Cara Melatih Bayi agar Bisa Merangkak dan Duduk Dibantu Orangtua

Seperti yang diketahui bahwa usia emas bayi ada diantara 1 sampai dengan 9 bulan. Kenapa? Karena pada masa-masa itu, bayi menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu. Mulai dari kepalanya yang mulai bisa ditopang, tengkurap, merangkak, duduk sampai berjalan. Sebagai orang tua, Anda harus tahu bagaimana cara melatih bayi duduk.

Karena dalam perkembangan anak, peran orang tua sangatlah penting. Terutama untuk memberikan stimulasi kepada bayi agar bisa berkembang sesuai usianya. Sebagai orang tua yang baik, Anda harus selalu berada di sisi bayi agar mereka bisa melalui fase perkembangannya dengan baik. 

cara melatih bayi merangkak, cara melatih bayi duduk, bayi merangkak, bayi duduk, bayi

Apabila bayi tidak belum bisa duduk dan menguasai kemampuan motorik dasarnya tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya, masing-masing bayi mempunyai kemampuan motorik yang unik dan berbeda-beda.

Hanya saja jika Anda sudah melakukan berbagai cara untuk membuat bayi berlatih duduk tapi tidak berhasil, maka ada baiknya apabila Anda mengkonsultasikannya dengan dokter tentang dengan hal tersebut.

Proses Perkembangan Bayi dari Merangkak sampai Duduk
Sebelum membahas mengenai cara melatih bayi duduk, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu proses perkembangan bayi mulai dari tengkurap sampai berjalan. Hal ini sangat penting agar Anda bisa memastikan apakah buah hati sudah berkembang dengan baik sesuai usianya atau belum.

Baca juga:
Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya
10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri
Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap

1. Tengkurap
Pada usia 6 minggu hingga 1 bulan, Ibu harus menahan bagian kepala dan leher ketika menggendong. Saat usia bayi mencapai 3 bulan, bayi seharusnya sudah bisa belajar mengangkat kepalanya agar bisa tengkurap.

2. Merangkak
Setelah tengkurap, bayi akan belajar merangkak saat usianya memasuki angka 6 bulan. Merangkak tentunya menjadi tanda bahwa mereka siap untuk dilatih orang tuanya agar bisa melatih bayi duduk. Ketika bayi sudah memasuki fase merangkak, maka seharusnya bayi juga sudah bisa belajar duduk walaupun masih harus ditopang oleh orang tuanya.

Tulang bayi memang belum begitu kuat untuk bisa duduk sendiri. Sehingga Anda masih harus menggunakan tubuh Anda sendiri untuk membantu bayi menopang tubuhnya saat ingin duduk.

3. Duduk
Bayi bisa dilatih untuk duduk ketika usianya mencapai 4 sampai dengan 7 bulan. Pada usia tersebut, bayi sudah mampu mengkoordinasikan tubuh dan ototnya. Dimana mereka dapat menahan kepala dan tubuh dengan baik. Saat usianya 8 bulan, bayi seharusnya sudah bisa duduk sendiri menggunakan tubuhnya tanpa bantuan orang tua.

Cara Melatih Bayi Duduk
Ada banyak sekali cara melatih bayi duduk yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua. Apa saja cara yang bisa dilakukan? Inilah penjelasan lengkapnya.

1. Ajak bayi bermain
Cara pertama adalah ajaklah bayi Anda bermain. Dengan bermain maka kekuatan otot leher bayi akan semakin terasah sehingga mereka bisa mulai duduk sendiri. Anda bisa meletakkan mainan di bawah lantai. Secara perlahan, Anda angkat mainan tersebut sehingga bayi mulai mendongakkan kepalanya agar bisa mengikuti setiap gerakan Anda.

2. Membantunya dengan tangan Anda
Cara melatih bayi duduk selanjutnya adalah merangsang otot-otot bayi menggunakan kedua tangan Anda agar mereka bisa belajar duduk dengan sempurna. Caranya adalah mengajak bayi untuk duduk sendiri di tempat yang nyaman seperti sofa.

Jangan terlalu memaksa bayi agar mereka bisa langsung duduk setelah Anda melakukan cara ini. Karena bayi memiliki waktu yang berbeda-beda untuk mengembangkan kemampuan ototnya agar bisa duduk sempurna.


Anda harus melakukan stimulan dengan tangan ini secara terus menerus hingga bayi dapat duduk sendiri tanpa bantuan kedua tangan Anda lagi. Setelah bayi sudah mulai terbiasa, cobalah untuk meninggalkannya agar bayi bisa duduk degan tubuhnya sendiri. Ajak bayi untuk duduk di tempat lain selain sofa.

Hal tersebut dilakukan agar bayi bisa belajar menopang tubuhnya sendiri ketika duduk dimana saja. Yang terpenting, Anda harus memastikan bahwa bayi tidak sampai terguling saat sedang duduk sendirian. Anda juga bisa memperbaiki posisi duduknya agar bayi bisa menggerakkan kedua tangan dan kakinya dengan bebas dan mudah.

