Setiap tahap perkembangan pada anak adalah sebuah proses yang sangat penting dan tak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Apalagi saat a...
10 Cemilan Sehat untuk Bayi 10 Bulan Bisa Dibuat Sendiri

10 Cemilan Sehat untuk Bayi 10 Bulan Bisa Dibuat Sendiri

Memasuki umur 10 bulan, bayi mulai bisa belajar merangkak dan tumbuh gigi. Pertumbuhan gigi tersebut perlu dibarengi dengan nutrisi seimbang berupa makanan utama dan camilan. Terdapat beragam jenis cemilan sehat untuk bayi 10 bulan yang bisa Anda buat sendiri di rumah.

Cemilan disini berfungsi sebagai makanan pendamping bayi. Makanan-makanan yang dipotong kecil dengan campuran beberapa jenis buah dapat Anda coba pada si kecil. Namun, pastikan kandungan gizinya pas dan seimbang agar bayi tidak tumbuh dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

cemilan bayi, cemilan bayi 10 bulan, cemilan sehat untuk bayi, cemilan sehat untuk bayi 10 bulan, makanan ringan untuk bayi, cemilan bayi umur 10 bulan, cemilan, bayi

Cemilan Sehat Sederhana bagi Si Kecil
Anda dapat mulai mengolah cemilan sehat sederhana yang menunjang pertumbuhan si kecil. Buah dan sayur adalah bahan makanan alami yang cocok untuknya. Dikombinasikan dengan jenis makanan yang lain, pastinya dapat membuat nafsu makan bayi bertambah.

1. Agar-Agar Sari Buah
Sesuai dengan namanya cemilan sehat untuk bayi 10 bulan ini bahan dasarnya adalah agar-agar. Agar-agar yang digunakan adalah yang berjenis hambar atau tanpa rasa. Tambahkan pula perasan jeruk, air putih, jus mangga, dan sedikit gula untuk memperkaya rasa.

Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan satu bungkus agar-agar tersebut dengan setengah sendok makan gula, segelas jus mangga, setengah gelas perasan jeruk, dan dua gelas air putih. Masak hingga mendidih. Jika sudah matang maka masukkan ke dalam cetakan lucu agar bayi tertarik untuk makan.

Baca juga:
15 Cemilan Bayi 11 Bulan yang Aman dan Sehat buat Bayi
13 Variasi Makanan Bayi 11 Bulan yang Sehat dan Bergizi
Begini Cara Tengkurapkan Bayi agar Tidak Cedera dan Aman

2. Bubur Apel dan Labu
Bahan yang perlu Anda siapkan disini adalah 2 cangkir apel tanpa biji yang telah dicincang, secangkir labu yang dipotong dadu, air putih, dan kayu manis secukupnya. Mulai dengan mencampurkan semua bahan ke dalam panci dan masak dengan api kecil. Tunggu hingga apel dan labu menjadi empuk, lalu dinginkan dan hancurkan hingga teksturnya selembut bubur.

3. Bubur Ayam dan Apel
Cemilan sehat untuk bayi 10 bulan berikutnya adalah bubur apel dan labu. Apel rupanya menjadi primadona untuk bayi. Hal itu dikarenakan kandungan vitamin C yang tinggi sehingga baik untuk si kecil.

Siapkan sepertiga cangkir ayam tanpa tulang yang telah dimasak sampai matang, seperempat apel yang telah dimasak sampai empuk, kayu manis dan wortel secukupnya. Campurkan semua bahan menjadi satu lalu blenderlah. Haluskan lagi jika hasilnya belum maksimal dan tambahkan sedikit air jika teksturnya terlalu tebal.

4. Banana Cheese Cake
Variasi lain dalam cemilan sehat untuk bayi 10 bulan yaitu cheese cake berbahan dasar pisang. Bahan utamanya tentu saja satu buah pisang berjenis pisang ambon, 2 butir kuning telur, dua sendok makan olive oil, 100 gram oat, keju, dan kismis sebagai topping. Cara membuatnya sama seperti pembuatan kue pada umumnya.

Kocok terlebih dahulu kuning telur hingga mengembang, lalu campurkan pisang ambon, oat, dan olive oil, dan aduk jadi satu. Setelah rata, masukan adonan tersebut pada loyang dan beri taburan keju dan kismis di atasnya. Masak di double pan selama kurang lebih 10 menit, dan banana cheese cake siap disajikan.

5. Puding Biskuit
Anda yang memiliki banyak stok biskuit di rumah namun bingung mengolahnya, resep yang satu ini mungkin bisa dicoba. Bahan cemilan sehat untuk bayi 10 bulan ini antara lain satu sendok makan agar-agar putih, 2 buah biskuit, dan air mineral. Masak agar-agar dan biskuit yang telah diremukkan, aduk hingga merata, dan masukkan adonan dalam cetakan.

6. Apple Oat Cookies
100 gram oat, 50 gram mentega, 70 gram tepung terigu, jus apel, dan kismis adalah bahan-bahan untuk membuat cemilan sehat untuk bayi 10 bulan yang satu ini. Campurkan semua bahan menjadi satu (tanpa kismis) dan aduk sampai rata. Cetak menggunakan cetakan kukis dan taburi kismis di tiap kepingnya, lalu masak dalam oven selama 15 menit.

7. Carrot Cake
Bagi Anda orang tua yang sedang belajar menanamkan kegemaran makan sayur sejak kecil, maka cemilan sehat untuk bayi 10 bulan ini jawabannya. Carrot cake atau kue wortel memiliki banyak manfaat yang berhubungan dengan kesehatan mata bayi. Mulai dari vitamin A, B, C , E, K, beta karoten, protein, hingga karbohidrat terkandung di wortel.

Yang dibutuhkan dalam membuat olahan ini adalah wortel yang sudah dikukus, 2 butir kuning telur, 100 gram oat, 3 sendok takar sufor, dan 2 sendok makan olive oil. Kocok telur tersebut sebelum mencampurkannya dengan semua bahan lain. Tuang ke cetakan yang telah diolesi mentega, taburi dengan keju parut, dan panaskan dengan oven selama kurang lebih 15 menit.


8. Puding Beras Merah dengan Saus Apel
Makanan ini tergolong dalam cemilan yang empuk dan kenyal, sehingga memungkinkan bayi mengunyah dengan mudah. Sediakan satu sendok makan tepung beras organik, satu sendok makan agar-agar plain, jus apel, air, dan susu kedelai untuk membuat pudingnya. Sedang untuk saus apelnya siapkan sebuah apel yang telah diblender dengan air matang, dan satu sendok tepung maizena.

Masak bahan untuk pudingnya seperti membuat agar-agar biasa hingga matang. Setelah mendidih, tambahkan susu kedelai, aduk rata dan tuang dalam cetakan. Untuk saus apelnya, Anda perlu mencampurkan kedua bahan dan masak di api sedang hingga mengental.

9. Pudding Yoghurt Apel Pir
Cemilan sehat untuk bayi 10 bulan ini tergolong sangat segar karena menggabungkan buah-buahan dan yoghurt. Cara membuatnyapun simpel. Anda hanya memasak bahan yang terdiri dari agar-agar putih, sebuah apel, sebuah pir, 5 sendok makan yoghurt plain, dan air putih.

10. Bubur Bayam Manis
Kembali ke sayuran sebagai menu utama, Anda perlu 3 takar bayam, sebuah pisang, dan air. Kukus bayam tersebut selama kurang lebih 6 menit sampai layu. Campurkan bayam tersebut dengan pisang dan air lalu blender.

Bahan Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Bayi
Kendati banyak bahan bisa dijadikan sebagai cemilan sehat untuk bayi 10 bulan, ada pula bahan yang harus dihindari. Makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi ini boleh jadi berhubungan dengan nutrisi yang mereka perlukan. Anda tidak boleh asal mencampurkan berbagai jenis bahan makanan karena bayi memerlukan pengawasan ekstra dalam memilah makanan.

Bahan Makanan yang tak boleh dikonsumsi antara lain:
1. Makanan berkalori dan lemak rendah, namun tinggi serat
2. Telur yang tidak matang
3. Biji-bijian yang tidak diolah
4. Garam dan penyedap rasa
5. Ikan yang memiliki banyak duri dan ikan mentah
6. Gula Berlebihan

Puding dan Buah Pilihan Terbaik
Sebaik-baiknya bahan makanan sebagai cemilan sehat untuk bayi 10 bulan adalah buah. Buah yang diolah menjadi puding adalah pilihan yang paling tepat. Kandungan buah dan teksturnya yang lembut menjadi alasan utamanya.

Beberapa buah yang dapat dimanfaatkan selain yang disebut di atas adalah pepaya, nanas, jeruk, dan melon. Buah tersebut mengandung anti oksidan yang baik bagi pertumbuhannya. Selain itu kandungan mineral, lemak, karbohidrat, dan protein juga dipertimbangkan matang-matang.

Di usia 10 bulan, gigi-gigi kecil akan tumbuh dan sering kali membuat bayi gatal. Kesempatan itulah yang dapat Anda manfaatkan untuk memberikan makanan pendamping. Bayi akan cenderung penasaran dengan jenis makanan baru terlebih jika Anda ikut memakannya.

Anda dapat mulai melatih menjajalkan makanan itu dengan membiarkannya makan sendiri. Tunggu hingga 3 hari sebelum memberikan cemilan lain. Hal itu dilakukan untuk mengenali apabila si kecil memiliki jenis alergi pada bahan makanan tertentu.

Jangan lupa awasi si kecil saat ia makan cemilannya. Gunakan pula peralatan makan yang aman dan tidak tajam. Bentuk piring atau gelas yang lucu bisa menambah semangat bayi Anda saat melihatnya.

Apabila sekiranya bayi Anda menyukai cemilan tersebut dan sudah masuk ke tahap konsumsi berlebihan, maka dapat dikurangi sedikit demi sedikit. Bayi yang gemuk memang menggemaskan, namun obesitas juga bukan hal yang baik. Perhatikan dengan baik asupan gizinya hingga ia besar nanti.

Sebagai orang tua Anda bisa pula mengonsultasikannya pada dokter sebelum membuat cemilan sehat untuk bayi 10 bulan. Apabila si kecil merasa gatal-gatal atau mengindikasikan adanya alergi pada bahan makanan tertentu, maka hentikan konsumsinya. Beralih saja ke jenis cemilan lain yang sekiranya cocok untuk bayi Anda.
Baca selengkapnya »
15 Cemilan Bayi 11 Bulan yang Aman dan Sehat buat Bayi

15 Cemilan Bayi 11 Bulan yang Aman dan Sehat buat Bayi

Memiliki buah hati yang masih bayi tentunya memerlukan perhatian khusus terutama untuk pilihan jenis makanan yang bisa dikonsumsinya. Memilih makanan cemilan bayi 11 bulan tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang cocok. Dengan begitu bayi Anda akan selalu terpenuhi nutrisinya.

Makanan yang dikonsumsi bayi setiap harinya tentu sangat mempengaruhi kemajuan perkembangan fisik dan tingkat kecerdasannya. Maka dari itu sebelum memberikan cemilan atau makanan untuk si kecil, Anda perlu mengetahui apa saja makanan yang paling bagus dan memiliki gizi yang lengkap.

cemilan bayi, cemilan bayi 11 bulan, makanan bayi 11 bulan, cemilan bayi sehat, cemilan bayi aman, cemilan, bayi

15 Ragam Cemilan Bayi 11 Bulan yang Sehat untuk Buah Hati Tercinta
Bayi yang sudah menginjak usia 11 bulan pada umumnya sudah semakin aktif baik dari gerak fisiknya, ataupun kemampuan berbicaranya. Untuk membantunya semakin cerdas dan sehat, Anda perlu memberikan cemilan-cemilan yang bernutrisi tinggi agar perkembangannya seimbang. 

Lantas apa saja cemilan bayi 11 bulan yang sehat dan aman dikonsumsi untuk sehari-hari? Berikut penjelasannya untuk Anda:

1. Kentang kukus
Bayi yang sudah berusia 11 bulan tentu membutuhkan berbagai nutrisi dan gizi yang lebih banyak, salah satunya karbohidrat. Untuk camilannya, Anda dapat membuatkan makanan sehat dengan membuatkan kentang yang dikukus atau direbus. Untuk variasi lain Anda bisa mengolahnya menjadi mash potato.

Cemilan bayi 11 bulan yang terbuat dari kentang dapat memberikan rasa kenyang yang cukup lama karena terdapat kandungan karbohidrat. Dengan begitu cemilan ini bisa menjadi pengganti nasi.

Baca juga:
13 Variasi Makanan Bayi 11 Bulan yang Sehat dan Bergizi 
Begini Cara Tengkurapkan Bayi agar Tidak Cedera dan Aman 
10 Penyebab Bayi Diare di Usia 1 - 9 Bulan, Catat Ya Bun!

2. Bulir jeruk
Jeruk memiliki serat dan vitamin C yang tinggi yang bagus untuk nutrisi si kecil. Buah jeruk bisa dikonsumsi dengan aman oleh bayi Anda. Caranya kupas kulit jeruk yang tipis, hingga yang tersisa adalah bulir-bulir jeruknya. Jeruk yang dijadikan bulir akan lebih mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi.

3. Bubur kacang hijau
Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga bagus untuk dikonsumsi bayi. Cara mengolah kacang hijau agar bisa dikonsumsi bayi adalah dengan membuatkannya menjadi bubur kacang. Dengan begitu selain lebih enak, bayi juga lebih mudah mengkonsumsinya.

4. Tim alpukat
Buah alpukat memiliki vitamin E tinggi yang bagus untuk kesehatan kulit dan dapat melancarkan pencernaan si kecil. Cara mengolahnya, Anda dapat membuat tim alpukat dengan mengukus alpukat sekitar 10 menit. Untuk tambahan, Anda bisa mencampurkannya dengan ASI atau susu formula.

5. Brokoli kukus
Brokoli yang dikukus sangat bagus untuk kesehatan bayi sehingga cocok untuk dijadikan sebagai cemilan bayi 11 bulan. Untuk variasinya, Anda juga bisa mengkombinasikan brokoli kukus dengan jus jeruk. Dengan menu camilan yang berbeda tentunya dapat membuat menu cemilan menjadi lebih menarik.

6. Buncis kukus
Jenis sayuran lain yang dapat dijadikan sebagai camilan bayi adalah buncis yang dikukus. Agar bayi dapat lebih mudah untuk memakannya, Anda bisa memotong buncis menjadi 2 atau 3 bagian agar lebih pendek dan mudah digenggam oleh tangannya yang mungil.

7. Pepaya
Pepaya  sangat baik dikonsumsi oleh bayi karena memiliki vitamin yang bagus untuk pencernaannya. Buah pepaya sangat bagus untuk dijadikan cemilan sehari-hari bayi karena dapat mencegah sembelit dan melancarkan sistem pencernaan seperti saat buang air besar.

8. Pisang
Pisang sangat bagus untuk dijadikan cemilan bayi 11 bulan karena memiliki kandungan vitamin, magnesium, kalsium, dan zat gizi lainnya. Semua kandungan tersebut sangat baik bagi pertumbuhan si kecil sehingga cocok dijadikan cemilan sehari-hari.


9. Buah Naga
Buah naga tak hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa saja, tapi juga bagus untuk bayi berusia 11 bulan. Warna buah yang mencolok tentu dapat menarik perhatian si bayi sehingga bayi akan merasa senang saat mengkonsumsinya.

10. Buah mangga
Buah mangga, selain memiliki warna yang cerah juga memiliki harum yang menggoda terutama buah harumanis. Bau buah yang harum juga dapat menarik selera si kecil sehingga membuatnya lebih lahap saat memakannya.

Untuk penyajiannya, Anda bisa memotongnya kecil-kecil seperti bentuk dadu. Berikan mangga yang sudah matang dan manis untuk si bayi. Cemilan dari buah mangga sangat bagus untuk kebutuhan nutrisi buah hati Anda.

11. Tahu Kukus
Tahu memiliki kandungan protein yang bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si bayi. Tahu yang dikukus dapat menjadi cemilan bayi 11 bulan yang aman dan sehat dikonsumsi. Sebelum mengukusnya, jangan lupa untuk mencuci tahu terlebih dahulu agar bersih.

12. Stroberi
Cemilan untuk bayi usia 11 bulan berikutnya adalah buah stroberi. Buah ini sangat bagus untuk dikonsumsi karena memiliki vitamin yang bagus untuk kesehatan si bayi. Anda bisa memberikan buah stroberi yang berwarna merah segar dan manis.

Namun jika bayi Anda masih kesulitan untuk mengunyahnya, Anda dapat mengukusnya terlebih dahulu agar teksturnya menjadi lebih lembut dan mudah dicerna.

13. Wortel rebus
Wortel yang direbus sangat cocok untuk dijadikan cemilan bayi 11 bulan yang sehat dan aman dikonsumsi. Wortel yang sudah direbus akan menjadi lebih lembut sehingga mudah untuk dikunyah dan ditelan oleh bayi Anda.

14. Puding susu dan pudding cokelat
Jika Anda ingin mengenalkan variasi menu baru pada si kecil, Anda bisa mencoba membuatkan pudding susu ataupun pudding coklat. Tekstur yang agak kenyal dapat memberikan pengalaman baru bagi si kecil.

15. Biskuit gandum
Jika ingin memberikan cemilan snack ringan, Anda bisa memberikannya biskuit gandum. Biskuit gandum sangat baik untuk kesehatan bayi. Selain itu biskuit yang berbahan dasar gandum dapat memberikan efek kenyang yang cukup lama.

Untuk menambahkan rasa cemilan lebih enak Anda bisa menambahkan beberapa topping yang menarik. Keju dapat dijadikan sebagai tambahan dalam cemilan agar rasanya lebih enak. Keju dapat ditambahkan saat Anda membuat cemilan tim brokoli, buah naga, atau yang lainnya.

Dengan variasi yang selalu berbeda tentunya si kecil akan selalu bersemangat saat jadwal makan sudah tiba. Jika bayi Anda memiliki selera makan yang baik tentunya tumbuh kembangnya akan berjalan sangat baik.

Waktu yang Tepat untuk Makan Cemilan Bagi Bayi Usia 11 Bulan
Memberikan cemilan bagi si kecil tentunya tidak bisa diberikan sembarangan. Anda perlu memberikannya pada waktu yang tepat agar nutrisinya dapat diserap dengan baik oleh tubuh. Untuk menentukan kapan waktu yang tepat memberikan cemilan, Anda bisa menyesuaikannya dengan jadwal makan bayi Anda.

Selain disesuaikan dengan jadwal makan, Anda juga perlu menyesuaikannya dengan jadwal tidurnya.

Berikut adalah contoh mengatur jadwal makan dan jadwal makan cemilan bayi 11 bulan:
- Makan pagi dan ASI jam 07.00
- Makan cemilan buah atau biskuit jam 09.00
- Makan siang jam 12.00
- Tidur siang jam 13.30 sampai 16.00
- Mandi sore jam 16.00 setelah bangun tidur
- Makan cemilan berat seperti bubur kacang atau kentang rebus jam 17.00

Selain jadwal tersebut, Anda juga dapat membuat jadwal makan bayi sendiri. Namun jangan lupa untuk memperhatikan variasi menu yang diberikan pada si kecil setiap harinya agar bayi Anda tidak merasa bosan.

Hal ini menjadi hal yang penting karena jika bayi sudah merasa jenuh dan bosan dengan menu makanannya, ia akan mulai malas untuk makan dan dapat menghambat pertumbuhannya. Maka dari itu Anda perlu mengkombinasikan cemilannya setiap hari seunik dan semenarik mungkin.

Mengenali Alergi Makanan Pada Bayi 11 Bulan
Tidak hanya orang dewasa saja yang memiliki alergi, bayi usia 11 bulan pun bisa memiliki alergi pada makanan tertentu. Untuk itu, agar makanan yang Anda berikan tepat, Anda perlu mengenali jenis makanan yang dapat membuat bayi Anda alergi.

Beberapa makanan yang bisa membuat bayi alergi di antaranya adalah telur, susu sapi, kacang-kacangan, ikan, dan jenis seafood seperti cumi dan udang. Selain itu, perhatikan pula asupan garam dan gula yang terdapat dalam makanan bayi agar gizi yang masuk tetap seimbang.

Untuk cemilan bayi 11 bulan, jangan berikan gula dan garam terlalu sering karena dapat memberikan efek buruk untuk pencernaan bayi Anda. Kelebihan gula dapat membuat metabolisme pada tubuh bayi menjadi terganggu.

Memilih cemilan bayi 11 bulan tentunya bukan hanya sekedar enak dan tidaknya saja, tapi juga harus diperhatikan keseimbangan gizi dan nutrisinya. Selain itu, perhatikan pula makanan yang bisa memungkinkan bayi Anda menu cemilan yang Anda berikan tidak salah.
Baca selengkapnya »
13 Variasi Makanan Bayi 11 Bulan yang Sehat dan Bergizi

13 Variasi Makanan Bayi 11 Bulan yang Sehat dan Bergizi

Usia bayi yang menginjak 11 bulan pasti akan menunjukkan beberapa perkembangan yang signifikan. Perkembangan tersebut terjadi pada seluruh fisik atau motorik maupun psikis bayi. Sehingga pada masa ini perlu diberikan variasi makanan bayi 11 bulan yang sehat dan bergizi.

Pertumbuhan motorik yang terjadi pada bayi 11 bulan biasanya bisa dilihat dari semakin kokohnya kaki bayi sehingga bayi mulai dapat berjalan beberapa langkah. Pada usia ini, bayi juga mulai aktif berbicara dan mengenal kata-kata.

makanan bayi usia 11 bulan, cemilan bayi 11 bulan, makanan bayi, cemilan bayi, makanan bayi sehat, makanan bayi bergizi usia 11 bulan

13 Variasi Makanan Bayi 11 Bulan
variasi makanan bayi 11 bulan harus mampu memenuhi kebutuhan energi sebesar 650 kkal. Sumber energi tersebut bisa didapatkan dari telur, kacang-kacangan, ikan, tahu, tempe, dan unggas.

Tidak hanya sumber energi yang harus dipenuhi, kalsium yang dibutuhkan bayi sebesar 400 mg juga harus terpenuhi. Kalsium bisa didapat dari sayuran hijau dan buah-buahan.

Selain energi dan kalsium, selanjutnya ada zat besi. Zat besi yang dibutuhkan bayi 11 bulan hanya sekitar 8 mg. Meskipun sedikit, zat besi berperan sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Bayi yang kekurangan zat besi pertumbuhan dan tingkah lakunya akan terganggu, termasuk juga kecerdasannya.

Baca juga:
Bayi Tidur Tengkurap, Hati-Hati! 5 Bahaya ini Mengintai 
10 Penyebab Bayi Diare di Usia 1 - 9 Bulan, Catat Ya Bun!
9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi yang Terbukti Ampuh

Berikut adalah 13 variasi makanan bayi 11 bulan yang akan memenuhi semua  nutrisi bayi:

1. Orak arik telur
Bahan yang dibutuhkan adalah telur ayam, blansir atau kacang merah, wortel, bawang putih bubuk, keju, garam, dan mentega.  Makanan ini berguna sebagi pendamping ASI.

2. Pepes tahu
Bahannya terdiri dari tahu sutra, garam, telur, sereh, daun salam, dan wortel. Karena berupa pepes bisa dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus.

3. Tim telur
Tim telur berbahan dasar nasi dengan tambahan telur, garam, air dan minyak goreng untuk membuat orak-arik telur. Cara memasaknya langsung di tim seperti cara mengetim nasi biasanya.

4. Sop ayam
Sop ayam ini merupakan menu makanan yang berupa sayur atau kuah. Bahannya ayam yang dicincang, bawang merah, dan ditambah sayuran wortel atau brokoli. Bumbunya berupa bawang putih dan bawang bombai, kaldu ayam, dan seledri.

5. Oat kiwi rasa keju
Seperti namanya oat, bahan dasarnya adalah oat yang tidak mengandung banyak gula yang dicampur dengan air mendidih, kemudian kiwi masak, lalu beri toping keju. Bisa juga air panas diganti dengan susu.

6. Macaroni bayam
Bahan yang dibutuhkan adalah macaroni, daun bayam, kuning telur, dan butternut parut, bumbui dengan kaldu ayam. Bisa juga ditambah keju.

7. Muntahu udang
Bahan dasarnya adalah tahu dan udang (bisa di cincang atau di haluskan) kemudian bumbunya bawang putih dan bawang bombai yang dicincang halus, margarine, kaldu ayam dan tepung terigu.

8. Nasi goreng telur
Bahannya sederhana sekali yaitu telur, nasi, dan mentega. Untuk kebutuhan sayurnya, bisa ditambahkan wortel, tomat, atau lain-lain.


9. Nasi tim tahu keju
Bahannya beras, wortel parut, dan air. Nasi tim ini di buat dengan lauk pepes tahu keju, pepes tersebut menggunakan bahan wortel parut, tahu putih, keju, dan bawang merah-bawang putih.

10. Sop ikan
Ikan yang digunakan bisa ikan apa saja, namun pada resep ini yang digunakan adalah ikan ekor kuning, dengan bahan tambahan buncis, wortel, tahu putih. Untuk penyedap bisa di tambahkan daun bawang, bawang bombai, dan seledri.

11. Macaroni salmon
Bahan macaroninya terdiri dari kentang, macaroni, dan telur. Sedangkan salmonnya dibuat sebagai saosnya dengan campuran tomat cherry, kembang kol, wortel, kaldu salmon, daun bawang, dan bawang bombai. Saus ini ditumis dengan unsalted butter.

12. Otak-otak ikan tengiri dan tahu
Bahan dasarnya adalah tahu dan ikan tengiri. Bahan tersebut dicampur dengan santan, tepung terigu, daun bawang, telur, bawang putih dan bawang merah, lalu di bungkus daun pisang.

13. Aglio glio
Makanan ini hampir mirip dengan spageti, hanya saja ini untuk bayi. Bahan utamanya mie pasta, kemudian ayam (cincang), wortel, brokoli, dan bawang merah, bawang putih serta olive oil.

Tips Memasak Berbagai Makanan Bayi Usia 11 Bulan
Bayi pada usia 11 bulan akan terlihat sangat aktif, karena usia inilah bayi akan mulai belajar berjalan, dan berbicara. Selain itu pada usia ini terkadang bayi mulai tumbuh gigi, jadi kerewelan bayi usia 11 bulan sudah biasa terjadi.

Menjaga kesehatan bayi di usia ini sangatlah penting, agar si mungil senantiasa terlihat ceria dan menggemaskan. Kesehatan terebut dapat dijaga dengan memberi variasi makanan bayi 11 bulan yang sesuai.

Perlu diperhatikan juga, dalam memasak variasi makanan bayi 11 bulan harus tepat. Jangan sampai makanan untuk si kecil menjadi menyakitkan. Berikut adalah tips memasak makanan untuk bayi:

1. Haluskan bahan yang dirasa keras dan sulit tertelan apalagi untuk bayi yang belum tumbuh gigi.
2. Potong kecil-kecil sayuran yang tidak dihaluskan agar cepat matang.
3. Memasak makanan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi, karena suhu tinggi akan membuat kandungan nutrisi di dalam makanan hilang dan terurai.
4. Jangan gunakan terlalu banyak minyak goreng. Alangkah lebih baik saat memasak variasi makanan bayi 11 bulan menggunakan mentega  atau margarin.
5. Jangan sekali-kali mencoba menambahkan penyedap rasa atau micin. Micin tidak baik untuk kesehatan bayi.
6. Pastikan semua bahan makanan bersih dan sehat. Ketahui pula bahwa si kecil tidak memiliki alergi dengan bahan makanan yang Anda masak.
7. Jangan memanaskan lagi atau menyiangi makanan yang mengandung susu dan bayam.

Mengatur Pola Makan Bayi Usia 11 Bulan
Pola makan bayi harus selalu terjaga, apalagi dalam usianya 11 bulan. variasi makanan bayi 11 bulan harus mampu mencukupi semua kebutuhan nutrisi si kecil. Mulai dari mineral, kalsium, vitamin, zat besi, protein, dan semua kebutuhan lainnya.

Bayi juga memiliki frekuensi makan yang sama dengan orang dewasa, yaitu tiga kali sehari. Jika usia bayi bertambah, maka variasi makanannya juga bertambah.

variasi makanan bayi 11 bulan juga harus diimbangi dengan pemberian ASI sampai usianya menginjak 12 bulan. Kebutuhan ASI bayi usia 11 bulan sekitar 650cc sampai 950cc.

Pola makan bayi usia 11 bulan dapat diatur seperti berikut:   
1. Pagi hari (06.00-10.00)       
Bayi akan bangun pagi sekitar jam 6 atau lebih awal atau lebih siang, tergantung pada jam tidurnya. Ketika bangun tidur berikan bayi susu (ASI atau formula) untuk menenangkan. Setelah itu bawa bayi keluar rumah agar terkena sinar matahari barulah mandikan bayi setelahnya.

Berilah sarapan dengan variasi makanan bayi 11 bulan. Contohnya: bubur, roti yang dihaluskan, atau oat. Sajikan makanan dalam keadaan hangat dan halus. Setelah kenyang biasanya si mungil akan merasa ngantuk dan tertidur.

2. Siang hari (11.00-14.00)       
Setelah si kecil bangun dari tidur, berikan susu. Saat siang berikan si kecil camilan berupa buah-buahan yang dihaluskan atau jus. Bisa juga diganti dengan finger food atau makanan yang mudah dipegang.

Selang beberapa waktu baru beli makan dengan menu yang segar seperti: sup, tim, atau makanan yang berkuah. Jangan lupa tetap berikan ASI untuk bayi. Saat bayi merasa ngantuk, tidurkan lagi.

3. Sore-malam (15.00-19.00)   
Saat bayi bangun dari tidur siang, berikan perlakuan yang sama seperti sebelumnya. Setelah diberi ASI barulah beri camilan lagi untuk si kecil, bisa berupa biskuit atau buah.

Ajak bayi bermain terlebih dahulu baru mandikan. Atau Anda bisa memberi bayi makan dulu baru memandikannya. Menu makan malam yang pas adalah sup bakso, sup telur, ikan, atau yang lainnya.

Perlu dicatat bahwa pola diatas merupakan salah satu contoh yang bisa Anda coba. Jika Anda hendak memberi buah hati Anda makanan, sesuaikan dengan jadwal makan si kecil, agar si kecil tidak terlalu kenyang dan tidak terlalu lapar.

Jadwal diatas juga harus tetap diimbangi dengan pemberian ASI dan pengontrolan makanan bayi. Agar bayi tidak merasa bosan dan nutrisinya tetap seimbang.

Dengan memerhatikan variasi makanan bayi 11 bulan, semoga buah hati Anda dapat tumbuh dengan sehat dan kuat. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Baca selengkapnya »
Begini Cara Tengkurapkan Bayi agar Tidak Cedera dan Aman

Begini Cara Tengkurapkan Bayi agar Tidak Cedera dan Aman

Salah satu fase penting yang dialami bayi sebelum dapat berdiri, merangkak, hingga berjalan adalah tengkurap. Secara garis besar bayi akan memasuki fase tengkurap ketika mereka menginjak usia 3 sampai 6 bulan. Kendati begitu, ada sejumlah bayi yang cukup berumur untuk tengkurap, namun ternyata masih belum bisa, dan di saat itulah ibu dapat mencoba sejumlah cara tengkurapkan bayi yang efektif.

Lambatnya perkembangan bayi sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Hal itu terjadi karena setiap bayi mempunyai tingkat perkembangan yang tak sama. Para orang tua hendaknya tidak menyalahkan lambatnya perkembangan si kecil dan cobalah untuk mencari jalan keluarnya.

cara tengkurapkan bayi, menengkurapkan bayi, bayi tengkurap, bayi, tips tengkurapkan bayi, cara tengkurapkan bayi aman, bayi tengkurap tidak cedera

10 Cara Tengkurapkan Bayi yang Efektif
Bayi lambat tengkurap biasanya dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. Otot leher yang kuat adalah syarat wajib bayi untuk tengkurap. Bisa tidaknya bayi tengkurap ditandai dengan si kecil yang dapat menegakkan kepalanya sendiri tanpa dibantu orang lain.

Demi memperlancar tumbuh kembang si kecil, berikut ini adalah 12 cara tengkurapkan bayi efektif yang dapat dicoba.

1. Tidurkan Bayi di Lantai
Lantai yang dimaksud disini bukanlah lantai dingin secara literal. Alasi terlebih dahulu lantai dengan matras, kasur lipat, karpet, dan sejenisnya. Alas tersebut dapat membuat bayi merasa hangat dan aman.

Cara tengkurapkan bayi ini dapat dimulai dengan memberikan beberapa mainan untuk si kecil. Mainan berperan sebagai penarik perhatian bayi agar dapat bergerak menjangkaunya. Jika ia dapat meraih mainan tersebut, itu tandanya bayi telah belajar untuk tengkurap secara tak langsung.

Baca juga:
10 Penyebab Bayi Diare di Usia 1 - 9 Bulan, Catat Ya Bun! 
7 Salep Ruam Popok yang Ampuh dan Terbaik 
10 Penyebab Bayi Lambat Tengkurap dan Cara Melatihnya

2. Latih Bayi Tengkurap di Kaki
Posisikan perut bayi di kaki sementara kepala bayi di lutut Anda. Coba panggil bayi tersebut selama beberapa kali sehingga bayi dapat melihat langsung ke arah Anda, dan bayi yang merasa senang pasti akan tengkurap sendirinya lewat cara ini. Anda dapat mencoba tips yang satu ini saat bayi memasuki umur 4 bulanan.

3. Menopang Tubuh Si Kecil dengan Bantal
Bantal adalah salah satu item yang disukai bayi selain mainan. Coba cara tengkurapkan bayi dengan meletakkan bantal di sebelah tubuh si kecil. Bayi yang merasa penasaran, akan secara otomatis menjulurkan lehernya dan mencoba berguling untuk mengambil bantal itu.

Mereka juga akan bergerak cepat dan kuat saat berlatih tengkurap. Bayi yang belajar tengkurap dengan cara ini selama beberapa saat sampai ia merasa capai. Setelah bayi merasa lelah, Anda dapat mencoba membantu kaki si kecil dengan memeganginya.

4. Manfaatkan Rasa Penasaran Bayi dengan Cermin
Bayi selalu penasaran akan hal-hal baru di sekitarnya. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut dengan menggunakan media cermin. Dengan meletakkan cermin di hadapan bayi akan membuat bayi memandang bayangan mereka dari beberapa posisi dan pada akhirnya belajar melangkah mendekati cermin tersebut.

5. Merangsang Otot Leher
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika otot leher yang kuat adalah syarat wajib bayi untuk belajar tengkurap, merangsang otot bayi adalah pilihan yang baik untuk dijajal. Anda bisa mencoba tips ini saat bayi dalam posisi tidur, bisa pula melatihnya saat Anda akan menyusui.

Caranya adalah dengan menahan bayi di dada dalam posisi tengkurap. Tidak perlu lama-lama, hanya dalam hitungan menit saja setiap harinya sudah cukup. Posisi tersebut dapat merangsang otot bayi di bagian leher dan punggung sehingga si kecil tidak takut saat mencoba tengkurap.

6. Pijat Lembut Si Bayi
Latihan keseimbangan bayi dapat dilakukan dengan posisi-posisi yang telah dijabarkan di poin sebelumnya. Jika bayi Anda menangis, maka segera ubahlah posisinya menjadi lebih nyaman. Pastikan juga saat melatihnya, perut si kecil tidak kembung.

