendong bayi dengan berbagai macam posisi.

Anda bisa menggendong bayi pada posisi duduk di bagian depan dada anda dengan menggunakan satu tangan yang menyangga bokongnya. Sedangkan, posisi tangan lainnya melingkari bagian perutnya, dengan posisi bayi yang duduk dan setengah berhadapan dengan badan anda akan membuat bayi merasa nyaman. Anda bisa menggunakan alat bantu gendongan yang terbuat dari kain.

4. Cara Menggendong Bayi Usia di Atas 8 Bulan
Cara menggendong bayi pada usia diatas  8 bulan ini tetap dianjurkan bagi orang tua yang masih ingin menggendong anaknya. Namun, meskipun demikian jangan terlalu sering untuk menggendong anak anda. Pastikan anda memberikan kesempatan bagi anak anda untuk mengekplorasi kemampuannya baik di kasur ataupun dilantai.

Anda bisa menggendong bayi dengan posisi menghadap ke anda dan posisi kaki melingkari bagian pinggul anda. Cara menggendong bayi pada posisi ini sudah aman karena otot dan tulang bayi sudah mulai kuat dan tidak rapuh lagi.

Itulah informasi mengenai cara menggendong bayi yang baik dan benar agar bayi anda tidak mengalami cidera. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Bunda, Ini Berat Normal Bayi Usia Baru Lahir (0 Bulan), Catat Ya!

Bunda, Ini Berat Normal Bayi Usia Baru Lahir (0 Bulan), Catat Ya!

Taukah anda apakah bayi anda memiliki berat normal bayi baru lahir atau tidak? Menjaga kesehatan dan memantau perkiraan berat badan bayi saat masih di dalam kandungan merupakan hal yang penting, karena meski terlihat lucu, bayi yang lahir dengan berat badan berlebih tidak kalah mengkhawatirkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari normal.

Bayi Normal setelah dilahirkan akan langsung menangis dan tidak memiliki kelainan cacat bawaan. Apabila berat bayi saat dilahirkan kurang, dikhawatirkan ada gangguan pada pertumbuhan organ bayi.

berat normal bayi baru lahir, berat normal bayi 0 bulan, berat bayi baru lahir, berat bayi 0 - 12 bulan, bayi baru lahir

Berapa Normal Berat Badan Bayi Baru Lahir?
Bayi baru lahir normal adalah bayi baru lahir dari kehamilan yang aterm (37-42 minggu) dengan berat normal bayi baru lahir sekitar 2500-4000 gram. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah bayi dilahirkan.

Biasanya bidan atau perawat akan menimbang berat badan bayi anda pada saat bayi anda baru saja dilahirkan dan berat badan bayi biasanya akan dicantumkan dalam papan nama beserta dengan nama anda.

Pentingnya Mengetahui Panjan dan Berat Normal Bayi Baru Lahir
Mengetahui berat normal bayi baru lahir merupakan suatu hal yang penting. Hal ini karena dari berat badan tersebutlah kita dapat mengetahui apakah bayi anda terlahir sehat atau tidak. Biasanya berat badan bayi premature memiliki berat badan yang lebih rendah dari bayi normal pada umumnya.

Bayi yang memiliki berat badan normal dapat dikatakan sudah memiliki organ tubuh yang sehat dan sempurna, sehingga bayi yang lahir dengan berat badan normal akan lebih sehat dan tidak rentan terserang penyakit jika dibandingkan dengan bayi yang tidak memiliki berat badan yang ideal.

Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi Baru Lahir
Berat normal bayi baru lahir dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi selama masa kehamilan berlangsung. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir adalah sebagai berikut:

1. Faktor lingkungan internal
Faktor lingkungan internal yang dapat mempengaruhi berat badan bayi adalah umur ibu, jarak kelahiran, paritas, kadar hemoglobin, status gizi ibu hamil, dan kesehatan ibu selama kehamilan.

2. Faktor lingkungan eksternal
Adapun faktor lingkungan eksternal yang dimaksud yaitu meliputi kondisi lingkungan, asupan zat gizi dan tingkat sosial ekonomi ibu hamil.

3. Faktor penggunaan sarana kesehatan
Maksudnya adalaha sarana kesehatan yang berhubungan frekuensi pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Faktor yang secara langsung atau internal mempengaruhi berat bayi lahir antara lain adalah sebagai berikut:

a. Usia ibu hamil
Umur ibu erat kaitannya dengan berat normal bayi baru lahir. Pada ibu yang memiliki usia kehamilan masih muda, organ reproduksinya belum berkembang secara maksimal Selain itu semakin muda usia ibu hamil, maka akan terjadi bahaya bayi lahir kurang bulan, perdarahan dan bayi lahir ringan. Hal inilah yang dapat menyebabkan berat badan bayi yang anda lahirkan tidak normal dan bahkan dapat melahirkan bayi premature dengan bobot yang ringan.

b. Jarak kehamilan/kelahiran
Jarak kehamilan juga dapat menjadi penyebab berat badan bayi normal atau tidak normal. Menurut BKKBN jarak kelahiran yang ideal adalah 2 tahun setelah anda melahirkan seorang anak.

Jarak kelahiran yang pendek dapat menyebabakn bayi yang anda lahirkan tidak mendapatkan berat badan yang normal karena berbagai macam hal. Salah satunya adalah seorang ibu belum cukup untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah melahirkan sebelumnya sehingga berpengaruh pada berat normal bayi baru lahir yang dikandungnya.

c. Paritas
Paritas adalah keadaan mengenai jumlah atau banyaknya anak yang dilahirkan oleh seorang wanita. Paritas dikatakan tinggi bila seorang ibu atau wanita melahirkan anak ke empat atau lebih. Seorang wanita yang sudah mempunyai empat anak dan terjadi kehamilan lagi keadaan kesehatannya akan mulai menurun.Misalnya saja biasanya wanita akan sering mengalami kurang darah (anemia). Selain itu, anda juga dapat berisiko terjadi perdarahan lewat jalan lahir dan letak bayi sungsang.

d. Kadar hemoglobin (Hb)
Kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil sangat mempengaruhi berat bayi yang dilahirkan.  Anemia pada ibu hamil ternyata juga dapat menambah risiko bayi yang anda lahirkan lahir dengan berat badan yang kurang. Selain itu, anemia juga dapat meyebabkan kmatian pada ibu hamil atau bayinya. 

