Perkembangan Janin Usia 3 Bulan (12 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan

Kehamilan adalah masa-masa yang paling membahagiakan bagi setiap orang. Apalagi jika kehamilan tersebut adalah yang pertama dan yang sudah dinanti-nanti. Tentu setiap perkembangan janin selama masih di dalam kandungan adalah hal yang paling menarik bagi orang tua. Perkembangan janin usia 3 bulan memang sangat mendebarkan.

Sebab usia kehamilan ini akan membuat perut ibu hamil terlihat semakin besar. Ketika memasuki angka 3 bulan, risiko keguguran pun mulai menurun. Meskipun demikian, Anda tetap harus berhati-hati dalam melakukan berbagai kegiatan fisik. Perubahan pada diri ibu hamil juga mulai terlihat saat usia janin 3 bulan.

perkembangan janin usia 3 bulan, perkembangan janin 12 minggu, pertumbuhan janin 3 bulan, janin bayi 3 bulan, janin

Pada kehamilan usia ini, ibu hamil akan lebih sering buang air kecil, mudah merasa letih, sembelit, kembung, payudara terasa penuh, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu rasa mual atau ingin muntah juga akan semakin berkurang pada usia kehamilan ini.

Perkembangan Janin di Usia Kandungan 3 Bulan
Saat masa janin memasuki angka 3 bulan, setiap ibu hamil biasanya akan mulai memperhatikan perkembangan kehamilannya. Mengetahui perkembangan janin usia 3 bulan sangat penting untuk memastikan bahwa kandungan berada dalam kondisi sehat dan normal. Pada usia ini, janin sudah berbentuk menyerupai bentuk tubuh manusia.

Berbeda dengan sebelumnya yang masih berbentuk embrio. Kini, embrio sudah berubah menjadi janin. Di usia kehamilan ini, pergerakan janin mulai terasa di dalam rahim meskipun masih tidak begitu kuat. Tapi bagi wanita hamil yang memiliki kulit tipis, umumnya dapat merasakan pergerakan dari janinnya tersebut.

Baca juga:
Perkembangan Janin Usia 4 Bulan (16 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan
Perkembangan Janin Usia 5 Bulan (20 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan
Perkembangan Janin Usia 6 Bulan (24 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan

Sudah menjadi tugas dari ibu hamil untuk selalu membuat calon bayi tetap sehat dan kuat di dalam kandungan. Perlu diketahui bahwa janin yang baru memasuki usia 3 bulan masih rentan terkena keguguran, meskipun tidak terlalu tinggi seperti bulan-bulan sebelumnya. Maka dari itu, para ibu yang sedang mengandung harus selalu memantau perkembangan dan kesehatan janin dalam kandungannya.

Penyesuaian di masa-masa kehamilan akan sangat terasa bagi pada ibu hamil ketika memasuki usia kandungan 3 bulan. Hal ini bisa terlihat sangat jelas baik secara psikis maupun fisik. Pada usia kehamilan ini, perkembangan janin sudah bisa Anda lihat melalui USG. Kontrol USG sangat penting agar Anda bisa mengetahui apakah perkembangan buah hati sudah sesuai dengan usianya atau tidak.

Perkembangan Janin Pada Kehamilan 3 Bulan
Semua ibu hamil harus mengetahui dengan pasti terkait perkembangan janinnya.  Apakah perkembangannya masuk dalam kondisi normal sesuai usianya atau tidak. Pada perkembangan janin usia 3 bulan, janin sudah bisa merespon sesuatu melalui gerakan. Tak hanya itu, janin juga sudah bisa menggerakkan kaki da jari tangannya.

Pada usia ini, janin memiliki panjang sekitar 8 cm. Sekarang, semua organ vital janin sudah terbentuk. Menariknya, bayi juga mengalami cegukan pada usianya yang ke 3 bulan dalam kandungan. Hal ini tergolong normal, karena cegukan menunjukkan bahwa organ janin sudah bisa bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Dalam satu jam, bayi akan mengalami cegukan dengan terjadi dengan frekuensi sampai dengan 90 kali. Cegukan juga bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot-otot janin. Wah, semakin penasaran dengan perkembangan janin usia 3 bulan bukan? Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah perkembangan janin ketika menginjakkan usia 3 bulan.

Baca juga: Tahap Perkembangan Janin Usia 0-9 Bulan dan Pertumbuhannya

Perkembangan Janin di Usia 3 Bulan
Perkembangan janin usia 3 bulan memang sangat menarik untuk di bahas. Pasalnya pada usia ini, janin sudah berbentuk seperti manusia. Berikut adalah pertumbuhan janin saat usianya di dalam kandungan memasuki angka 3 bulan.

1. Organ dan bentuk wajah terbentuk
Pada usia ini, semua bagian wajah dan organ janin sudah terbentuk. Mata, hidung, telinga dan mulut bayi sudah bisa Anda lihat melalui pemeriksaan. Jika di bulan-bulan sebelumnya bentuk bayi masih berupa embrio, kini organ tubuh bayi sudah terlihat utuh dan menyerupai manusia. Selain itu, fungsi organnya juga sudah mulai berkembang dan terbentuk.