Berikan pijatan lembut di beberapa titik tubuh bayi. Pijatan itu dapat merangsang syaraf tubuh yang membantu syaraf motorik si kecil. Pijat dengan sentuhan lembut dan tidak terlalu kencang sehingga bayi tidak takut dan menangis.


7. Tidur Tengkurap di Sebelah Bayi
Cara tengkurap bayi dapat dilakukan dengan memberikan contoh pertama pada si kecil. Tidur dengan posisi tengkurap di sebelah bayi dapat membuat bayi ingin meniru Anda. Secara alamiah bayi akan meniru Anda terlebih jika tempat ia berlatih nyaman dan hangat.

Jangan mencobanya saat si kecil baru saja minum susu. Bayi dapat muntah dan menangis saat itu juga. Sesuaikan dulu kondisi bayi Anda sebelum mencoba cara tengkurapkan bayi yang satu ini.

8. Senam Sederhana
Gerakan sederhana dari senam bayi dapat membantu si kecil untuk tengkurap. Percayakan instruktur yang berpengalaman untuk menghindari cedera bayi. Cara ini bisa pula digabungkan dengan menggunakan cermin, sehingga bayi dapat melihat pergerakan mereka sendiri.

9. Eye Contact pada Bayi
Kontak mata dengan posisi tengkurap juga bermanfaat dalam merangsang perkembangan bayi. Cara tengkurapkan bayi yang satu ini lebih mengarah pada sisi emosional kedua belah pihak. Dengan memandang mata ibu atau ayahnya, bayi akan merasa lebih dicintai dan aman.

Lakukan kontak mata tersebut dapat dibarengi dengan candaan atau tawa ringan. Suara-suara lucu juga dapat menarik perhatian si kecil. Lakukan beberapa trik agar bayi tidak menangis saat menerapkan cara ini.

10. Terapi Fisik
Terapi fisik juga bisa menjadi metode untuk melatih bayi yang terlambat tengkurap. Saat ini terdapat banyak klinik yang melayani terapi fisik untuk bayi. Terapi bayi diterapkan untuk mengetahui jenis kelainan apa yang dialami bayi sehingga ia terlambat tengkurap.

Kembali diperlukan seseorang yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan terapi ke bayi. Jangan sembarangan memberikan kepercayaan pada orang yang tidak berpengalaman. Jika orang tersebut tak berpengalaman maka resiko cedera dapat melanda bayi Anda.

Manfaat Tengkurap pada Bayi
Setelah mengetahui cara tengkurapkan bayi yang tepat dan aman, perlu diketahui pula manfaat tengkurap pada bayi. Fase tengkurap adalah salah satu fase penting karena saat tersebut adalah saat dimana bayi dapat belajar untuk memperkuat otot lehernya. Otot leher yang kuat akan membantu bayi untuk masuk ke fase berikutnya yang juga tak kalah penting.

Posisi tengkurap sangat baik diterapkan ketika bayi tidur. Tidak sesederhana kedengarannya, tengkurap memiliki beberapa manfaat yang berguna bagi si kecil. Manfaat tersebut yaitu:

1. Mencegah Kepala Tidak Rata
Kepala tidak rata atau peyang tentunya akan mengganggu fungsi tubuh dan keindahan bayi. Faktanya, tengkurap ternyata dapat mencegah ketidakrataan pada kepala bayi. Hal tersebut terjadi karena jaringan dan tulangnya yang belum menyatu sepenuhnya, sehingga jika terdapat tekanan di satu sisi dan sisi yang lain lebih longgar maka dapat membuat kepala bayi.

2. Membantu Bayi Tidur Pulas
Refleks moro atau refleks kejut yang biasa dialami bayi terkadang mengejutkan dan membuat bayi terbangun dari tidur. Refleks kejut tersebut dapat diatasi dengan posisi tidur bayi yang tengkurap. Tentunya dengan berkurangnya refleks kejut tersebut dapat membuat si kecil tidur lebih pulas.

3. Mengasah Motorik Kasar Lain
Motorik kasar yang lain seperti merangkak atau berguling dapat dilakukan bayi jika ia bisa tengkurap. Jika bayi terlambat tengkurap, maka motorik kasar lainnya juga akan terganggu. Mau tak mau orang tua harus menerapkan beberapa cara tengkurapkan bayi agar tahap selanjutnya dapat dilewati dengan baik.

Apa yang Harus dilakukan Jika Cara Tersebut Tidak Berhasil?
Setiap bayi memiliki keunikan masing-masing, termasuk dalam tumbuh kembangnya. Meskipun begitu menyenangkan melihat bayi tumbuh normal sesuai usianya, Anda sebagai orang tua tidak dapat menyamakan satu bayi dengan yang lain. Hal tersebut hanya menambah ketakutan pada si kecil.

Kepekaan dalam mengenali tanda-tanda bayi ingin tengkurap juga diperlukan. Pemaksaan dan bentakan sangat dilarang karena dapat menimbulkan trauma. Jadilah orang tua yang sabar dalam menghadapi pertumbuhan darah daging Anda sendiri.

Apabila cara yang telah dijabarkan di atas tidak berhasil maka medislah yang perlu berbicara. Pada saat tersebut tiba, dokter perlu turun tangan dengan memberikan perawatan demi merangsang pertumbuhan bayi. Konsultasikan pada dokter anak sesering mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Selalu perhatikan lingkungan sekitar saat menerapkan cara tengkurapkan bayi. Awasi setiap pergerakan bayi selama ia belajar tengkurap. Jangan pernah sekali-kali memaksa menidurkan bayi secara tengkurap karena dapat menimbulkan resiko sindrom kematian mendadak yang sangat berbahaya.
Baca selengkapnya »
10 Penyebab Bayi Diare di Usia 1 - 9 Bulan, Catat Ya Bun!

10 Penyebab Bayi Diare di Usia 1 - 9 Bulan, Catat Ya Bun!

Salah satu penyakit yang cukup sering dialami oleh bayi adalah diare. Setiap bayi ataupun balita pasti pernah mengalami diare. Oleh karena itu, sebagai seorang ibu Anda harus mengetahui penyebab bayi diare.

Sudah seharusnya orang tua selalu memperhatikan apa yang terjadi pada bayinya. Banyak orang tua yang tidak menyadari ketika anaknya terkena diare. Padahal kondisi tersebut dapat diketahui dari tinja yang lebih encer dari biasanya.

penyebab bayi diare, bayi diare, bayi diare usia 1 bulan, bayi diare 1-9 bulan, penyebab bayi diare 6 bulan, diare pada bayi, diare

10 Penyebab Bayi Diare di Usia 1 - 9 Bulan
Seorang ibu pasti akan merasa sangat khawatir ketika anaknya sedang sakit. Penyakit yang paling umum dialami oleh bayi selain influenza adalah diare. Penyakit diare sangat umum terjadi pada bayi yang ditandai dengan kondisi tinja yang lebih encer dari biasanya.

Jika Anda ingin mencegah terjadinya diare pada bayi, maka harus mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab seorang anak terkena diare. Berikut ini akan dipaparkan hal-hal yang menjadi penyebab bayi diare.

1. Menurunnya Daya Tahan Tubuh
ASI mengandung antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila seorang ibu tidak memberikan ASI pada anaknya hingga usia 2 tahun, maka kondisi tubuh anak tersebut akan lemah dan mudah terserang penyakit sehingga hal itu menjadi salah satu penyebab bayi diare.

Baca juga:
7 Salep Ruam Popok yang Ampuh dan Terbaik
10 Penyebab Bayi Lambat Tengkurap dan Cara Melatihnya
Bayi Tidur Tanpa Bantal, Ini 12 Manfaat dan Resiko yang Muncul

2. Alergi Makanan
Sudah seharusnya seorang ibu memahami kondisi anaknya. Ada beberapa anak yang memang dilahirkan dengan kondisi alergi terhadap makanan tertentu. Alergi makanan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya mencret pada si kecil.

Setiap orang akan mengalami gejala alergi yang berbeda-beda diantaranya timbul rasa gatal, ruam pada kulit, diare, muntah, pusing, sesak nafas dan lain sebagainya. Alergi disebabkan karena kelemahan dari sistem imun yang tidak dapat mentolerir zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

3. Keracunan Makanan
Keracunan makanan tidak hanya disebabkan oleh zat yang beracun, akan tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit lainnya. Mikroorganisme yang kerap kali menjadi penyebab makanan menjadi beracun adalah bakteri Salmonella, Shigella rotavirus, Escherichia coli dan lainnya.

Selain itu, makanan kadaluarsa dan makanan mentah juga dapat menjadi racun bagi tubuh bayi dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Makanan yang mudah terkontaminasi seperti susu, telur dan daging mentah harus selalu diperhatikan penyimpanan dan pengolahannya.

4. Membiarkan Makanan dalam Keadaan Terbuka
Menyimpan makanan pada suhu kamar dalam keadaan terbuka dapat menyebabkan makanan tersebut dihinggapi lalat. Hewan tersebut merupakan salah satu penyebab bayi diare karena lalat sering hinggap di tempat yang kotor. Itulah pentingnya memperhatikan kebersihan makanan.

