Perkembangan Janin Usia 9 Bulan (36 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan

Proses kehamilan merupakan proses yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa di seluruh dunia. Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kaum hawa yang bisa merasakan nikmatnya hamil dan melahirkan. Perkembangan janin usia 9 bulan merupakan masa-masa yang harus sangat diperhatikan karena sudah mendekati waktu proses kelahiran.

Kehamilan sendiri terdiri dari tiga trimester. Trimester pertama adalah usia kandungan satu hingga tiga bulan, trimester keduanya adalah memasuki bulan ke empat hingga ke enam, dan yang terakhir adalah trimester ketiga dengan usia kandungan tujuh hingga Sembilan bulan.

perkembangan janin usia 9 bulan, pertumbuhan janin usia 9 bulan, janin 9 bulan, janin bayi sembilan bulan, janin

Setiap masa trimester masing-masing memiliki perkembangan yang berbeda pula. Masa-masa awal mungkin ibu belum merasakan perubahan fisik yang terlalu terlihat. Biasanya pada trimester awal ibu hanya mengalami gejala masalah kesehatan seperti mual dan muntah berkepanjangan. Sedangkan pada masa trimester akhir ibu sudah pasti akan mengalami perubahan fisik yang sangat terlihat.

Perkembangan janin usia 9 bulan seperti yang sudah dijelaskan merupakan masa perkembangan yang sangat perlu untuk diperhatikan mengingat masa ini masa yang paling dekat dengan kelahiran. Pada masa-masa ini seorang ibu harus selalu memperhatikan berat badan bayi. Jika berat bayi kurang kemungkinan besar akan diperlukan penanganan khusus setelah bayi dilahirkan.

Perkembangan Janin pada Usia 9 Bulan
Perkembangan janin usia 9 bulan bisa dibilang menjadi perkembangan puncak kesempurnaan dari pertumbuhan janin yang siap menyapa dunia. Pertumbuhan jaringan kulit bayi sudah terbentuk dengan sangat sempurna pada usia kandungan ini. Jika pada bulan-bulan sebelumnya kulit janin cenderung transparan maka berbeda dengan usia ini yang sudah mulai membentuk kulit manusia pada umumnya.

Baca juga:
Pertumbuhan Bayi Usia 0 - 1 Bulan dan Perkembangan Fisik yang Terlihat
Pertumbuhan Bayi Usia 2 Bulan dan Perkembangan Fisik yang Terlihat
Pertumbuhan Bayi Usia 3 Bulan dan Perkembangan Fisik yang Terlihat

Selain kulit, otak janin juga sudah sangat berkembang cepat. Jutaan bahkan miliyaran sel-sel syaraf telah siap bekerja di otak janin. Perkembangan sel-sel syaraf ini nyatanya akan terus berkembang sejak bayi dilahirkan hingga sampai bayi menginjak usia dua tahun penuh. Masa-masa awal kehidupan bayi ini merupakan masa emas bagi setiap bayi yang dilahirkan.

Bukan hanya kulit dan otak janin yang sudah berkembang sempurna. Ternyata janin dengan usia 9 bulan ini sudah memiliki sistem antibodi yang luar biasa. Meskipun janin sudah memiliki antibodi sempurna namun sistem perlindungan janin tetap menggunakan antibodi milik sang ibu. Selain itu, mereka membutuhkan vaksin yang bisa menggantikan antobidi mereka yang hanya berusia 6 bulan saja.

Kemudian perkembangan janin usia 9 bulan ini juga ditandai dengan pertumbuhan rambut janin yang sudah tumbuh sempurna menutupi seluruh bagian kepala bayi. Alis dan bulu mata janin juga sudah tumbuh dengan baik. Tebal tipis dan segala bentuk fisik dari rambut, alis, atau bulu mata bayi sangat dipengaruhi dengan gen dari orang tua mereka.

Berat Janin di Usia 9 Bulan
Dalam masa perkembangan janin usia 9 bulan,  berat dan panjang bayi sudah harus sesuai dengan yang dibutuhkan bayi itu untuk kehidupan barunya di dunia. Jika pada usia ini janin masih memiliki berat atau panjang yang tidak normal maka sang ibu akan diberikan beberapa treatment dan perlakuan khusus dari dokter untuk menyeimbangkan berat atau panjang janin tersebut.

Berat janin usia 9 bulan rata-rata adalah 2,5 kilogram sampai dengan 3,3 kilogram. Sebaiknya berat janin tidak kurang dari 2,5 kilogram karena bayi yang lahir dengan berat badan kurang akan sangat beresiko dan perlu diberikan penanganan khusus seperti inkubator atau bahkan alat bantu pernafasan jika ternyata beberapa komponen organ mereka masih kurang stabil.

Baca juga: Tahap Perkembangan Janin Usia 0-9 Bulan dan Pertumbuhannya

Berat bayi juga sebaiknya tidak terlalu melebihi berat normal bayi. Memang tidak semua bayi yang memiliki berat badan lebih rendah atau lebih tinggi akan beresiko namun sebaiknya ibu tetap memperhatikannya. Usahakan berat bayi tidak lebih dari 3,5 kilogram karena akan sangat membahayakan sang ibu jika nantinya memutuskan untuk melakukan proses persalinan normal.