Hal ini disebabkan karena kurangnya suplai darah nutrisi akan oksigen pada plasenta yang akan berpengaruh pada fungsi plasenta terhadap janin sehingga hal tersebut mempengaruhi berat badan bayinya. Jadi untuk itu, pastikan anda mengkonsumsi makanan yang dapat menambah sel darah merah anda.

e. Status gizi ibu hamil
berat normal bayi baru lahir dipengaruhi oleh status gizi seorang ibu. Status gizi ibu pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Selain itu pada saat hamil, makanan yang kita konsumsi secara tidak langsung dapat menentukan berat bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu, pemantauan gizi pada ibu hamil sangatlah penting untuk dilakukan. Pengukuran antropometri merupakan salah satu cara untuk menilai status gizi ibu hamil.

f. Kesehatan ibu selama masa kehamilan
berat normal bayi baru lahir dipengaruhi oleh kesehatan ibu selama kehamilan. Ada faktor-faktor yang bisa mendorong terjadinya bobot tubuh bayi yang rendah saat dilahirkan, seperti tekanan darah ibu yang tinggi, masalah jantung, atau kebiasaan merokok, minum alkohol, atau obat terlarang selama masa kehamilan. Apabila si ibu menderita diabetes, maka bobot bayi yang akan lahir juga biasanya lebih besar.

Faktor faktor yang mempengaruhi berat normal bayi baru lahir baik secara eksternal atau secara tidak langsung adalah sebagai berikut:

1. Faktor lingkungan, hal ini berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan serta ketinggian tempat tinggal.

2. Faktor ekonomi dan sosial juga dapat mempengaruhi anda untuk melahirkan bayi dengan berat badan yang kurang normal. Misalnya seperti jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil.

Bagaimana cara mengetahui berat badan janin saat kehamilan?
Nah, sekarang bagaimana cara mengetahui berat badan bayi anda, apakah bayi anda memiliki berat badan yang tergolong normal atau tidak. Yuk simak cara mengetahui berat badan normal bayi baru lahir berikut ini:

1. Gunakan Timbangan
Hal pertama yang harus ada untuk mengukur berat badan bayi anda adalah anda harus menyediakan timbangan terlebih dahulu. Sebenarnya apabila anda lahir dengan bidan atau di rumah sakit, anda bisa secara langsung mengetahui informasi mengenai berat badan bayi anda. Perawat dan bidan biasanya akan langsung menimbang bayi anda.

Namun, walaupun demikian anda bisa melakukannya sendiri dengan cara menimbang bayi anda sendiri dirumah. Anda bisa menggunakan rimbangan dan meteran khusus bayi untuk mengukur berat dan panjang badan bayi anda.

2. Bandingkan Hasilnya
Langkah selanjutnya adalah anda dapat membandingkan hasil angka yang ada di alat denga grafik pertumbuhan berat bayi normal berdasarka usia bayi anda. grafik yang akan kami cantumkan dibawah ini merupakan grafik standar berat badan yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia atau dikenal dengan singkatan WHO yang dijadikan sebagai acuan dari semua dokter yang ada di Indonesia.

Tabel Berat Badan Normal Bayi Baru Lahir
Tabel Berat Badan Normal Bayi Baru Lahir Perempuan

Usia (Bulan)    Berat (Kg)
0            2.4 – 4,2
1            3,2 – 5,4
2            4,0 – 6,5
3            4,6 – 7,4
4            5,1 – 8,1
5            5,5 - 8,7
6            5,8 – 9,2
7            6,1 – 9,6
8            6,3 - 10,0
9            6,6 – 10,4
10            6,8 – 10,7
11            7,0 - 11,0
12            7,1 - 11,3

Sedangkan untuk tabel berat badan normal bayi baru lahir laki-laki adalah sebagai berikut:

Usia (Bulan)    Berat (Kg)
0            2,5 – 4,3
1            3,4 – 5,7
2            4,4 – 7,0
3            5,1 – 7,9
4            5,6 – 8,6
5            6,1 – 9,2
6            6,4 – 9,7
7            6,7 – 10,2
8            7,0 - 10,5
9            7,2 – 10,9
10            7,5 – 11,2
11            7,4 - 11,5
12            7,8 - 11,8

Itulah tabel merupakan rentang peengukuran berat badan bayi yang dikeluarkan oleh WHO baik untuk bayi perempuan ataupun bayi laki-laki.

Nah, anda bisa menggunakan tabel tersebut untuk mengukur berat badan bayi anda. apabila hasilnya masih berada dalam rentang sesuai usianya.
Baca selengkapnya »
Bayi Cegukan Bolehkan Disusui? Ibu Perlu Tahu Hal Ini

Bayi Cegukan Bolehkan Disusui? Ibu Perlu Tahu Hal Ini

Cegukan merupakan suatu hal yang wajar terjadi pada seorang bayi, khususnya bagi bayi yang baru lahir dan berusia di bwah 1 tahun. Bayi yang baru lahir sangat rentan sekali mengalami cegukan, hal ini karena sistem pernafasan dan sistem pencernaan pada bayi yang belum sempurna.

Cegukan yang dialami oleh bayi bisa membuat orang tua menjadi panik, khususnya bagi orang tua yang baru saja memiliki seorang bayi. sebenarnya, seperti yang sudah kami jelaskan tadi cegukan merupakanhal yang normal terjadi pada bayi. Namun, cegukan yang disertai dengan muntahan atau semacamnya yang dapat dikatakan mengganggu bayilah yang wajib anda waspadai.

boleh bayi cegukan disusui, bayi cegukan, menyusukan bayi cegukan, bayi, ibu menyusukan bayi cegukan, cegukan bayi

Cegukan pada bayi biasanya akan berhenti atau hilang dengan sendirinya tanpa harus melakukan tindakan yang berlebihan. Namun, walaupun demikian terdapat beberapa tanda cegukan pada bayi yang membutuhkan perhatian khusus dan harus segara ditangani.

Proses Terjadinya Cegukan pada Bayi Baru Lahir
Cegukan pada bayi baru lahir sebenarnya terjadi karena adanya reaksi pada diafragma. Proses terjadinya cegukan adalah disebabkan oleh otot diafragma yang memisahkan rongga dada dan perut, tepatnya di bawah tulang rusuk, yang berguna untuk membantu mengendalikan pernapasan yang mengalami ontraksi secara mendadak.

Reaksi pada otot diafragma tersebutlah yang menyebabkan diafragma mengencang tanpa disadari secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, maka akan membuat pita suara yang ada di kerongkongan tertutup sehingga terjadilah cegukan.

Pita suara yang tertutup akan menghasilkan bunyi khas cegukan pada bagian atas tenggorakan bayi anda. 

Kondisi yang Perlu Diwaspadai saat Bayi Cegukan
Bagi bayi sehat, cegukan mungkin merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi. Namun, untuk sebagian bayi cegukan dapat menganggu bayi tidak dapat bernapas dengan normal.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai pada saat bayi mengalami cegukan adalah sebagai berikut ini.

1. Bayi mengalami gastroesophageal reflux disease atau refluks asam lambung
Bayi yang mengalami penyakit tersebut kemungkinan akan lebih sering cegukan. Hal yang harus anda perhatikan ketika bayi cegukan adalah jika cegukan bayi disertai dengan upaya untuk meludah atau batuk dan rewel, maka segera konsultasikan masalah tersebut kepada dokter spesialis anak.