5. Penggunaan Air yang Tercemar
Sudah tidak diragukan lagi bahwa meminum air yang tercemar dapat menjadi penyebab bayi diare. Tidak hanya pada bayi, namun orang dewasa juga dapat mengalami diare ketika meminum air yang tercemar.

6. Penggunaan Botol Susu Pada Bayi
Botol susu sulit untuk dibersihkan sehingga tidak menutup kemungkinan adanya sisa susu ataupun kuman yang masih menempel. Ada bagian sela-sela pada botol yang memang sulit dijangkau oleh alat pembersih. Hal itu dapat meningkatkan risiko terjadinya diare pada bayi.


7. Membuang Tinja Sembarangan
Bakteri Escherichia coli yang menjadi penyebab bayi diare terdapat pada tinja. Apabila Anda membuang tinja sembarangan, pasti akan ada lalat yang menempel pada tinja tersebut. Kemudian lalat akan menempel pada makanan yang dikonsumsi sehingga menyebabkan Anda terkena diare.

8. Ibu Tidak Mencuci Tangan Saat Menyuapi Bayi
Masalah yang paling sering menjadi faktor penyebab bayi diare adalah kebersihan. Seorang ibu hendaknya menjaga kebersihan diri. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan ketika hendak menyuapi si kecil.

Anda tidak pernah tahu berapa banyak jumlah bakteri yang menempel pada tangan karena menyentuh benda-benda kotor. Terlebih lagi jika Anda menyentuh tinja yang mengandung banyak bakteri Esceherichia coli penyebab bayi diare.

Apabila Anda tidak bersih ketika mencuci tangan setelah memegang tinja dan kemudian menyuapi si kecil, maka bayi tersebut memiliki peluang besar terkena diare. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan diri.

9. Intoleransi Laktosa
Ada bayi yang memang dilahirkan dengan kondisi tubuh tidak mampu memproduksi enzim laktase dengan kadar cukup. Hal tersebut menyebabkan usus bayi tidak dapat mencerna segala bahan yang mengandung laktosa dengan baik.

Kondisi intoleransi terhadap laktosa menjadi salah satu penyebab bayi diare. Adapun efek lain yang ditimbulkan akibat adanya intoleransi laktosa yaitu mual, muntah dan nyeri perut.

10. Infeksi Bakteri, Virus atau Parasit Lainnya
Terdapat dua jenis bakteri yang sering ditemukan sebagai penyebab bayi diare. Kedua jenis bakteri tersebut adalah Escherichia coli dan Salmonella. Bakteri tersebut banyak terdapat pada tinja dan dapat masuk ke dalam tubuh bayi melalui makanan yang dia konsumsi.

Selain bakteri, terdapat makhluk lain yang menjadi penyebab seseorang mengalami diare yaitu virus atau parasit lainnya. Virus yang sering menjadi penyebab seseorang terkena diare adalah rotavirus. Penyebaran virus tersebut cukup luas yakni melalui air, udara dan makanan.

Tips Mencegah Diare Pada Bayi
Pencegahan terhadap diare tidak sulit untuk dilakukan. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diare pada bayi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara mencegah diare pada bayi. 

1. Memberikan ASI Eksklusif Selama 2 Tahun
ASI memiliki banyak manfaat bagi tubuh bayi. Salah satu manfaatnya adalah dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga tidak mudah terserang oleh virus, bakteri atau parasit lainnya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

2. Mencuci Tangan Ibu dengan Bersih
Ketika seorang ibu telah membersihkan tinja si kecil, maka hendaknya segera untuk mencuci tangan dengan sabun. Tangan yang kotor akan menjadi tempat bagi bakteri. Kemudian tangan kotor Anda tersebut digunakan untuk menyuapi si kecil sehingga dia akan memiliki peluang besar terkena diare.  

3. Membuang Tinja Bayi dengan Benar
Tinja yang dibuang sembarangan akan menghasilkan bau tidak sedap sehingga menyebabkan kotoran tersebut dihinggapi lalat. Apabila lalat tersebut hinggap ke makanan yang di konsumsi, maka hal itu dapat menjadi penyebab seseorang terkena diare.

4. Memberikan Bayi Makanan Pendamping ASI
Makanan pendamping ASI sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Makanan pendamping ASI tersebut diberikan sesuai dengan usia buah hati Anda. Apabila makanan tersebut tidak sesuai peruntukannya, maka bayi dapat mengalami gangguan pencernaan atau diare.

5. Memberikan Minuman yang Matang dan Bersih
Minuman yang diberikan kepada bayi tidak hanya matang tapi juga harus bersih. Jangan memberikan minuman dari air yang terkontaminasi karena hal itu hanya akan menjadi sumber penyakit bagi Anda dan keluarga.

Tips Mengatasi Diare Pada Bayi
Setelah mengetahui penyebab dan pencegahan diare, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai cara mengatasi diare pada bayi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare pada bayi. Berikut ini akan dipaparkan mengenai tips mengatasi diare pada bayi.

1. Memberikan ASI
Bayi yang terkena penyakit diare akan lebih mudah kehilangan cairan. Oleh karena itu, bayi tersebut harus segera diberi ASI agar terhindar dari dehidrasi. Apabila bayi menolak, maka cobalah untuk merayunya karena bayi yang terkena diare akan kehilangan selera makan.

2. Memberi Larutan Elektrolit
Apabila Anda hendak memberikan larutan elektrolit kepada bayi, maka sebelumnya harus mendapat ijin terlebih dahulu dari dokter karena tidak semua bayi dapat mengkonsumsi larutan elektrolit. Ada beberapa bayi yang menunjukkan gejala diare parah setelah mengkonsumsi larutan tersebut.

3. Menghentikan Konsumsi Susu Formula
Salah satu penyebab diare adalah intoleransi terhadap laktosa sehingga ketika bayi terkena diare, maka pemberian susu formula harus dihentikan. Susu formula mengandung susu sapi yang dapat menyebabkan bayi mengalami reaksi alergi, ditandai dengan terjadinya diare.

4. Memberikan Yogurt
Yogurt mengandung bakteri Lactobacillus yang akan mengikat tinja menjadi lebih padat. Pilihlah yogurt yang aman untuk bayi tanpa adanya kandungan zat kimia berbahaya seperti pewarna dan pengawet. Jangan disamakan antara yogurt untuk bayi dan orang dewasa,

Demikianlah pemaparan mengenai penyebab bayi diare yang perlu Anda ketahui. Setidaknya ada 10 faktor yang menjadi penyebab bayi terkena diare. Sebagai seorang ibu, Anda harus memahami hal ini agar dapat mencegah bayi terkena diare.
Baca selengkapnya »
7 Salep Ruam Popok yang Ampuh dan Terbaik

7 Salep Ruam Popok yang Ampuh dan Terbaik

Kulit bayi merupakan area yang masih sangat sensitif dan mudah tergores. Apabila orang tua kurang teliti, permasalahan seperti luka ruam akibat pemakaian popok gampang terjadi. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyembuhkannya seperti dengan memberikan salep ruam popok.

7 Salep Ampuh Mengatasi Ruam Popok Bayi
Bayi terkena lecet di area popok umumnya dapat disembuhkan dalam waktu 3 sampai 4 hari. Berbagai salep pun kini telah tersedia untuk mengatasinya. Namun, bukan berarti kesemuanya ampuh dan baik bagi si kecil. Di bawah ini akan disampaikan 7 salep ruam popok yang terbukti ampuh:

salep ruam popok bayi, salep ruam popok, salep popok bayi, salep popok

1. QnC Jelly Gamat
Salep yang bahan utamanya teripang emas ini sudah banyak di percaya dapat mengatasi luka ruam pada bayi. Bahan-bahannya yang alami serta khasiatnya yang terbukti ampuh membuat krim ini banyak menjadi pilihan. Selain itu, tidak ada efek samping saat menggunakannya.

Kandungan ekstrak teripang di dalamnya terbukti dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga luka ruam pada bayi pun dapat cepat sembuh. Cara pemakaiannya pun cukup mudah yakni hanya dengan mengoleskannya secara pelan di area ruam pada bayi secara rutin.

2. Bephanten
Bephanten dikenal sebagai obat oles serba guna. Dikatakan demikian karena salep ini dapat digunakan mengatasi berbagai permasalahan kulit seperti kulit kering pecah-pecah, lecet puting susu, iritasi dan ruam pada bayi.

Baca juga:
Bolehkah Bayi 1 Bulan Ditengkurapkan? Ini Jawaban Tuntasnya
Bayi Tidur Tanpa Bantal, Ini 12 Manfaat dan Resiko yang Muncul
15 Cara Merawat Bayi Baru Lahir agar Tetap Sehat dan Ceria

Dalam penggunaannya sebagai salep ruam popok, cara pemakaiannya sama dengan QnC Jelly Gamat yakni dengan mengoleskan ke area ruam pada bayi. Krim yang mengandung dekspanthenol sebanyak 5 % ini baik digunakan sehari dua kali agar lebih efektif.