2. Ototnya mulai berkembang
Otot janin pada usia ini sudah terbentuk secara sempurna. Janin dapat menutup dan memuka mulutnya. Bahkan janin sudah mulai berlatih untuk menghisap dan menelan. Umumnya, jenis kelamin janin juga sudah bisa dilihat pada usia kandungan 3 bulan.

Fungsi otak janin syaraf, dan otot sudah dapat berfungsi. Hal inilah yang membuat janin dapat memberikan respon dan bergerak ketika usia kehamilannya berada pada angka 3 bulan.

3. Panjang janin
Memasuki minggu yang ke 11, janin memiliki panjang tubuh sekitar 6,5 cm. Sedangkan pada usia yang ke 12 minggu, janin memiliki panjang mencapai 7,5 cm. Pada usia kehamilan ini, bayi bisa menelan cairan amnion lalu mengeluarkannya kembali

4. Jari-jarinya
Mengingat organ, otot dan otak janin sudah terbentuk, tidak mengherankan jika jari-jari janin sudah memiliki kuku-kuku kecil, baik pada jari kaki maupun jari tangan.

5. Pergerakan
Meskipun masih sangat kecil, pergerakan calon bayi di dalam kandungan bisa dirasakan oleh ibu hamil. Hal inilah yang membuat para ibu hamil semakin tertarik dengan perkembangan janin usia 3 bulan. Pergerakan janin terjadi karena otak dan syaraf janin yang sudah bisa difungsikan. Gerakannya terasa sangat lembut, sehingga seringkali ibu tidak bisa merasakannya.

6. Menguap
Perkembangan janin di usia 3 bulan selanjutnya adalah janin sudah bisa menguap dan menggeliat. Pada saat menggeliat tersebutlah biasanya ibu hamil bisa merasakan gerakan janin.

Perkembangan Ibu Hamil dan Janin 3 Bulan
Saat perkembangan janin usia 3 bulan, para ibu hamil juga akan mengalami perubahan yang cukup signifikan pada tubuhnya. Salah satu perubahan yang sangat terasa adalah payudara yang semakin membesar seperti bengkak. Hal ini dikarenakan adanya hormon kehamilan yang membuat pembuluh darah semakin melebar.

Ketika kehamilannya memasuki usia 3 bulan, tubuh Ibu hamil akan menghasilkan protein imonusupresan. Protein ini berfungsi sebagai pencegah reaksi berlebih akibat dari adanya janin yang dianggap sebagai benda asing.

Perkembangan Janin
Awal masa kehamilan adalah masa-masa yang sangat menentukan perkembangan buah hati di dalam kandungan. Pada usia kehamilan ke 3 bulan, calon bayi sudah dianggap sebagai janin. Bukan lagi embrio. Berat badan janin berkisar 20 gram atau setengah ons. Memang, pada usia ini organ kelamin janin belum terbentuk sepenuhnya.

Hanya saja, ada beberapa kondisi yang membuat jenis kelamin bayi dapat terlihat dari layar USG. Di saat perkembangan janin usia 3 bulan, tulang-tulang janin sudah mulai terbentuk secara sempurna. Gerakannya juga sudah didukung oleh syaraf, otot dan otak janin yang mulai berfungsi.

Pada usia  sirkulasi darah serta kemih sudah mulai difungsikan oleh janin. Bahkan, hati janin juga sudah mulai menghasilkan empedu.

Perubahan Signifikan pada Ibu dan Kandungan
Ketika usia janin 3 bulan, para ibu hamil memang akan mengalami perubahan berat badan. Mereka akan memiliki peningkatan berat badan dalam ukuran yang sangat drastis. Hal ini akan semakin terlihat seiring dengan perkembangan janin dalam kandungan.

Selain itu, hormon ibu hamil juga akan semakin stabil daripada bulan sebelumnya. Dimana mood dan perasaan ibu hamil sudah mulai baik dan tidak mudah berubah-ubah. Aliran darah menuju janin juga akan semakin meningkat. Sehingga seringkali ibu hamil merasa tidak nyaman pada organ pencernaannya.

Selain mengetahui perkembangan janin usia 3 bulan, Anda juga harus tahu nutrisi apa saja yang harus dipenuhi oleh semua ibu hamil ketika usia kehamilannya mencapai 3 bulan. Beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil diantaranya adalah vitamin, zat besi, mineral, serat, protein, karbohidrat, dan lainnya. Asupan nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan dari buah-buahan, sayur-sayuran dan lain sebagainya.

Agar janin bisa berkembang dengan baik, ada baiknya jika Anda dan suami tidak melalukan hubungan intim saat kehamilan baru memasuki trimester pertama. Pasalnya pada usia ini risiko keguguran masih cukup besar walaupun sebenarnya tidak setinggi bulan sebelumnya.

Wah, perkembangan janin pada usia 3 bulan ini memang sangat menarik untuk diikuti bukan? Dengan mengetahui informasi seperti di atas, setidaknya Anda bisa menilai apakah janin dalam kandungan dalam kondisi yang sehat dan normal atau tidak. Meskipun sebenarnya, kesehatan janin bisa Anda ketahui dari dokter kandungan.

Demikianlah informasi terkait dengan perkembangan janin usia 3 bulan. Semoga ulasan di atas dapat memberikan wawasan baru kepada Anda terkait dengan perkembangan janin.

Perkembangan Janin Usia 3 Bulan (12 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan