Apakah Bahaya Bayi Suka Menghisap Jarinya? Ini Penjelasannya

Pernahkah kalian melihat bayi (usia sekitar 4 hingga 6 bulan) yang selalu menghisap atau mengemut jarinya? Ataukah bayi anda sendiri yang selalu melakukan hal ini? Jika iya, pasti kalian bertanya-tanya wajar tidak sang bayi menghisap jemarinya? dan apakah dampak dari “mengemut” jari ini bagi kesehatan sang bayi?

Baiklah, untuk membalas rasa penasaran anda, mari kita kupas satu persatu alasan mengapa bayi selalu menghisap jari-jarinya dan simak juga beberapa dampak dari kegiatan ini bagi kesehatan sang bayi.

bahaya bayi menghisap jari, bayi menghisap jari, jari bayi, bayi, resiko bayi menghisap jari,

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai bahaya bayi menghisap jari yang dapat anda ketahui dan tips mengatasi bayi yang suka menghisap jarinya.

Alasan Bayi Menghisap Jarinya
Pada dasarnya kegiatan menghisap ini sudah dilakukan sang bayi sejak berada di dalam kandungan, maka tak heran ketika lahir dia selalu mencari-cari puting sang ibu untuk dihisap.

1. Membuat Bayi Merasa Nyaman
Hal ini bisa membuat sang bayi merasa nyaman. Maka tak heran jika bayi pada usia sekitar 4 bulan hingga 18 bulan selalu memasukkan benda-benda yang ada di sekelilingnya kedalam mulut mereka. Bahkan jari mereka sekalipun. Sehingga para bunda sebaiknya tidak perlu khawatir jika bayi anda kerap sekali menghisap jemarinya.

Baca juga:
Bayi Cegukan Bolehkan Disusui? Ibu Perlu Tahu Hal Ini
Bunda, Ini Berat Normal Bayi Usia Baru Lahir (0 Bulan), Catat Ya!
Cara Menggendong Bayi yang Benar dan Aman agar Anak Tidak Cedera

2. Menyesuaikan dengan Lingkungan Barunya
Kegiatan menghisap jari yang dilakukan seorang bayi ini merupakan hal yang lumrah untuk membuat dirinya merasa nyaman berada dilingkungan tersebut. Kerena biasanya seorang bayi menghisap jemari mereka ketika mereka merasa gelisah ataupun lelah dan hampir semua bayi melakukan hal ini pada usia 4 hingga 18 bulan.

Namun setiap bayi memiliki fase perkembangan yang berbeda ya. Maka dari itu, memang ada beberapa bayi yang sudah melakukan kegiatan menghisap jarinya dari usia 4 bulan dan ada juga yang memulainya di usia 8 bulan.

Tetapi, anda harus waspada jika bayi anda melakukan kegiatan menghisap jari ini sampai diusia lebih dari 18 bulan, karena usia wajar bayi menghisap jari yakni mulai usia 4 hingga 18 bulan.

Bahaya Bayi Menghisap Jari yang Wajib Anda Ketahui
Sebenarnya fase memasukkan beberapa benda kedalam mulut (bahkan menghisap jemari) yang dilakukan sang bayi merupakan suatu proses dari pembelajaran mulut sang bayi. Namun, walaupun kegiatan menghisap jari ini merupakan hal yang wajar bagi sang bayi, sebaiknya bunda jangan membiarkan bayi bunda melakukannya terlalu sering karena ada beberapa bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan ini.

Berikut ini beberapa bahaya bayi menghisap jari yang harus anda ketahui:

1. Dapat Membuat Bayi Terluka
Jika sang bayi sudah mulai terbiasa menghisap jemarinya, bukan tidak mungkin jika mereka mulai berani memasukkan beberapa benda ke dalam mulutnya. Hal ini sangat berbahaya bagi bayi anda. Mengapa demikian?

Bayangkan saja jika anda lengah mengawasi buah hati anda dan bayi anda menemukan mainan di sekitarnya yang salah satu sisinya pecah. Kemudian sang bayi memasukkan mainan yang pecah tersebut ke dalam mulutnya. Hal ini sangat membahayakan bagi bayi anda, mainan dengan sisi yang pecah tersebut akan melukai mulut sang bayi.

Bahkan bahaya bayi menghisap jari yang satu ini juga bisa membuat mulutnya berdarah. Luka ini sangatlah mengkhawatirkan. Bayi akan merasakan sakit dan susah untuk makan ataupun minum. Tidak hanya itu, dia akan terus menangis dan rewel karena rasa sakit yang dideritanya. 

2. Dapat Merusak Gigi dan Rahang Sang Bayi
Tahukan anda jika bulan ke 6 hingga bulan ke 10 merupakan fase pertumbuhan gigi bagi sang bayi. Pada usia ke 6 hingga ke 7 bulan, bayi akan mengalami pertumbuhan gigi premier atau yang sering kita sebut sebagi gigi susu. Dan pada usia ke 6 hingga ke 10 bulan, gigi seri pertama yang terletak di bawah juga akan muncul.