3. Ajarkan bayi untuk menyeimbangkan posisinya
Cara selanjutnya adalah Anda coba bantu bayi menyeimbangkan posisinya. Caranya, Anda letakkan mainan kesukaan di sekitar bayi namun berada di luar jangkauannya. Dengan begitu, bayi akan mencoba dengan sebaik mungkin untuk meraih mainan tersebut. Dengan cara ini, ia akan mulai berusaha untuk menyeimbangkan posisinya agar bisa duduk dan mengambil mainan tersebut.

Mainan memang bisa dimanfaatkan untuk menstimulasi dan melatih bayi duduk. Pasalnya bayi akan berusaha melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mainan yang diinginkan. Hanya saja Anda sebagai orang tua harus memastikan bahwa lantai atau sofa tempat bayi duduk dalam kondisi yang bersih da jauh dari benda berbahaya.

4. Berikan contoh
Cara melatih bayi duduk selanjutnya adalah dengan memberikan contoh pada bayi. Jika Anda ingin tumbuh kembang bayi dapat berlangsung secara optimal, maka Anda harus lebih sering lagi meluangkan waktu untuk memberikan pengajaran pada buah hati.

Ketika bayi berada pada usia 0 sampai dengan 12 bulan, mereka mempunyai kemampuan daya tangkap yang sangat luar biasa. Dalam hal ini, bayi bisa merespon semua hal yang dipelajarinya dengan cepat, termasuk ketika belajar duduk. Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah mengajarinya duduk dengan memberikan contoh.

Ajak bayi untuk duduk karena bayi sudah bisa menopang tubuhnya dengan baik. Meskipun demikian, Anda tidak boleh langsung melepas tubuh bayi begitu saja. Letakkan bantal dan guling di sekitar bayi agar bayi bisa tetap aman jika suatu waktu keseimbangannya hilang.

Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan Saat Sedang Melatih Bayi untuk Duduk
Agar bayi bisa duduk secara sempurna, Anda tidak boleh memaksanya secara tiba-tiba tanpa pengarahan terlebih dahulu. Ajaklah bayi Anda untuk bersantai di pagi hari atau sore hari di ruangan yang nyaman. Ajak bayi bermain lalu latihlah bayi Anda untuk duduk menggunakan bantal yang empuk dan lembut.

Selain melatih bayi duduk, Anda harus memastikan jika asupan nutrisi bayi sudah terpenuhi. Karena saat usia bayi berkisar 0 hingga 12 bulan, pemberian ASI eksklusif sangatlah dianjurkan. Daripada menggunakan susu formula, manfaat ASI jauh lebih banyak.

Pasalnya dalam ASI terdapat kandungan zat mineral, protein, vitamin, lemak, dan lain sebagainya yang dapat membantu pembentukkan tulang bayi dan menguatkan otot-otot bayi. Dengan tubuh yang kuat, maka bayi bisa duduk dengan sempurna jika waktunya sudah tepat.

Umumnya bayi akan diberikan ASI setiap 2 sampai 3 jam sekali setiap hari. Mengingat betapa pentingnya asupan ASI untuk tumbuh kembang bayi, tentu saja pemberian ASI setiap hari tidak boleh sampai Anda lewatkan.

Agar kegiatan melatih bayi duduk yang Anda lakukan bisa berhasil, cobalah untuk tidak terlalu sering menggendong bayi. Gendongan yang terlalu sering dapat membuat bayi menjadi lebih malas untuk menggerakkan badannya. Hal ini tentu mengakibatkan otot-otot bayi menjadi kurang terlatih sehingga perkembangannya menjadi lebih lambat.

Oleh sebab itu, cobalah Anda letakkan bayi di atas matras atau kasur agar mereka bisa belajar dan mengeksplorasi kemampuannya untuk bergerak secara perlahan. Dengan membiarkan bayi di tempat tidurnya atau di matras, maka ia akan belajar tengkurap, merangkak, mengangkat kepala, duduk sampai berdiri. Hal ini tentunya sangat baik agar bayi bisa duduk secara sempurna.

Hindari pula penggunaan baby walker. Karena berdasarkan penelitian yang ada, penggunaan baby walker justru dapat membuat bayi menjadi lebih malas untuk duduk dan bergerak dengan leluasa. Tak hanya itu, kemungkinan kecelakaan akibat baby walker juga tergolong cukup besar. Penggunaan baby walker bisa menyebabkan bayi jatuh, terjepit atau terluka.

Selalu Waspada Apabila Bayi Menunjukkan Gejala Ini
Biasanya, bayi sudah bisa mengangkat serta menahan kepalanya ketika berusia 3 sampai dengan 4 bulan. Apabila pada usia 6 bulan bayi belum bisa mengangkat kepalanya dengan baik, maka Anda harus memeriksakannya ke dokter.

Pada dasarnya, ada banyak sekali penyebab yang membuat bayi belum bisa menjaga keseimbangannya. Sehingga ada baiknya jika Anda mengkonsultasikannya dengan dokter yang ahli agar lebih jelas. Selain itu, latihlah bayi secara perlahan tanpa memberikan paksaan yang berlebihan. Karena umumnya, bayi akan duduk, merangkak, dan berdiri jika memang sudah waktunya.

Sekian ulasan terkait dengan cara melatih bayi duduk. Semoga informasi di atas dapat memberikan wawasan baru kepada Anda.

Cara Melatih Bayi agar Bisa Merangkak dan Duduk Dibantu Orangtua