Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya

Bayi yang berusia menjelang satu tahun sedang mengalami perkembangan fase awal. Pada fase ini orang tua harus selalu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya. Perkembangan tersebut diantaranya adalah bayi bisa merangkak dan duduk. Mungkin sebagian dari Ibu banyak yang bertanya-tanya usia normal kapan merangkak maupun duduk. Secara umum bayi mulai bisa merangkak pada usia 7 bulan sampai dengan 9 bulan.

Bayi masih lemah dan belum bisa melakukan aktivitas sendirian. Oleh karena itu, orang tua harus selalu berada di samping bayi untuk menemaninya semasa tumbuh kembang. Seperti mencukupkan kebutuhan nutrisi bayi dan melatih gerak motorik bayi. Di sinilah peran orang tua untuk telaten dan sabar menghadapi bayi detik demi detik masa perkembangannya.

usia bayi bisa merangkak, usia bayi bisa duduk, bayi bisa merangkak, bayi, kapan bayi merangkak, kapan bayi bisa duduk, bayi

Perkembangan bayi yang satu dan yang lainnya bisa berbeda sehingga ibu tidak perlu cemas. Namun, tetap ada patokan kapan bayi bisa merangkak. Pada usia 6 bulan bayi diharapkan sudah mulai merangkak. Ketika usia 9 bulan bayi sudah terampil merangkak. Jika pada usia 8 bulan bayi belum bisa merangkak maka ibu perlu lebih merangsang pergerakan bayi.

Merangkak diawali dengan tengkurap terlebih dahulu. Jika bayi sudah bisa tengkurap berarti langkah yang bagus untuk merangkak. Tengkurap kemudian bangun untuk merangkak. Jika bayi belum mau tengkurap, maka orang tua yang membantunya. Orang tua harus telaten membantu tengkurap sampai bayi bisa sendiri.

Jika bayi sudah bisa tengkurap sendiri, maka ia pelan-pelan bisa mengangkat kepala dan menopang dengan tangan. Ketika belajar seperti ini tempatkan bayi pada alas yang empuk dan lembut sehingga jika bayi jatuh tidak berbahaya. Jika bayi terlihat kelelahan bantu agar terlentang jangan tengkurap. Selama latihan, orang tua juga perlu memberikan contoh agar ditiru oleh bayi.

Baca juga:
10 Penyebab Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Sendiri 
Cara Mengajari Anak Tengkurap Sendiri sampai Bisa Tahap Demi Tahap  
Cara Melatih Bayi Agar Bisa Miring ke Kiri dan ke Kanan Sendiri

Aktivitas merangsang bayi bisa merangkak biasa disebut dengan tummy time. Tummy time menjadi cara stimulasi untuk merangkak yang bisa dilakukan setelah bayi mandi. Bisa pada pagi hari atau sore hari. Bayi yang sudah berusia lebih dari 2 bulan bisa distimulasi dengan tummy time.

Jika menginginkan bayi cepat merangkak jangan selalu membiarkan bayi berada pada baby walker. Justru orang tua harus sering-sering bersantai dengan bayi, misalnya pada sore hari. Santailah pada alas yang lembut sehingga baik untuk menopang tubuh bayi. Biarkan bayi belajar merangkak dengan mengurangi penggunaan bayi walker dan mengurangi menggendong bayi.

Memang kebanyakan dari orang tua ingin agar anaknya segera tumbuh dan berkembang. Senang rasanya melihat buah hati segera tumbuh dengan baik. Namun, keinginan ini juga harus diimbangi dengan usaha-usaha yang optimal antara ibu dan ayah.

Ada beberapa cara untuk menstimulasi agar bayi cepat bisa merangkak dan duduk. Berikut ini yang perlu diperhatikan agar bayi bisa merangkak maupun duduk.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi
Sejak lahir bayi harus diberi ASI. ASI merupakan makanan sekaligus minuman alami untuk bayi yang palnig sehat. Bersyukurlah seorang ibu jika bisa menyusui bayi dengan normal. Namun, jika ibu tidak bisa menyusui karena kondisi kesehatan dan berbagai penyebab lainnya tidak usah berkecil hati. Faktor terpenting adalah kasih sayang, kesabaran, dan ketelatenan merawat bayi.


Penyebab bayi tidak bisa minum ASI juga bisa disebabkan karena alergi ASI. Meskipun kebanyakan bayi sangat cocok dengan air susu ibunya. Jika memang keadaannya demikian, ibu bisa memberikan minuman atau makanan pengganti ASI yang baik. Pilihlah makanan pengganti ASI yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sang buah hati.

Orang Tua yang Pro Aktif
Orang tua menjadi orang pertama yang ada di dekat bayi. Bayi mendapatkan kasih sayang utama dari ibu dan ayahnya. Orang tua harus proaktif untuk menunjang perkembangan bayi. Jika belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai orang tua, jangan malu mencari tahu. Jangan malu bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dan konsultasi pada dokter.

Ibu dan ayah harus tanggap terhadap perubahan bayi sekecil apapun, baik perubahan positif dan negatif. Orang tua harus memahami kapan saja waktu bayi mengalami perkembangan. Diantaranya perkembangan kapan bayi bisa merangkak, duduk, berdiri, berjalan, berbicara dan sebagainya.

Orang tua yang menghabiskan waktu paling banyak dengan bayi adalah ibu. Sehingga ibu yang biasanya lebih peka terhadap kemampuan motorik bayi. Kasih sayangnya begitu tulus sehingga seringkali apa yang dirasakan oleh bayi bisa dirasakannya. Ibu pun bisa saling berbagi cerita dengan ibu-ibu lain yang sama-sama mempunyai bayi seumuran.

Segera Tanggap Apabila Bayi Sakit
Bayi belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Bayi hanya bisa menangis dan gelisah saat kondisi tidak nyaman, termasuk ketika ia sakit. Jika bayi sakit pada usia-usia yang seharusnya ia bisa merangkak, maka fokus pada pengobatan bayi terlebih dahulu. Bayi masih rentan terhadap sakit saluran cerna dan saluran nafas.

Penyakit bayi harus segera diobati agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Apalagi di usia bayi bisa merangkak kondisi kesehatan harus fit. Pada usia 6 bulan ketika belajar merangkak selalu perhatikan kesehatannya. Sakit pada bayi biasanya disebabkan karena makanan dan minuman. Bisa karena polanya atau karena tidak cocok dengan makanannya.

Mengajak Bayi Bermain dengan Mainan Kesukaannya
Bayi mempunyai ketertarikan terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya sehingga bisa dijadikan mainan. Biasanya bayi tertarik karena warnanya yang mencolok. Jika sudah mengetahui benda yang disukai oleh bayi, Anda bisa merangsang bayi agar merangkak menggunakan mainan tersebut. Caranya dengan meletakkan mainan di depan atau samping bayi agar merangkak untuk meraihnya.

Melakukan Terapi Pijat
Proses perkembangan bayi bisa merangkak tidak selalu mulus. Bisa jadi bayi merangkak namun posisinya kurang tepat. Bayi sudah bisa merangkak namun kaki dan badannya tidak sesuai dengan cara merangkak yang benar. Nah, di sini orang tua perlu mempertimbangkan untuk terapi pijat pada bayi.

Orang tua perlu berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu kemudian mengambil langkah untuk mengoreksi gerakan merangkak bayi. Penyebabnya bisa karena otot bayi lemah yang mengakibatkan ia kurang mampu mengangkat perutnya. Selain terapi pijat, terapi fisiologi juga dapat diberikan dalam rangka meningkatkan gerakan motorik bayi.

Kemampuan Duduk Bayi
Bayi bisa merangkak dan duduk karena gerak motorik kasar. Sedangkan motorik halus diantaranya yaitu menyentuh dan menggenggam. Bayi bisa duduk umumnya dimulai pada usia empat bulan dan ada yang pada usia lima bulan. Cara duduk bayi dilakukan secara perlahan-lahan sampai ia bisa duduk dengan sempurna.

Pertama-tama bayi akan memiringkan badannya dan menahan badan dengan lengan. Otot-otot pada bayi masih lemah sehingga menunggu sampai kuat terlebih dahulu baru bisa menopang agar bisa duduk. Pada kemampuan duduk bayi, yang berperan adalah keseimbangan tubuh diikuti dengan otot yang ada di punggung. Lambat laun bayi bisa duduk dengan stabil jika banyak melakukan latihan.

Seperti halnya membantu bayi bisa merangkak, maka orang tua pun harus selalu membantunya duduk. Saat bayi dalam keadaan terlentang, bantu untuk mengangkat badan. Pada saat ini memang cara duduk bayi masih sulit tetapi lama-kelamaan bayi akan semakin bisa memposisikan agar bisa duduk. Bayi yang sudah bisa mengangkat badan maka lebih mudah mengajaknya untuk duduk.

Saat bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan orang dewasa jangan buru-buru membiarkannya begitu saja. Orang tua harus selalu memantau perkembangan bayi bahkan ketika ia sudah bisa melakukannya sendiri. Usia bayi masih begitu muda dan ototnya masih berkembang jadi masih memerlukan pengawasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi penting yang harus dipahami oleh setiap orang tua adalah jangan membandingkan buah hati dengan bayi yang lain. Memang ada usia rata-rata bayi merangkak dan duduk, namun tidak menjamin bayi bisa melakukannya pada usia itu.

Satu hal yang terpenting selalu perhatikan proses. Orang tua boleh cemas jika bayi belum bisa latihan merangkak maupun duduk sama sekali. Tetapi jika bayi sudah latihan namun belum stabil tidak menjadi masalah. Selalu pantau perkembangan bayi dan beri stimulasi agar ia bisa melakukannya dengan baik dan stabil.

Nah, itulah informasi mengenai kapan bayi bisa merangkak dan duduk. Orang tua harus memahami setiap kondisi bayi agar dapat dipantau apakah perkembangannya normal. Motorik bayi perlu distimulasi sehingga ia mampu berkembang sesuai dengan usianya.

Usia Berapa Bayi Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri? Ini Waktunya