Perkembangan Janin Usia 1 Bulan (4 Minggu) dan Bentuk di Kandungan

Menjalani masa kehamilan sudah pasti sebuah masa-masa yang membahagiakan bagi para calon ibu. Setiap perkembangan janin dalam kandungannya akan selalu diperhatikan. Namun, terkadang pada usia awal kehamilan, para ibu jarang mengetahui perkembangan janin yang dikandung. Perkembangan janin usia 1 bulan memang belum menunjukkan terlalu banyak perbedaan secara fisik.

Usia Awal Kehamilan (1-4 Minggu)
Menjadi orang tua merupakan sebuah anugerah yang luar biasa bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Maka tak heran jika banyak pasangan yang berharap untuk bisa segera mendapatkan keturunan. Tak jarang pula pasangan suami istri, terutama yang baru menikah, tidak menyadari jika di dalam rahimnya sudah tumbuh sebuah kehidupan.

pertumbuhan janin usia 1 bulan, perkembangan janin usia 1 bulan, janin usia 4 minggu, janin usia 1 bulan, janin di kandungan

Pada usia-usia awal kehamilan, terutama di bulan pertama, calon ibu memang tidak begitu mengalami perubahan fisik. Apalagi pada janin, perkembangan janin usia 1 bulan belumlah nampak terlalu signifikan. Pada masa-masa ini, yang justru menjadi perhatian adalah perubahan yang dialami calon ibu. Ada beberapa perubahan dan gejala yang dialami ketika janin sudah mulai tumbuh di rahim ibu.

Secara fisik, pada usia kehamilan 1 bulan ibu memang tidak mengalami perubahan fisik yang signifikan. Yang terjadi pada ibu di usia awal kehamilan hanyalah tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa Anda sedang hamil. Misalnya tubuh calon ibu yang bisa mudah lelah, sering mengalami morning sickness dan beberapa tanda-tanda lainnya.

Apa yang Terjadi pada Janin Usia 1 Bulan?
Sedangkan pada janin sendiri, perkembangan janin usia 1 bulan juga belum mengalami perkembangan yang berarti. Pada usia 4 minggu atau satu bulan ini, ukuran embrio atau calon bayi hanya sebesar biji kacang hijau saja. Namun, masih ada beberapa perkembangan yang terjadi pada embrio ini yang harus calon ibu ketahui.

Baca juga:
Perkembangan Janin Usia 2 Bulan (8 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan 
Perkembangan Janin Usia 3 Bulan (12 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan
Perkembangan Janin Usia 4 Bulan (16 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan

1. Minggu Pertama pada Tahap Perkembangan Janin Berusia 1 Bulan
Pada usia ini, memang belum nampak apapun di dalam rahim calon ibu. Pada kenyataannya sangat sulit untuk memastikan kapan sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan. Namun yang pasti, hari pertama ketika Anda selesai menstruasi bisa dijadikan sebagai hitungan awal menuju ke 40 minggu usia untuk kehamilan.

2. Minggu Kedua, penebalan Sel telur
Pada minggu kedua masa perkembangan janin usia 1 bulan juga masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Namun, pada usia ini dinding rahim calon ibu sudah mulai menebal. Hal ini merupakan bentuk persiapan sebagai tempat untuk sel telur yang dibuahi berkembang.

Tak hanya itu saja, pada usia ini juga terjadi pematangan pada folikel sel telur calon ibu. Folikel inilah yang merupakan bakal janin. Namun, pertama-tama folikel-folikel tersebut harus berjuang untuk mencari sel sperma yang akan membuahinya.

3. Minggu Ketiga, terbentuknya Calon Janin
Sel telur yang telah bertemu dengan sperma dan sudah terjadi proses pembuahan kemudian menghasilkan sel yang disebut zigot. Beberapa hari kemudian, sel yang berbentuk seperti bola namun berukuran sangat kecil itu melanjutkan perjalanannya menuju ke rahim dari tempatnya dibuahi.

4. Minggu ke-empat, Embrio atau calon janin mencapai rahim
Perjalanan sel yang telah dibuahi disebut juga sebagai embrio, itu kini telah mencapai rahim. Inilah minggu terakhir pada tahap perkembangan janin usia 1 bulan. Sel yang berbentuk seperti bola ini melekat pada rahim dengan kuat dan juga membelah lagi menjadi dua bagian. Satu bagiannya adalah bagian yang kelak menjadi bayi. Sedangkan bagian lainnya menjadi plasenta, yang merupakan sumber kehidupan bagi bayi.

Baca juga: Tahap Perkembangan Janin Usia 0-9 Bulan dan Pertumbuhannya

Bentuk Janin di Usia 4 Minggu
Berbicara tentang perkembangan janin usia 1 bulan tidak bisa terlepas dari masa-masa awal kehamilan bagi seorang ibu. Pada usia kandungan yang mencapai 1 bulan, memang belum bisa dilihat perkembangan pada janin maupun pada ibunya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pada minggu-minggu pertama usia kandungan mencapai 1 bulan, embrio atau bakal bayi masih belum terbentuk. Pada masa ini adalah masa dimana sel telur baru dibuahi dan masa dimana sel telur yang dibuahi baru  melekat pada janin. Jadi belum ada bentuk spesifik yang terlihat.