3. Sebamed Baby Diaper Rash Cream.
Biasanya lecet akibat pemakaian popok disebabkan juga karena adanya mikro organisme yang berkembang di kulit bayi. Nah, dengan memilih Sebamed Baby Diaper Rash Cream maka merupakan pilihan yang tepat karena telah terbukti menjaga luka lecet dari mikro organisme.

Penelitian pun telah membuktikan bahwa krim yang mempunyai nilai pH 5,5 ini sangat aman di pakai si kecil karena terbebas dari senyawa berbahaya seperti Dioksan, Nitrosamin dan lain- lain.

4. Zwitsal Extra Care Baby Cream
Produk bayi ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda karena sudah sering diiklankan di Televisi. Krim ini banyak digunakan untuk mencegah dan mengatasi permasalahan kulit pada bayi karena adanya kandungan formula Zinc.

Cara pemakaiannya hampir sama dengan salep ruam popok lainnya, namun oleskan hanya pada saat kulit si kecil dalam keadaan kering. Jadi apabila bayi dalam keadaan habis dimandikan, maka sebaiknya keringkan terlebih dahulu kemudian baru dioleskan krim ini.

5. Sleek Baby Diaper Cream
Sedikit berbeda dari krim ruam popok yang lain, krim ini lebih sesuai digunakan sebagai salep pencegahan berbagai bakteri akibat pemakaian popok. Oleh karena itu, oleskan salep bayi ini di setiap Anda sedang mengganti popok si kecil.

Ada berbagai kandungan di dalam krim ini yang kaya akan manfaat. Sehingga patut Anda pertimbangkan dipilih sebagai krim pelindung ruam bagi si kecil antara lain Natural Antibacterial, Shea butter, Argan oil, dan masih banyak lagi.


6. Corine de Farme Diaper Rash Baby Cream
salep ruam popok yang satu ini dikenal cepat menyembuhkan permasalahan ruam pada bayi. Hal itu dikarenakan adanya kandungan Allantonin yang telah dikenal cepat membunuh bakteri pada kulit. Belum lagi, adanya kandungan Vegetal Glycerin yang dapat mengatasi resiko reaksi alergi.

Bila Anda ingin membelinya, saat ini sudah banyak tersedia di Apotek. Gunakan salep jenis ini secara rutin sesuai dosisi pemakaian agar hasilnya lebih efektif.

7. Pure Baby Rash Cream.
Bila bayi Anda memiliki kulit sensitif maka pertimbangkan cream baby jenis ini. Adanya kandungan Jojoba dan Chamomile di dalamnya membuat area popok akan terlindungi dengan baik dari jamur dan bakteri berbahaya.

Dengan menggunakan produk salep ruam popok ini maka kulit si kecil akan selalu terjaga dengan baik. Pakailah secara teratur setiap kali Anda mengganti popok si kecil.

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Bayi
Jangan biarkan si kecil merasa tidak nyaman karena adanya lecet akibat pemakaian popok. Adanya berbagai salep ruam popok memang dapat menyembuhkannya, namun alangkah lebih baik lakukan pencegahan terlebih dahulu agar si kecil tidak terganggu kesehatannya. Tipsnya antara lain:

1. Pasang popok jangan terlalu ketat
Terkadang Anda sering berpikir bahwa memasang popok pada bayi harus sangat merekat agar tidak terjadi kebocoran. Padahal hal tersebut justru berbahaya karena menimbulkan gesekan antara popok dan kulit bayi makin kuat sehingga ruam di daerah popok pun tak terhindarkan.

Jadi pastikan saat memasang popok pada bayi, beri sedikit kelonggaran agar tidak terlalu menekan kulit. Hal tersebut dilakukan demi mengurangi resiko gesekan terlalu sering dan tidak terlalu lembab.

2. Ganti popok secara teratur
Penyebab utama ruam ialah terlalu lama mengganti popok. Jika terlalu lama mengganti popok tentu kotorannya terlalu banyak menumpuk sehingga kulit bayi pun menjadi sangat lembab. Dengan begitu luka ruam akan lebih mudah muncul.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengganti popok si kecil secara teratur agar terhindar dari luka ruam di area popok. Gunakan juga produk salep ruam popok yang terbukti dapat mencegah lecet pada kulit di area popok.

3. Hindari iritasi
Jangan oleskan berbagai produk yang mengandung alkohol entah itu sabun atau tisu di area popok bayi. Karena kulit bayi bagian bawah tersebut masih sangat sensitif sehingga pemakaian produk yang mengandung alkohol memudahkan kulit mengatasi iritasi.

4. Mengganti produk popok
Jika berbagai prosedur sudah dilakukan dengan baik namun bayi tetapi mengalami ruam, maka cobalah menggunakan produk popok yang lain. Bisa saja produk yang selama ini dipakai memang tidak sesuai dengan kulit si kecil.

5. Jangan langsung mengganti popok
Saat mengganti popok berilah alas yang nyaman di bawah si kecil. Kemudian buka popok lama lalu bersihkan. Setelah itu, beri waktu sejenak sebelum memasangkannya popok yang baru. Hal tersebut agar kulit bayi terkena udara sejenak sebelum tertutup kembali.

Cara Mengatasi Ruam Popok
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ruam popok sering terjadi karena masih sensitifnya kulit bayi. Jika perawatannya benar maka ruam tersebut tidak akan lama menyerang kulit si kecil. Di bawah ini adalah cara mengatasi ruam popok:

1. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum mengganti popok si kecil.
Kulit bayi masih sangat sensitif terhadap kuman dan bakteri, maka dari itu cuci tanganlah secara bersih sebelum mengganti popok si kecil.

2. Ganti popok ketika sudah terlihat terkena tinja atau basah.
Mengganti popok secara teratur sangat penting bagi kenyamanan dan kesehatan si kecil. Paling tidak ganti 2 jam sekali, jangan terlalu lama menggunakan popok yang sama.

3. Penggantian popok
Pada saat menggantinya, pastikan membersihkan kulit bagian bawah bayi tersebut dengan bersih. Gunakan tisu basah dan sabun agar lebih bersih. Ingat, pilih sabun dan tisu basah yang tidak mengandung alkohol agar tidak terjadi iritasi.

4. Pengolesan salep
Sebelum memberikan salep ruam popok, pastikan bahwa kulit si kecil sudah dalam keadaan bersih. Pemberian salepnya pun secara pelan-pelan agar bayi tidak merasakan sakit. Jangan terlalu tebal, tipis saja asal merata.

5. Pemakaian popok baru
Langkah terakhir yakni pemasangan popok baru pada bayi. Pakaikanlah secara pelan dan jangan terlalu ketat dalam memakainya. Jika terlalu ketat maka akan dapat menyebabkan gesekan antara kulit dan popok sehingga dapat memperparah luka.

Selama ini lecet pada bayi akibat pemakaian popok cenderung dianggap hal yang tidak terlalu berbahaya bagi kebanyakan dari Anda. Sebenarnya jika penanganannya kurang tepat, ruam tersebut dapat berubah menjadi hal yang berbahaya karena dapat menjalar dan melebar ke bagian tubuh lain pada si kecil.

Maka dari itu, pastikan memilih salep ruam popok yang berkualitas dan terbukti ampuh seperti yang sudah disebutkan di atas. Dengan memakai krim yang berkualitas maka kesehatan bayi Anda akan tetap terjaga.
Baca selengkapnya »
Bolehkah Bayi 1 Bulan Ditengkurapkan? Ini Jawaban Tuntasnya

Bolehkah Bayi 1 Bulan Ditengkurapkan? Ini Jawaban Tuntasnya

Banyak ibu muda yang tidak mengetahui mengenai boleh tidaknya bayi 1 bulan ditengkurapkan. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah “boleh”. Justru terlalu sering menelentangkan bayi pada minggu-minggu pertama kelahiran merupakan tindakan yang kurang tepat.

Sudah semestinya seorang bayi dilatih posisi tengkurap sejak dini. Ketika bayi dalam posisi terlentang, dia tidak akan bisa bergerak bebas. Oleh karena itu, akan lebih baik jika bayi 1 bulan ditengkurapkan pada tempat yang hangat sehingga dapat terbiasa dengan posisi tersebut.

bolehkan bayi 1 bulan tengkurap, bahaya bayi 1 bulan tengkurap, bayi tengkurap, bayi tidur

Alasan Bayi 1 Bulan Boleh Ditengkurapkan
Fakta menyebutkan bahwa bayi yang berumur 2 minggu sudah mampu merayap sejauh 60 cm. Bayi tersebut sudah dapat melakukannya kurang lebih selama 15  menit sehingga sangat penting untuk membiasakan bayi pada posisi tengkurap agar dia dapat berlatih merayap.

Mereka yang tidak memahami manfaat dari bayi 1 bulan ditengkurapkan, akan berpikir ulang untuk memposisikan bayinya pada posisi tersebut. Hal ini dikarenakan mereka berasumsi bahwa bayi yang baru berumur 1 bulan tidak boleh ditengkurapkan karena posisi tersebut akan membahayakan si kecil.