2. Bayi Sering Cegukan
Terlalu sering cegukan juga merupakan kondisi yang harus anda waspadai. Hal ini karena pada saat bayi terlalu sering mengalami cegukan yang secara terus menerus walaupun sudah menginjak usia diatas 1 tahun, maka hal ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius pada bayi Anda.

3. Cegukan Pada Bayi Prematur
Cegukan yang terjadi pada bayi yang terlahir premature juga harus diwaspadai karena bayi yang tengah menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilasi mekanis, bisa menyebabkan komplikasi pada saat cegukan. Cegukan mungkin terjadi karena adanya gangguan atau masalah sumbatan saluran pernapasan pada bagian tas dan kurangnya frekuensi pernapasan pada bayi anda.

Penyebab Cegukan pada Bayi Baru Lahir
Sebelum kita menjawab pertanyaan mengenai bolehkah menyususi bayi cegukan, sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu hal-hal yang menjadi penyebab cegukan pada bayi yang baru lahir.

Nah, bagi anda yang ingin tahu mengenai penyebab cegukan pada bayi. Yuk, simak ulasan tentang penyabab bayi cegukan dan bolehkah menyusui bayi cegukan secara lengkap berikut ini.

1. Terlalu kenyang
Penyebab bayi cegukan yang pertama adalah karena bayi anda terlalu kenyang. Oleh karena itu, sebaiknya anda jangan memberikan ASI pada bayi anda secara teratur, jangan biarkan bayi anda merasa kekenyangan. Hal ini karena, tidak hanya menyebabkan bayi cegukan namun dapat mengganggu sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna juga.

Keadaan bayi yang merasa kekenyangan akan membuat bayi anda cegukan, untuk itu sebisa mungkin anda harus berhenti menyusui bayi sebelum terlalu kenyang.

2. Menelan Udara Terlalu Banyak
Penyebab cegukan pada bayi yang kedua adadlah disebabkan oleh udara yang masuk ke dalam mulut bayi yang terlalu banyak. Hal tersebut bisa terjadi pada bayi yang meminum susu dengan menggunakan dot atau botol susu bayi. Bayi akan menelan udara terlalu banyak pada saat botol susu bayi sudah kosong, namun bayi tetap mengedotnya. Oleh karena itu, karena boto yang beirsi susu sudah habis dan hanya berisi udara inilah yang dapat menyebabkan bayi cegukan.

Selain itu, bayi bisa menelan banyak udara pada posisi menyusui yang kurang tepat untuk dilakukan oleh anda sebagai seorang ibu. Pastikan anda menyusui bayi anda dengan posisi yang tepat agar tidak ada udara yang ikut masuk ke dalam mulut bayi. 

3. Minum atau Makan Terlalu Cepat
Bagi bayi yang baru lahir, mereka akan lebih sering mengalami cegukan. Selain disebabkan oleh beberapa hal yang sudah dijelaskan diatas, bayi cegukan juga disebabkan karena mereka meminum susu atau memakan makanan pendamping susu dengan terlalu cepat.

Misalnya saja, bayi yang sudah sangat lapar akan membuat bayi tergesa-gesa pada saat meminum susu. Padahal hal tersebut bisa memicu terjadinya cegukan.

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi Baru Lahir
Untuk mengatasi masalah cegukan pada bayi yag disebabkan oleh beberpaa hal yang sudah dijelaskan sebelumnya. Seanjutnya kami akan membahas mengani cara mengatasi bayi cegukan yang bisa adna lakukan pada bayi anda.

Biasanya ibu akan menyusui bayi cegukan untuk menghentikan cegukannya. Namun, juga terdapat beberapa cara mengatasi cegukan bayi selain dengan menyusui bayi cegukan yang bisa dan coba lakukan.

Nah, untuk mengatahui beberapa cara atau metode yang bisa anda coba dirumah pada saat bayi anda sedang cegukan. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Posisi Bayi Berdiri
Cara mengatasi bayi cegukan yang pertama adalah dengan memposisikan bayi untuk berdiri. Anda bisa melakukan cara ini dengan meletakkan kepala bayi ke bahu anda dengan posisi seperti berdiri.

Pastikan bahwa posisi bayi anda berada dalam keadaan berdiri dengan menghadap ke anda, kemudian tekan punggung bayi secara perlahan sampai cegukannya hilang.

2. Posisi Bayi Duduk
Seperti namaya, cara mengentikan cegukan pada bayi yangs satu ini dilakukan dengan cara memposisikan bayi anda untuk duduk. Kemudian tekan secara perlahan bagian pinggang dan perut bayi hingga cegukannya mereda.

3. Metode Dipangku
Cara yang ketiga untuk menghetikan bayi cegukan adalah dengan cara memangku bayi anda. pangku bayi anda terlebih dahulu, kemudian berikan sedikit tekanan pada daerah punggung bayi anda untuk mengurangi atau menghentikan cegukan pada bayi anda.

Namun, hal terpenting yang harus anda ingat adalah jangan terlalu kerasa menekan punggung, pinggang, atau perut bayi anda agar bayi anda tidak merasa kesakitan.

4. Menyusui Bayi Cegukan
Cara berikutnya yang dapat anda lakukan untuk menghentikan cegukan pada bayi adalah dengan cara menyusui bayi cegukan. Cara mengatasi cegukan pada bayi yang satu ini dapat anda lakukan untuk menghentikan cegukan yang dialami oleh bayi anda.

Dalam beberapa kasus cara menyusui bayi cegukan yang satu ini tergolong merupakan cara yang ampuh dan efektif untuk menghentikan cegukan. Ketika anda menyusui bayi cegukan, anda tidak perlu panik. Anda hanya perlu memberikannya jeda atau berhenti sejenak sambil membuat bayi merasa tenang.

Menyusui bayi cegukan harus dilakukan pada posisi menyusui yang benar. Anda bisa mengganti posisi menyusui bayi cegukan yang anda lakukan. Atau anda bisa membuatnya untuk bersendawa terlebih dahulu tunggu hingga beberapa menit sampai cegukannya berhenti. Hal ini dapat membantu menghentikannya pada saat anda menyusui bayi cegukan.

Namun, jika bayi sudah terlalu sering mengalami cegukan, pastikan anda menyusui bayi cegukan secara perlahan-lahan. Jika perlu tunda dulu untuk menyusui bayi namun jangan tunda terlalu lama karena hal ini dapat membuat bayi anda menjadi rewel.

Namun, walaupun demikian cegukan seringkali tidak mengganggu proses menyusui pada bayi. hal ini karena tak jarang bayi yang cegukan masih tetap bisa tidur dengan tenang.

5. Membiarkannya hingga sembuh sendiri
Selain dapat menyusui bayi cegukan, anda juga bisa membiarkan cegukan tersebut sampai sembuh sendiri. Hal ini karena cegukan akan berhenti dengan sendirinya secara alami.

Apabila anda merasa cegukan bayi tidak mengganggu atau tidak membuat bayi anda merasa tersiksa, anda dapat membiarkannya hingga sembuh sendiri.

Itulah beberapa informasi mengenai cegukan yang sering terjadi pada bayi. Jjadi, kesimpulan mengenai pertanyaan bolehkah bayi cegukan disusui jawabannya adalah boleh. Bahkan hal tersebut sering dijadikan sebagai cara yang efektif untuk menghentikan cegukan pada bayi oleh para ibu yang berpengalaman. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Apakah Bahaya Bayi Suka Menghisap Jarinya? Ini Penjelasannya

Apakah Bahaya Bayi Suka Menghisap Jarinya? Ini Penjelasannya

Pernahkah kalian melihat bayi (usia sekitar 4 hingga 6 bulan) yang selalu menghisap atau mengemut jarinya? Ataukah bayi anda sendiri yang selalu melakukan hal ini? Jika iya, pasti kalian bertanya-tanya wajar tidak sang bayi menghisap jemarinya? dan apakah dampak dari “mengemut” jari ini bagi kesehatan sang bayi?

Baiklah, untuk membalas rasa penasaran anda, mari kita kupas satu persatu alasan mengapa bayi selalu menghisap jari-jarinya dan simak juga beberapa dampak dari kegiatan ini bagi kesehatan sang bayi.

bahaya bayi menghisap jari, bayi menghisap jari, jari bayi, bayi, resiko bayi menghisap jari,

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai bahaya bayi menghisap jari yang dapat anda ketahui dan tips mengatasi bayi yang suka menghisap jarinya.

Alasan Bayi Menghisap Jarinya
Pada dasarnya kegiatan menghisap ini sudah dilakukan sang bayi sejak berada di dalam kandungan, maka tak heran ketika lahir dia selalu mencari-cari puting sang ibu untuk dihisap.

1. Membuat Bayi Merasa Nyaman
Hal ini bisa membuat sang bayi merasa nyaman. Maka tak heran jika bayi pada usia sekitar 4 bulan hingga 18 bulan selalu memasukkan benda-benda yang ada di sekelilingnya kedalam mulut mereka. Bahkan jari mereka sekalipun. Sehingga para bunda sebaiknya tidak perlu khawatir jika bayi anda kerap sekali menghisap jemarinya.

2. Menyesuaikan dengan Lingkungan Barunya
Kegiatan menghisap jari yang dilakukan seorang bayi ini merupakan hal yang lumrah untuk membuat dirinya merasa nyaman berada dilingkungan tersebut. Kerena biasanya seorang bayi menghisap jemari mereka ketika mereka merasa gelisah ataupun lelah dan hampir semua bayi melakukan hal ini pada usia 4 hingga 18 bulan.

Namun setiap bayi memiliki fase perkembangan yang berbeda ya. Maka dari itu, memang ada beberapa bayi yang sudah melakukan kegiatan menghisap jarinya dari usia 4 bulan dan ada juga yang memulainya di usia 8 bulan.

Tetapi, anda harus waspada jika bayi anda melakukan kegiatan menghisap jari ini sampai diusia lebih dari 18 bulan, karena usia wajar bayi menghisap jari yakni mulai usia 4 hingga 18 bulan.

Bahaya Bayi Menghisap Jari yang Wajib Anda Ketahui
Sebenarnya fase memasukkan beberapa benda kedalam mulut (bahkan menghisap jemari) yang dilakukan sang bayi merupakan suatu proses dari pembelajaran mulut sang bayi. Namun, walaupun kegiatan menghisap jari ini merupakan hal yang wajar bagi sang bayi, sebaiknya bunda jangan membiarkan bayi bunda melakukannya terlalu sering karena ada beberapa bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan ini.

Berikut ini beberapa bahaya bayi menghisap jari yang harus anda ketahui:

1. Dapat Membuat Bayi Terluka
Jika sang bayi sudah mulai terbiasa menghisap jemarinya, bukan tidak mungkin jika mereka mulai berani memasukkan beberapa benda ke dalam mulutnya. Hal ini sangat berbahaya bagi bayi anda. Mengapa demikian?

Bayangkan saja jika anda lengah mengawasi buah hati anda dan bayi anda menemukan mainan di sekitarnya yang salah satu sisinya pecah. Kemudian sang bayi memasukkan mainan yang pecah tersebut ke dalam mulutnya. Hal ini sangat membahayakan bagi bayi anda, mainan dengan sisi yang pecah tersebut akan melukai mulut sang bayi.

Bahkan bahaya bayi menghisap jari yang satu ini juga bisa membuat mulutnya berdarah. Luka ini sangatlah mengkhawatirkan. Bayi akan merasakan sakit dan susah untuk makan ataupun minum. Tidak hanya itu, dia akan terus menangis dan rewel karena rasa sakit yang dideritanya. 

2. Dapat Merusak Gigi dan Rahang Sang Bayi
Tahukan anda jika bulan ke 6 hingga bulan ke 10 merupakan fase pertumbuhan gigi bagi sang bayi. Pada usia ke 6 hingga ke 7 bulan, bayi akan mengalami pertumbuhan gigi premier atau yang sering kita sebut sebagi gigi susu. Dan pada usia ke 6 hingga ke 10 bulan, gigi seri pertama yang terletak di bawah juga akan muncul.

Jika bayi anda pada usia antara 4 hingga 18 bulan sering menghisap jari atau barang-barang di sekitarnya, maka jangan menyesal jika terdapat kerusakan pada gigi dan rahang sang bayi.

Benar sekali jika bahaya bayi menghisap jari adalah bayi bisa saja menghisap atau menggigit benda keras yang ada di sekitar bayi. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan gigi sang bayi tidak baik. Selain posisi yang tidak baik, bahaya bayi menghisap jari lainnya adalah lama kelamaan hal ini akan berakibat pada rahang sang bayi. Sehingga bentuk rahang juga akan menjadi tidak baik.

3. Dapat Menghambat Kemampuan Berbicara Sang Bayi
Bahaya bayi menghisap jari yang berikutnya adalah dapat menghambat kemampuan berbicara bayi anda. Apa alasan menghisap jari dapat menghambat kemampuat bicara sang bayi? Baiklah jadi, simak alasannya berikut ini.

Jika anda terus membiarkan sang bayi melakukan kegiatan menghisap jarinya, maka mereka akan terus menerus melakukan kegiatan ini. Mereka akan merasa nyaman dan terlena dangan memainkan benda-benda kesukaannya di dalam mulut mereka, sehingga mereka akan jarang dan malas untuk berlatih berbicara.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, salah satu bahaya bayi menghisap jarinya adalah menghambat kemampuan berbicaranya.