Namun, ketika sel telur sudah dibuahi pada tahap perkembangan janin usia 1 bulan, embrio atau calon bayi sudah memiliki bentuk yang lebih spesifik. Tepatnya, sel telur yang sudah dibuahi atau zigot itu membentuk sebuah bola sel dengan ukuran yang sangat kecil. Dimana bola sel itulah yang akan menempel di rahim ibu dan berubah menjadi bayi.

Tanda-Tanda Ibu Hamil di Usia 1 Bulan
Belum adanya tanda-tanda fisik yang mencolok membuat para ibu terkadang tidak sadar jika sedang mengandung. Hal ini karena memang pada masa perkembangan janin usia 1 bulan belum memberikan perubahan yang besar atau signifikan pada ibunya. Namun, ada beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi tolak ukur bagi para ibu untuk mengetahui apakah sedang hamil atau tidak.

1. Mual-mual dan muntah
Tanda-tanda pertama yang biasanya terjadi pada ibu yang sedang hamil di bulan pertama adalah mengalami mual-mual atau yang biasa disebut morning sickness. Mual-mual ini biasanya terjadi di pagi hari yang disebabkan karena peningkatan hormon yang berlebih. Kadarnya pun bisa berbeda-beda tergantung setiap orangnya.

2. Kelelahan
Morning sickness yang dialami oleh calon ibu di usia awal kehamilan juga akan menimbulkan dampak lain. Salah satunya yang biasanya dialami wanita ketika menjalani siklus morning sickness adalah kelelahan. Banyaknya cairan yang dikeluarkan dan kadang kurangnya asupan gizi bisa membuat calon ibu menjadi lebih cepat lelah.

3. Rasa Nyeri pada payudara
Tanda-tanda ini juga sering dialami oleh para wanita yang sedang hamil di usia-usia awal. Perubahan produksi hormon yang semakin besar juga akan membawa perubahan pada payudara. Terutama adalah ukurannya yang semakin membesar.

4. Menstruasi Telat
Tanda-tanda paling jelas yang bisa dilihat ketika seorang wanita hamil adalah ketika siklus menstruasi mengalami keterlambatan. Ketika sel telur sudah dibuahi dan sudah mulai melakukan proses pembelahan di dalam rahim, tahap selanjutnya adalah menempelnya sel telur di dinding rahim. Inilah yang membuat wanita tidak lagi mendapatkan siklus haidnya.

5. Lebih peka terhadap Rasa dan Bau yang Lebih Menyengat
Peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron juga membuat beberapa indera pada wanita menjadi lebih sensitif. Seperti misalnya pada indera penciuman dan indera perasa. Maka tak jarang jika ibu hamil di usia-usia awal kehamilan jadi lebih sensitif terhadap bau yang menyengat.

Apa yang Harus Dilakukan Calon Ibu di Usia Awal Kehamilan
Masa-masa awal kehamilan adalah masa-masa yang sangat rentan. Ketidak tahuan calon ibu atas tahapan perkembangan janin usia 1 bulan membuat calon ibu terkadang bersikap ceroboh. Hal inilah yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya keguguran. Oleh karena itu, keluarga sangat berperan dalam membantu calon ibu untuk menjaga janinnya, dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Memeriksakan Diri secara Rutin
Pemeriksaan bisa dilakukan untuk memastikan kehamilan dan juga ketika sudah dipastikan hamil. Kedua waktu ini dirasa begitu penting karena akan mempengaruhi perlakuan yang harus diberikan pada calon ibu.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Pada awal masa kehamilan, mengalami morning sickness adalah hal yang wajar. Namun, hal ini tak jarang membuat calon ibu jadi tidak memperhatikan asupan nutrisinya dengan baik. Keluarga sangat diperlukan pada masa ini untuk terus mendukung calon ibu agar tetap mengonsumsi makanan yang bergizi guna mencukupi gizinya dan juga janin dalam kandungannya.

3. Menjaga Kesehatan dan Menghindari hal-hal yang menyebabkan stres
Usia awal kehamilan juga rawan membuat stres calon ibu. Perubahan-perubahan hormonal yang dialami akan membawa ketidaknyamanan baik bagi fisik maupun psikisnya. Oleh karena itu, lingkungan harus senantiasa mendukung dengan menciptakan suasana yang lebih kondusif agar tidak menyebabkan calon ibu stres. Selain itu, pastikan juga calon ibu istirahat dengan cukup agar tidak mengalami kelelahan.

Masa-masa awal kehamilan adalah masa-masa yang sangat rentan. Dengan mengetahui perkembangan janin terutama di masa awal kehamilan tidak akan membuat Anda kaget dengan perubahan yang mungkin terjadi.

Itu tadi penjelasan tentang tahapan perkembangan janin usia 1 bulan (4 minggu) serta perubahan pada calon ibu dan apa yang harus dilakukannya. Dengan mengetahui perubahan ini juga Anda bisa memperkirakan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masa awal kehamilan.

Perkembangan Janin Usia 1 Bulan (4 Minggu) dan Bentuk di Kandungan