Kebanyakan seorang ibu muda yang baru memiliki anak pertama akan merasa takut untuk menengkurapkan anaknya yang baru lahir karena kondisi otot-otot bayi tersebut masih lemah. Padahal ada beberapa alasan dibolehkannya bayi 1 bulan ditengkurapkan, berikut ini pemaparannya.

Baca juga:
10 Penyebab Bayi Lambat Tengkurap dan Cara Melatihnya
12 Efek Bayi Tidur Tengkurap yang Harus Diwaspadai Orangtua
Bayi Tidur Tengkurap, Hati-Hati! 5 Bahaya ini Mengintai

1. Bayi Menjadi Terbiasa Pada Posisi Tengkurap
Pada umumnya, seorang bayi yang baru lahir akan ditidurkan dalam keadaan terlentang oleh kedua orang tuanya. Hal tersebut lazim dilakukan oleh kebanyakan orang karena mereka akan sangat berhati-hati dalam memperlakukan bayi yang baru lahir.

Ada banyak hal yang dikhawatirkan oleh seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya. Salah satu hal yang menjadi perhatian mereka adalah posisi yang tepat untuk bayi. Apabila salah dalam memposisikan bayi, maka buah hati Anda akan merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

Ketika bayi Anda terbiasa tidur dengan posisi terlentang, maka dia tidak terbiasa tidur dengan posisi tengkurap. Bayi tersebut akan melakukan penolakan dalam bentuk rewel atau menangis ketika baru pertama kali dilatih untuk tengkurap.

Padahal posisi bayi 1 bulan ditengkurapkan memiliki kelebihan tersendiri sehingga sangat penting melatih bayi untuk tidur dalam posisi ini agar kelak menjadi terbiasa. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran dari seorang ibu untuk melatih bayinya.

2. Bayi Dapat Berlatih Merayap
Pada dasarnya bayi yang baru berumur 2 minggu pun sudah memiliki kemampuan untuk merayap meskipun hanya bergeser beberapa sentimeter saja. Semakin sering bayi dilatih untuk merayap, maka dia akan semakin pandai melakukan hal tersebut.

Apabila sang ibu secara rutin melatih bayi dalam posisi tengkurap dan membiarkannya ketika hendak belajar merayap, maka buah hatinya tersebut akan lebih cepat berkembang. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir untuk melatih bayi 1 bulan ditengkurapkan.

3. Bayi Dapat Bergerak Bebas
Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa gerakan bayi yang tidur dalam posisi terlentang sangat terbatas. Variasi gerakan yang ditunjukkan oleh bayi yang tidur terlentang tidaklah banyak. Lain halnya ketika bayi 1 bulan ditengkurapkan, dia akan merasa lebih bebas untuk bergerak.

Bayi 1 bulan ditengkurapkan dapat membuat gerakan yang berbeda ketika dalam posisi terlentang. Bayi tersebut akan berusaha untuk mencoba berbagai gerakan yang tidak ia lakukan saat dalam posisi terlentang.

Saat ini banyak ibu yang memasukkan anaknya ke dalam box dengan berbagai alasan. Padahal sebetulnya bayi yang dimasukkan ke box tidak memiliki banyak ruang gerak sehingga bayi tidak dapat bergerak dengan bebas dan dapat mengganggu perkembangannya.


4. Membantu Bayi Dalam Mengembangkan Kekuatan Otot-Ototnya
Otot-otot yang dimiliki oleh bayi yang baru lahir masih sangat lemah. Bahkan kepala bayi pun masih dalam keadaan empuk. Apabila bayi 1 bulan ditengkurapkan, maka dia akan belajar untuk melatih kekuatan leher, punggung dan otot-otot bagian atas lainnya.

Rata-rata seorang bayi baru mampu menopang kepala dan lehernya pada usia 4 bulan. Sebelum menginjak usia tersebut seorang bayi belum memiliki kemampuan untuk menopang kepala dan lehernya.

Bayi yang terlalu sering ditidurkan dengan posisi terlentang, akan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dapat berguling pada usia 4 bulan dibandingkan dengan bayi yang biasa ditidurkan dengan posisi tengkurap.  Hal tersebut terjadi berkat latihan tengkurap yang dilakukan sejak dini.

Cara Melatih Bayi Tengkurap
Seorang bayi perlu dilatih untuk tidur dalam posisi tengkurap. Namun, ada banyak orang tua di luar sana yang tidak mengetahui dan memahami cara untuk melatih bayi tengkurap. Berikut ini akan dipaparkan beberapa cara melatih bayi tengkurap.

1. Membiarkan Bayi Tidur di Lantai
Ketika hendak membiarkan buah hati Anda untuk tidur di lantai, maka sebelumnya harus dipastikan bahwa alas yang dipakai sudah aman. Taruhlah mainan di beberapa tempat yang berbeda agar bayi berusaha untuk meraihnya.

Biasanya secara alami, bayi tersebut akan berusaha untuk meraih mainan tersebut. Dia akan bergerak maju menuju mainannya. Percobaan pertama mungkin tidak akan berjalan mulus sehingga butuh kesabaran dalam melakukannya.

2. Menengkurapkan Bayi di Kaki Anda
Cara ini hanya dapat dilakukan pada bayi yang berusia minimal 4 bulan. Apabila bayi Anda baru berumur 1 bulan, maka hal ini tidak dapat dilakukan.

Kepala bayi diletakkan pada lutut dan bagian perutnya di kaki Anda. Lalu cobalah untuk memanggilnya, maka bayi Anda akan berusaha untuk mencari sumber arah suara tersebut. Selain dapat melatih bayi tengkurap, cara ini juga dapat membantu buah hati untuk belajar berkomunikasi.

3. Menopang Tubuh Bayi dengan Bantal
Cara ini dapat Anda lakukan dengan menempatkan bantal di samping tubuh bayi. Pada umumnya bayi akan berusaha untuk menegakkan lehernya. Selanjutnya dia akan berguling alami dengan bantal.

Apabila cara tersebut berhasil, maka Anda dapat melatih bayi untuk tengkurap dengan memberikan sedikit bantuan pada bagian kaki. Jika Anda memegang bagian kaki bayi, maka dia akan berusaha lebih keras agar dapat tengkurap.

4. Tidur di Sebelah Bayi dengan Posisi Tengkurap
Anda dapat memberikan contoh kepada sang buah hati agar dia mau berlatih tengkurap. Bayi cenderung mudah meniru orang lain sehingga apabila Anda tidur di sampingnya dengan posisi tengkurap, maka dia akan berusaha untuk meniru posisi tersebut.

5 Menahan Tubuh Bayi dengan Perut Anda
Cobalah untuk menahan tubuh mereka diatas perut Anda agar mereka belajar memahami posisi tengkurap. Apabila bayi sudah terbiasa dengan posisi ini maka mereka dapat melakukan tengkurap dengan mudah. Posisi ini akan melatih kekuatan leher dan punggung.

6. Melatih Keseimbangan Bayi
Cara ini akan membutuhkan kesabaran dari seorang ibu. Pada menit-menit awal, buah hati Anda akan terlihat senang. Kemudian setelah waktu telah lama berlalu, maka bayi tersebut akan menangis. Anda harus merubah posisi bayi apabila hal itu terjadi.

Pilihlah posisi yang kiranya akan membuat bayi Anda merasa nyaman. Pada awalnya, cara ini mungkin akan sangat berat dan membutuhkan kesabaran ekstra.  Namun, jika sudah terbiasa bayi Anda akan merasa senang dan dapat belajar tengkurap secara mandiri.

Bayi Tidur Tengkurap di Dada Ibu
Faktanya seorang bayi akan merasa tenang dan nyaman ketika tidur dalam dekapan ibunya. Seorang bayi akan tampak tertidur nyenyak ketika berada dalam dekapan sang ibu. 

Ada banyak orang tua yang membiarkan bayi tertidur di dadanya. Padahal cara ini dapat membahayakan si kecil. Posisi tidur yang demikian dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya resiko sindrom kematian bayi mendadak (SDIS).

Jika bayi tidur pada dada Anda, maka akan lebih baik untuk memindahkannya pada tempat yang lebih nyaman. Selain dapat mengurangi resiko terjadinya SDIS, dengan memindahkan bayi ke tempat yang nyaman juga dapat membuat buah hati Anda tidur dengan tenang dan nyenyak.

Sudah semestinya orang tua senantiasa mendampingi anaknya ketika sedang tertidur. Selain itu, seorang ibu harus lebih selektif dalam memilih alas tidur untuk buah hatinya. Pilihlah tempat tidur yang aman digunakan oleh si kecil.

Demikianlah pemaparan mengenai posisi bayi 1 bulan ditengkurapkan. Pada dasarnya menengkurapkan bayi yang baru berumur 1 bulan adalah hal yang diperbolehkan. Bahkan, memang lebih baik untuk melatih bayi pada posisi tengkurap.
Baca selengkapnya »
Beranda

Perkembangan Bayi

Perlengkapan Bayi