4. Rentan Terkena penyakit
Tahukan anda apa bahaya bayi menghisap jari lainnya? Jadi, bahaya bayi menghisap jari yang lainnya adalah sang bayi akan rentan terserang penyakit karena virus. Mengapa demikian?

Pada dasarnya semua benda yang ada di sekitar kita banyak terjangkit virus dan bakteri yang berasal dari debu ataupun kotoran lainnya. Bayangkan jika sang bayi menghisap benda-benda disekitarnya sebelum bunda sempat membersihkannya? Berapa banyak kuman atau virus yang masuk ke dalam mulut sang bayi.

Hal ini juga bisa terjadi jika sang bayi menghisap jemarinya. Karena dapat dikatakan bahwa jari sang bayi sebenarnya tidaklah bersih. Bayi kerap sekali memegang benda-benda yang dia rasa menarik. Melalui proses memegang ini, virus atau kuman yang terdapat di benda tersebut akan bindah ke tangan sang bayi.

Dan jika anda tidak membersihkan tangan sang bayi, maka virus tersebut akan dengan mudah masuk ke dalam mulut bayi pada saat mereka menghisap jemarinya.

5. Menurunkan Sistem Imun Bayi
Virus-virus yang ada pada jari yang tidak higienis akan menyebabkan kekebalan tubuh sang bayi menurun sehingga akan mengakibatkan mereka rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, demam, dan lainnya.

Contoh lain, jika bayi anda menemukan koran disekitarnya dan langsung meletakkannya ke dalam mulutnya. Bisakah anda menebak apakah yang akan terjadi? Resiko kanker. Kok bisa? Hal ini bisa saja terjadi karena tinta pada kertas koran mengandung timbal yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan pada sang bayi dan bahaya lainnya dapat memicu sel kanker untuk berkembang di dalam tubuh.

Nah, itu tadi beberapa bahaya bayi menghisap jari yang dilakukan sang bayi. Namun anda tidak perlu khawatir ada beberapa tips yang ampuh untuk mengurangi kebiasan bayi anda menghisap jemarinya.

Tips Menghentikan Bayi untuk Tidak Menghisap Jarinya
Berikut tips-tips agar sang bayi tidak terbiasa menghisap jemari:

1.Buatlah sang buah hati merasa nyaman, ceria dan tertawa
Membuat bayi anda merasa nyaman, ceria dan tertawa merupakan cara menghentikan bayi menghisap jarinya. Sehingga mereka tidak akan menghisap jemarinya sebagai tindakan pelarian terhadap rasa kecewa, marah, gelisah, dan kesal. Cara ini merupakan suatu cara efektif untuk bisa membuat bayi anda berhenti menghisap jarinya dan juga menghentikan kebiasaan buruk yang bisa bayi anda lakukan

2. Beri Kegiatan pada Bayi
Berikanlah kegiatan yang membuat sang buah hati menaruh perhatian kepada anda. Seperti mengajaknya bercanda, mendongeng, atau kegiatan lainnya. Hal ini sangat ampuh karena bayi tidak akan melamun yang dapat menyebabkannya mengisap sesuatu di sekelilingnya.

Anda bisa membuat bayi sibuk dengan anda, dan pastikan anda selalu menemani dan mendampingi bayi anda.

3. Pastikan Bayi Anda tidak Menghisap Jarinya
Anda juga dapat melarang sang bayi menghisap jemarinya dengan cara melepasakan tangan sang bayi secara perlahan. Sehingga, sang bayi akan memahami bahwa tindakannya tidak boleh dilakukan.

Namun jangan melarangnya dengan teguran yang menggunakan nada tinggi, karena anak akan bertanya-tanya “mengapa tidak boleh?” sehingga mereka akan melakukannya secara terus menerus.

Itulah informasi mengenai bahaya bayi menghisap jari dan tips menghentikan bayi agar tidak lagi menghisap jarinya atau menghentikan kebiasaan buruknya. Sekian yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih.
Baca selengkapnya »
17 Penyebab Bayi Kuning dan Solusi Pengobatannya

17 Penyebab Bayi Kuning dan Solusi Pengobatannya

Penyakit kuning merupakan hal yang wajar terjadi pada bayi yang baru lahir, namun jika penyakit kuning berlangsung lama terjadinya bisa jadi hal ini bukanlah hal yang normal. Penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah proses terjadinya perubahan warna pada area kulit dan juga pada area mata yang berubah warna menjadi kuning.

Penyakit kuning umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir premature atau bayi yang kekurangan cairan. Penyakit kuning umumnya bisa sembuh dengan sendirinya atau dapat sembuh jika dilakukan pengobatan sesuai saran dokter.

bayi kuning, penyebab bayi kuning, cara mengatasi bayi kuning, pengobatan bayi kuning, bayi, obat bayi kuning

Faktor Penyebab Bayi Kuning yang Baru Lahir
Penyakit kuning biasanya akan menyerang tubuh bayi 3 sampai 4 hari setelah itu penyakit tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun, hal ini berbeda dengan bayi premature yang baru lahir, biasanya bayi premature akan menderita penyakit kuning selama satu hingga dua minggu.

Walaupun penyakit kuning biasa terjadi pada bayi yang baru lahir, namun anda angan anggap remeh penyakit kuning. Hal ini karena penyakit kuning termasuk ke dalam jenis penyakit yang berbahaya. Apabila penyakit ini tidak segera diatasii maka akan terjadi kerusakan pada organ otak yang dinamakan kernikterus dan menyebabkan masalah yang terjadi seumur hidup.

Nah, pertanyaannya adalah apa saja hal yang dapat menjadi penyebab bayi kuning. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1. Kekurangan Cairan
Penyebab bayi kuning yang pertama adalah karena bayi kekurangan cairan. Penyakit kuning akan menyerang tubuh bayi yang kekurangan cairan, khususnya bagi bayi yang baru lahir. Hal ini terjadi karena kadar air yang ada didalam tubuh tidak mencukupinya. Hal inilah yang menyebabkan menyebabkan kadar bilirubin mengalami peningkatan sehingga menyebabkan penyakit kuning atau biasa disebut dengan jaundice.

2. Kadar Bilirubin Berlebihan
Sebenarnya faktor utama penyebab bayi kuning adalah karena kadar bilirubin yang ada dalm tubuh bayi yang berlebihan. Bilirubin sendiri merupakan suatu pigemn warna kuning, yang apabila pigmen ini di hasilkan secara berlebihan maka akan menyebabkan warna tubuh bayi menjadi kuning.

Bilirubin erupakn pigemn warna kuning yang ada pada sel darah merah. Penyakit kuning yang dialami bayi baru lahir terjadi karena bayi mengalami kelebihan bilirubin. Bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning yang ada pada sel darah merah. Bliritubin sendiri sebenarnya merupakan produk tambahan yang di produksi tubuh pada saat tubuh melakukan proses pemecahan sel darah merah yang sudah rusak atau sudah tua.

Nantinya bilirubin ini akan diuraikan oleh organ hati dan akan dikeluarkan melalui feses.

Apila organ hati tidak dapat bekerja dengan baik, maka hal tersebutlah yang dapat menyebabkan penyakit kuning pada warna kulit, mata, hingga gusi bayi.

3. Organ Hati Yang Belum Matang
Bayi yang abru lahir biasanya memiliki organ yang masih belum sempurna, misalnya saja organ hati yang belum matang sempurna. Hal inilah yang menjadi penyebab bayi kuning.

Terutama bayi yang baru lahir secara premature, biasanya sangat rentan sekali terkenan penyakit kuning karena organ yang ada dalam tubuhnya masih belum bekerja dengan sempurna.

4. Infeksi
Infeksi juga bisa menjadi penyebab bayi kuning atau bayi terkena penyakit kuning. Infeksi yang ada dalam tubuh bayi memiliki potensi untuk membuat bilirubin menumpuk.

Nah, penumpukan bilirubin yang terjadi inilah yang nantinya akan menjadi faktor pemicu terjadinya penyakit kuning pada bayi yang baru saja lahir.

5. Kekurangan Enzim G6PD
Bayi yang kekurangan enzim G6PD atau juga dikenal dengan nama glukosa 6 phospate dehydrogenase juga bisa menjadi penyebab bayi kuning. Enzim ini biasanya berada pada aliran darah merah yang memiliki fugsi untuk mencegah terjadinya kerusakan sel darah merah di tubuh bayi.

Oleh karena ini, ibu hamil harus memiliki gizi yang cukup dan seimbang agar nantinya bayi yang akan dilahirkan tidak menderita penyakit kuning.

6. Ikterus Ringan
Ikterus dengan jenis yang seperti ini akan menggantikan sesuatu yang normal dan tidak membahayakan. Salah satu penyebabnya adalah dapat membuat kuit bayi berwarna kuning selama 24 jam sampai 12 hari. Namun penyebab bayi kuning yang disebabkan oleh ikterus ringan ini tidak akan sampai mengenai telapak tangan serta telapak kaki.

7. Ketidakcocokan Darah Ibu dan Bayi
Adanya ketidakcocokan antara golongan darah ibu dan bayi juga dapat menjadi penyebab bayi kuning. Biasanya ketidakcocokan ini terjadi karena status rhesus juga menjadi penyebab bayi terkena penyakit kuning.

Hal ini akan memicu terjadinya pembentukan bilirubin yng berlebihan yang ada pada di aliran darah atau gangguan pada proses pengeluaran bilirubin lewat buang air besar bayi.

Sebagai contoh, apabila seorang ibu memiliki golongan darah B atau A sedangkan bayi memiliki golongan darah O maka bayi akan memiliki rhesus positif sementara bayi memiliki rhesus negatif yang nantinya ketidak cocokan ini akan menderita penyakit kuning.

8. Kerusakan Organ Hati
Penyebab bayi kuning yang berikutnya pada bayi baru lahir adalah karena terjadi kerusakan pada organ hati. Organ hati yang rusak selama masa perkembangan janin pada saat mengandung, akan menyebabkan bilirubin tidak terurai dengan baik sehingga hal ini akan mnyebabkan bayi yang nantinya lahir akan mengalami penyakit kuning.

9. Ikterus Patologis
Ikterus patologis atau penyakit kuning yang tidak normal juga dapat menjadi penyebab bayi kuning saat baru lahir. Jika bayi anda mengalami penyakit kuning semacam ini maka usahakan bayi anda segera mendapatkan penanganan yang baik dari dokter.

Hal tersebut akan berdampak kepada kerusakan organ otak yang dapat teracuni. Ikterus patologis yang terjadi juga dapat mengakibatkan rusaknya syaraf dan bisa menyebabkan cacat serta kondisi berat lain pada bayi.

Adapun tanda-tanda bayi yang terkena penyakit ini adalah kulit bayi akan berwarna kuning pada bayi yang dilahirkan sampai dengan 2 minggu. Hal tersebut akan menjalar ke bagian telapak tangan dan kaki. Selain itu, warna feses bayi akan berubah menjadi pucat karena organ hari tidak bisa menguraikan pigmen warna bilirubin.

10. Kekurangan ASI
Bayi baru lahir yang tidak tercukupi kebutuhan ASI juga dapat menjadi penyebab bayi kuning. Biasanya hal ini akan terjadi pada ibu yang mengalami kesulitan untuk menyusui, hal tersebut akan menjadi penyebab bayi kuning selanjutnya.

Oleh karena itu, pastikan anda mencukupi kebutuhan ASI untuk bayi yang baru lahir. Namun, untuk masalah mengapa ASI bisa menyebabkan bayi menjadi kuning pada saat lahir masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa dalam ASI terdapat beberapa zat yang dapat mengurangi kemampuan hati dalam memproses bilirubin.

11. Hepatitis Nepnatal
Beberapa jenis virus dan bakteri juga bisa memicu bayi anda terkena hepatitis. Penyakit hepatitis inilah yang juga menjadi penyebab bayi kuning selanjutnya. Beberapa contoh virus yang dapat membuat bayi kuning adalah virus dengan nama  rubella, hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C dan cytomegalovirus.

Bayi baru lahir yang mengalami hepatitis neonatal dapat terjadi pada saat bayi berada di dalam kandungan atau pada bulan pertama setelah bayi dilahirkan. Selain itu, penyakit kuning pada bayi yang disebabkan oleh adaya gangguan pada sistem imun yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh bayi sehingg sel darah merah menjadi hancur dan juga menyebabkan adanya komplikasi atau gangguan infeksi yang serius berikutnya.

12. Galaktosemia
Penyebab bayi kuning yang selanjutnya adalah adanya kadar galaktosemia yang meningkat. Galaktosa adalah gula susu yang ada dalam tubuh bayi yang baru lahir. Biasanya bayi yang baru lahir dengan galaktosemia, maka bayi tersebut tidak memiliki enzim yang dibutuhkan dalam pemecahan galaktosa tersebut.

Tingginya kadar galaktosa inilah yang dapat menjadi penyebab bayi mengalami sirosis hati dan kemudian menimbulkan penyakit kuning pada bayi.

13. Atresia Bilier
Atresia bilier menurut medis adalah kerusakan yang terjadi pada empedu yang berada dari hati menuju ke usus kecil. Hal ini bisa menjadi penyebab bayi kuning jika terjadi terus menerus.

Hal ini terjadi karena tanpa adanya saluran saluran empedu, maka empedu tersebut akan tertimbun pada organ hati dan hal inilah yang nantinya akan menyebabkan penyakit kuning pada bayi karena organ hati yang tidak bekerja dengan baik.

14. Infeksi Darah Bayi
Penyebab bayi kuning yang selanjutnya adalah disebabkan oleh adanya infeksi pada darah bayi. untuk mengatasi hal tersebut bayi memerlukan penyinaran disebuah ruangan khusus atau bisa juga dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari.

15. Bayi Lahir Prematur
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bayi yang lahir premature juga bisa menjadi penyebab bayi kuning. Misalnya saja bayi yang terlahir prematur sebelum 37 minggu kehamilan.

Mengapa bisa demikian? Hal ini karena organ hati pada bayi yang premature tidak dapat bekerja dengan baik dan sempurna. Sehingga dapat meningkatkan kadar bilirubin yang berlebih yang dapat menjadi penyebab bayi kuning. 

16. Hipotiroidisme / kretinisme
kekurangan hormon tiroid juga bisa menjadi penyebab bayi kuning. Hal ini biasanya terjadi pada masa kehamilan.

17. Fibrosis kistik
Fibrosi Kistik juga dapat menjadi penyebab bayi kuning. Fibrosis kistik ini merupakan sebuah penyakit genetik yang dapat menyebabkan produksi cairan tubuh yang lengket sehingga bisa menyumbat saluran-saluran dalam tubuh, salah satunya saluran empedu yang nantinya tidak dapat menguraikan bilirubin dalam tubuh.

Cara Mengatasi Bayi Kuning secara Efektif
Berikut beberapa cara mengatasi bayi kuning yang cukup efektif untuk membantu pemulihannya:

• Beri ASI sesering Mungkin
Pastikan anda memberikan ASI kepada bayi secara rutin dan jangan sampai telat. Hal ini untuk mencegah bayi kekurangan cairan dan agar bayi tidak terkena penyakit kuning karena fungsi hati yang bekerja secara efektiff.

• Menangani bayi kuning dengan metode fototerapi
Fototerapi atau penyinaran merupakan pengobatan penyakit kuning yag sangat efektif untuk digunakan. Hal ini karena cahaya yang dibutuhkan dapat menurunkan bilirubin yang ada dalam tubuh bayi.

Anda bisa meminta bantuan medis untuk melakukan hal ini, selain itu efek samping kepada bayi juga tidak terlalu banyak terjadi.

• Jemur di Bawah Sinar Matahari
Cara efetif mengatasi penyakit bayi kuning juga dapat dilakukan dengan menjemur bayi anda dibawah sinar matahari saat pagi hari.

• Tindakan Medis
Jika penyakit kuning yang dialami bayi sudah tergolong parah, pastikan anda segera menghubungi dokter dan melakukan tindakan medis agar tidak berujung fatal.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab bayi kuning dan cara efektif mengatasinya. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
15 Ciri Bayi Kuning Sudah Sembuh dan Sehat Sepenuhnya

15 Ciri Bayi Kuning Sudah Sembuh dan Sehat Sepenuhnya

Bayi yang baru lahir biasanya akan terkena penyakit kuning atau biasa disebut dengna jaundice. Hal ini karena banyaknya kadar bilirubin yang ada dalam darah yang cukup tinggi. Sehingga hal tersebut dapat membuat kulit bayi anda menjadi kuning.

Bilirubin merupakan zat yang bersifat toksin dalam tubuh bayi. bayi biasanya akan mengalami epenyakit kuning untuk beberpa hari pertama ketika ia baru lahir. Selain disebabkan oleh kadar bilirubin yang tinggi, bayi biasanya juga akan terkena penyakit kuning yang diakibatkan oleh adanay infeksi virus atau bakteri, kerusakan hati, kekurangan enzim, dan rendahnya sel darah merah yang ada di dalam tubuh bayi.

ciri bayi kuning sudah sembuh, bayi kuning sehat, ciri bayi kuning sehat, bayi kuning, bayi kuning sembuh, cara mengobati bayi kuning, bayi tidur

Bayi dikatakan menderita penyakit kuning yang tidak normal ketika bayi terlalu lama menderita penyakit, jika sudah demikian kami sarankan anda segara meminta bantuan dari dokter untuk mengatasi masalah ini.

Ciri Bayi Kuning Sudah Sembuh Total Secara Fisik

Bagi anda yang memiliki bayi yang menderita penyakit kuning, biasanya akan ditandai dengan ciri bayi kuning sudah sembuh berikut ini. Anda bisa melihat pada kondisi fisik dari bayi anda tanpa harus pergi ke dokter.

Nah, berikut ini ciri bayi kuning sudah sembuh yang dapat dilihat dari segi fisik bayi anda. Dengan begitu anda bisa mengetahui apakah sudah kembali normal atau belum.

1. Warna Kulit Normal
ciri bayi kuning sudah sembuh yang pertama adalah warna kulit bayi anda sudah berubah normal dan tidak kuning lagi. Anda bisa melihat warna kulit yang normal dari ujung kepala hingga ujung kaki dan juga warna mata bayi.

Untuk bisa melihat secara jelas warna kulit bayi anda, anda bisa membawa bayi ke tempat yang mempunyai sinar/penerangan cukup. Setelah itu perhatikan warna kulit bayi anda, dan pastikan warnanya tidak kuning. Anda bisa melakukan percobaan kecil misalnya dengan menghimpit lembut telapak tangan, dahi, atau kakinya. Jika pada saat jari diangkat warna kulit bayi telah normal, maka itu berarti penyakit kuning yang diderita telah sembuh total.

2. Bayi Tampak Segar dan Fresh
Bayi yang menderita penyakit kuning biasanya akan tampak lesu dan tidak bersemangat. Biasanya bayi akan tidur selama seharian penuh dan tidak merasa lapar dan tidak memerlukan ASI.

Walaupun memang bayi yang baru lahir akan sering banyak tidur, namun bayi yang menderita penyakit kuning akan tampak berbeda.  Bayi yang menderita penyakit kuning biasanya akan tidur lebih dari 6 jam penuh dan jarang terbangun.

Ciri bayi kuning sudah sembuh adalah bayi akan sehat dan terlihat segar dan fresh kembai, berbeda dengan biasanya. Selain itu ciri bayi kuning sudah sembuh juga ditandai dengan bayi yang sudah banyak minum ASI dan bergerak aktif.

3. Warna Feses Bayi Normal
Ciri bayi  kuning sudah sembuh yang berikutnya adalah warna fesesnya yang sudah berwarna normal. Warna feses mengisyaratkan seorang sakit atau tidak begitu juga warna feses bayi.

Bayi yang mengalami penyakit kuning, biasanya warna fesesnya relative kuning pucat (keputihan) dengan sedikit warna abu-abu. Hal itu berarti, hati bayi tidak mengolah bilirubin yang tidak di keluarkan lewat darah serta tinja.

4. Bayi Ingin Menyusu
Ciri bayi kuning sudah sembuh berikutnya dapat anda ketahui dari nafsu makan dari bayi tersebut. Bayi yang sudah sembuh dari penyakit kuning akan selalu ingin mneyusu dan merasa lapar.

Hal ini berbeda dengan bayi yang terkena penyakit kuning yang tidak sempat merasa lapar. Bahkan pada saat bayi dibangunkan untuk meminum ASI atau susu formula bayi akan menampik untuk minum. Hal ini karena fungsi hati yang terganggu serta badan jadi menampik semuanya type makanan yang masuk.

5. Berat Tubuh Bayi Bertambah
Berat tubuh bayi yang semakin bertambah merupakan ciri bayi kuning sudah sembuh. Hal ini karena bayi yang sudah sembuh dari penyakit kuning akan mengkonsumsi ASI dan susu formula.

Setelah bayi sudah pulih dari penyakit kuningnya biasanya bayi akan selalu ingin meminum susu ASI atau susu formula. Biasanya berat bayi akan bertambah lebih dari batas garis minimum ke batas normal.

6. Warna Mata Normal
Tidak hanya warna kulit yang berwarna normal, ciri bayi kuning sudah sembuh yang lainnya dapat anda lihat dari warna matanya yang sudah normal. Hal ini karena bayi yang terkena penyakit kuning biasanya akan memiliki sisi mata yang berwarna putih juga akan terlihat kekuning-kuningan.

Jadi, apabila bayi sudah sembuh secara total dair penyakit kuning akan menunjukkan warna yang putih di daerah matanya. Mata bayi kuning yang sudah sembuh juga akan tampak berbinar.

7. Bayi Mulai Aktif
Bayi yang menderita penyakit kuning biasanya akan terlihat selallu lemas dan tidur sepanjang waktu. Hal ini karena penyakit kuning pada bayi menyerang organ hati yang ada di dalam tubuh bayi yang berfungsi untuk meningkatkan bilirubin.

Bayi yang sakit kuning juga tidak nafsu makan atau minum susu sehingga menyebabkan bayi selalu lemas. Nah, ciri bayi kuning sudah sembuh yang selanjutnya adalah bayi akan bergerak aktif kembali dan tidak merasa lemas lagi. Hal ini karena bayi akan selalu bersemangat untuk menyusui.

8. Suhu Tubuh Bayi Mulai Normal
Ciri bayi kuning sudah sembuh total yang selanjutnya adalah suhu tubuhnya sudha mulai kembali normal dibandingkan pada saat ia sakit. Pada saat bayi alami sakit kuning, suhu tubuh bayi dapat mencapai 37 derajat celcius dan dapat dikatakan sebagai demam. Ketika bayi sudah tidak demam dna suhu badan yang diukur dengan termometer tunjukkan angka sekitaran 36 derajat celcius. Sudah dapat dipastikan bayi anda sudah pulih dari penyakitnya.

9. Bayi Tidak Muntah
Penyakit kuning yang sudah parah dan kronis biasanya akan sering muntah karena sistem pencernaan bayi anda yang mulai terganggu keseluruhannya. Selain itu, bayi anda juga akan terserang demam dan tidak ingi makan atau minum ASI. Oleh karena itu, bayi akan sering muntah. Jadi, Ciri bayi kuning sudah sembuh adalah bayi anda sudah tidak mengalami muntah lagi. 

10. Bayi Nikmati Masa Menyusui
Bayi yang terkena penyakit kuning biasanya akan kehilangan nafsu makannya untuk meminum ASI. ia akan merasa malas dan tidak ingin meminum ASI, hal inilah yang menyebabkan bayi akan merasa lemas dan semakin tidak bergairah untuk mengkonsumsi ASI. Hal ini berbeda dengan bayi yang menderita sakit kuning, ciri bayi kuning sudah sembuh juga ditandai dengan kondisi bayi yang lahap menyusui.

11. Warna Gusi Normal
Tidak hanya warna kuli dan warna mata bayi yang berubah menjadi kuning, namun gusi bayi juga akan tampak berwarna kuning pada saat bayi anda menderita penyakit ini. Hal ini karena gigi bayi akan tumbuh pada saaat berumur 4 tahun, dan pada saat bayi baru lahir yang terjena penyakit kuning hal terssebut juga menyerang gusinya.

Namun, hal ini berbeda pada saat bayi kuning sudah sembuh total. Ciri bayi kuning sudah sembuh adalah gusinya akan berwarna normal dan tidak berwarna kuning lagi. 

12. Warna Urin Normal
Warna urin bayi yang terserang sakit kuning yaitu kuning pekat seperti teh. Jadi, satu diantara ciri bayi kuning sudah sembuh yaitu warna urinnya normal, atau dapat dikatakan bahwa warna urin akan kembali putih bening.

Ciri Bayi Kuning Sudah Sembuh zecara Medis
13. Kandungan Bilirubin pada Tes Darah Normal
Bilirubin merupakan pigmen kuning yang dibuat oleh penguraian sel darah merah. Ciri bayi kuning sudah sembuh adalah kandungan bilirubinnya berada dalam keadaan normal.

Kandungan billirubin yang normal untuk bayi adalah maksimum yaitu 10 mg/dl. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil tes laboratorium yang akan diakukan oleh pihak medis. Jika hasil tes menunjukkan kadar bilirubin kurang atau sama juga dengan 5 mg/dl,  hal ini berarti bayi anda sudah sembuh dari penyakit kuning.

14. Kandungan Bilirubin Tinggi, namun Keadaan Bayi Normal
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ciri bayi kuning sudah sembuh adalah memiliki kandungan bilirubin yang rendah yakni dibawah 12 mg/dl.

Apabila anda sudah melakukan tes laboratorium dan dokter sudah melakukan tes darah anda akan mengetahui kandungan bilirubin yang ada dalam tubuh bayi anda. jika kandungan bilirubin tinggi namun keadaan bayi yang dilihat dari warna kulit, mata, gusi, dan air kencingnya normal maka dapat dipastikan bayi anda sudah sembuh dari penyakit kuning yang diderita.

15. Kandungan Bilirubin Menurun
Jika pada asil tes pada kandungan billirubin dalam darah menunjukkan angka yang tinggi, belum juga pasti mengisyaratkan penyakit kuning masih tetap berada dalam tubuh bayi. hal ini karena kandungan billirubin pada pasien yang telah pulih selalu mengalami penurunan dalam beberapa waktu.

Penurunan bilirubin biasanya terjadi mulai dari 3 hinga 7 hari bayi dilahirkan. Kandungan bilirubin yang menurun merupakan ciri bayi kuning sudah sembuh yang dapat anda ketahui selanjutnya melalui bantuan medis.

Itulah beberapa ciri bayi kuning sudah sembuh yang dapat kami informasikan kepada anda. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Beranda

Perkembangan Bayi

Perlengkapan Bayi