Panjang Janin Usia 9 Bulan

Pada usia 9 bulan bayi sudah terbentuk dengan sempurna. Beberapa pihak menyebutkan bahwa bayi sudah mulai sebesar buah melon atau buah kelapa. Panjang janin dengan usia 9 bulan rata-rata adalah sekitar 45 cm sampai dengan 55 cm. Panjang janin ini dihitung dari mulai kepala sampai dengan ujung kaki mereka.

Posisi Janin Usia 9 Bulan di dalam Kandungan
Perkembangan janin usia 9 bulan selanjutnya dapat terlihat dari posisi mereka dalam kandungan sang ibu. Pada usia kandungan 9 bulan ini janin sudah memposisikan dirinya dengan lebih baik. Seharusnya pada usia ini kepala janin sudah mulai memasuki area panggul sang ibu. Namun, beberapa ibu mengalami sedikit kondisi yang berbeda karena posisi janin yang sungsang.

Perpindahan posisi tubuh dan kepala janin ini akan menyebabkan tekanan pada area bawah perut ibu. Pada kondisi ini ibu biasanya akan mengalami atau merasakan rasa kurang nyaman ketika sedang berjalan dan sedang beraktifitas lain.

Gerakan engagement atau gerakan lightening merupakan gerakan dari janin yang bergerak sedikit demi sedikit menurun dari posisinya semula sampai dengan area panggul ibu. Kabar baik dari posisi bayi ini adalah ibu akan bisa lebih bernafas dengan lega. Hal ini karena jika biasanya posisi bayi sedikit menghimpit paru-paru, kali ini akan ada sedikit renggangan untuk ibu bernafas lebih lepas.

Perubahan Fisik pada Ibu Hamil Usia 9 Bulan
Selain perkembangan janin usia 9 bulan, ibu juga harus memperhatikan perkembangan dari dirinya sendiri. Hal ini sangat penting karena apapun yang dirasakan oleh sang ibu akan sangat berpengaruh dengan tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri fisik yang hari ibu hamil ketahui untuk terus menjaga perkembangan janin usia 9 bulan. Beberapa informasi ini akan menambah pengetahuan ibu dalam memprsiapkan proses kelahiran yang hanya tinggal menghitung hari saja.

1. Payudara ibu akan mengalami pembengkakan yang sangat terlihat. Pembengkakan ini sebagai tanda bahwa payudara ibu sudah mulai terisi ASI meskipun belum terlalu penuh.

2. Adanya rasa nyeri pada area kandung kemih karena perkembangan janin usia 9 bulan menyebabkan posisi janin sudah mulai memasuki area panggul ibu.

3. Ibu akan secara otomatis mulai mempersiapkan persalinan dengan merenggangnya leher rahim dan keluarnya lendir-lendir dari jalan lahir bayi. Lendir yang keluar merupakan lendir penutup jalan lahir yang selama ini melindungi janin dari berbagai infeksi.

4. Cairan ketuban ibu yang ada di dalam rahim perlahan akan semakin berkurang.

5. Gangguan kehamilan terutama dalam segi emosional akan lebih sering mengganggu ibu pada usia kehamilan memasuki 9 bulan.

6. Ibu akan merasa lebih cepat lelah.

7. Ibu akan merasakan nyeri punggung yang lebih sering dibandingkan sebelumnya.

8. Ibu akan banyak mengalami kontraksi palsu.

Kontraksi pada Ibu Hamil Usia 9 Bulan
Perkembangan janin usia 9 bulan yang sudah mulai memasuki masa persalinan membuat ibu sering mengalami kontraksi. Kontraksi ini bukan berarti hanya dialami sesaat sebelum melahirkan melainkan juga dialami beberapa minggu terakhir sebelum persalinan benar-benar terjadi. Kontraksi ini biasa disebut dengan kontraksi palsu.

Kontraksi yang berlangsung ini merupakan kontraksi pada area otot-otot rahim. Ibu akan mulai merasakan mules-mules pada perut, nyeri, kram sama seperti saat akan datang bulan. Ibu harus mengetahui dengan pasti apakah kontraksi yang terjadi benar-benar kontraksi persalinan atau hanya kontraksi palsu saja. Berikut ini ada beberapa ciri kontraksi palsu yang biasa terjadi.

1. Kontraksi terjadi secara tidak teratur.
2. Kontraksi tidak menyebabkan rasa nyeri pada area perut bawah atau lipatan paha.
3. Kontraksi tidak menyebabkan rasa nyeri yang menyeluruh dari area pinggang hingga perut bawah.
4. Durasi kontraksi cenderung pendek dan lemah.
5. Kontraksi akan cepat hilang.
6. Kontraksi tidak akan bertambah kuat meskipun dalam jangka waktu yang semakin bertambah.
7. Kontraksi tidak akan berpengaruh dalam proses pembukaan di area mulut rahim.

Itulah beberapa informasi yang berkaitan dengan perkembangan janin usia 9 bulan. Semoga para calon ibu selalu diberi kesehatan dan kesiapan baik fisik maupun mental dalam mempersiapkan kelahiran sang calon bayi. Ibu tidak perlu panik mendekati persalinan, usahakan untuk selalu berdoa.

Perkembangan Janin Usia 9 Bulan (36 Minggu) dan Bentuk dalam Kandungan