Jika bayi anda pada usia antara 4 hingga 18 bulan sering menghisap jari atau barang-barang di sekitarnya, maka jangan menyesal jika terdapat kerusakan pada gigi dan rahang sang bayi.

Benar sekali jika bahaya bayi menghisap jari adalah bayi bisa saja menghisap atau menggigit benda keras yang ada di sekitar bayi. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan gigi sang bayi tidak baik. Selain posisi yang tidak baik, bahaya bayi menghisap jari lainnya adalah lama kelamaan hal ini akan berakibat pada rahang sang bayi. Sehingga bentuk rahang juga akan menjadi tidak baik.

3. Dapat Menghambat Kemampuan Berbicara Sang Bayi
Bahaya bayi menghisap jari yang berikutnya adalah dapat menghambat kemampuan berbicara bayi anda. Apa alasan menghisap jari dapat menghambat kemampuat bicara sang bayi? Baiklah jadi, simak alasannya berikut ini.

Jika anda terus membiarkan sang bayi melakukan kegiatan menghisap jarinya, maka mereka akan terus menerus melakukan kegiatan ini. Mereka akan merasa nyaman dan terlena dangan memainkan benda-benda kesukaannya di dalam mulut mereka, sehingga mereka akan jarang dan malas untuk berlatih berbicara.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, salah satu bahaya bayi menghisap jarinya adalah menghambat kemampuan berbicaranya.


4. Rentan Terkena penyakit
Tahukan anda apa bahaya bayi menghisap jari lainnya? Jadi, bahaya bayi menghisap jari yang lainnya adalah sang bayi akan rentan terserang penyakit karena virus. Mengapa demikian?

Pada dasarnya semua benda yang ada di sekitar kita banyak terjangkit virus dan bakteri yang berasal dari debu ataupun kotoran lainnya. Bayangkan jika sang bayi menghisap benda-benda disekitarnya sebelum bunda sempat membersihkannya? Berapa banyak kuman atau virus yang masuk ke dalam mulut sang bayi.

Hal ini juga bisa terjadi jika sang bayi menghisap jemarinya. Karena dapat dikatakan bahwa jari sang bayi sebenarnya tidaklah bersih. Bayi kerap sekali memegang benda-benda yang dia rasa menarik. Melalui proses memegang ini, virus atau kuman yang terdapat di benda tersebut akan bindah ke tangan sang bayi.

Dan jika anda tidak membersihkan tangan sang bayi, maka virus tersebut akan dengan mudah masuk ke dalam mulut bayi pada saat mereka menghisap jemarinya.

5. Menurunkan Sistem Imun Bayi
Virus-virus yang ada pada jari yang tidak higienis akan menyebabkan kekebalan tubuh sang bayi menurun sehingga akan mengakibatkan mereka rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, demam, dan lainnya.

Contoh lain, jika bayi anda menemukan koran disekitarnya dan langsung meletakkannya ke dalam mulutnya. Bisakah anda menebak apakah yang akan terjadi? Resiko kanker. Kok bisa? Hal ini bisa saja terjadi karena tinta pada kertas koran mengandung timbal yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan pada sang bayi dan bahaya lainnya dapat memicu sel kanker untuk berkembang di dalam tubuh.

Nah, itu tadi beberapa bahaya bayi menghisap jari yang dilakukan sang bayi. Namun anda tidak perlu khawatir ada beberapa tips yang ampuh untuk mengurangi kebiasan bayi anda menghisap jemarinya.

Tips Menghentikan Bayi untuk Tidak Menghisap Jarinya
Berikut tips-tips agar sang bayi tidak terbiasa menghisap jemari:

1.Buatlah sang buah hati merasa nyaman, ceria dan tertawa
Membuat bayi anda merasa nyaman, ceria dan tertawa merupakan cara menghentikan bayi menghisap jarinya. Sehingga mereka tidak akan menghisap jemarinya sebagai tindakan pelarian terhadap rasa kecewa, marah, gelisah, dan kesal. Cara ini merupakan suatu cara efektif untuk bisa membuat bayi anda berhenti menghisap jarinya dan juga menghentikan kebiasaan buruk yang bisa bayi anda lakukan

2. Beri Kegiatan pada Bayi
Berikanlah kegiatan yang membuat sang buah hati menaruh perhatian kepada anda. Seperti mengajaknya bercanda, mendongeng, atau kegiatan lainnya. Hal ini sangat ampuh karena bayi tidak akan melamun yang dapat menyebabkannya mengisap sesuatu di sekelilingnya.

Anda bisa membuat bayi sibuk dengan anda, dan pastikan anda selalu menemani dan mendampingi bayi anda.

3. Pastikan Bayi Anda tidak Menghisap Jarinya
Anda juga dapat melarang sang bayi menghisap jemarinya dengan cara melepasakan tangan sang bayi secara perlahan. Sehingga, sang bayi akan memahami bahwa tindakannya tidak boleh dilakukan.

Namun jangan melarangnya dengan teguran yang menggunakan nada tinggi, karena anak akan bertanya-tanya “mengapa tidak boleh?” sehingga mereka akan melakukannya secara terus menerus.

Itulah informasi mengenai bahaya bayi menghisap jari dan tips menghentikan bayi agar tidak lagi menghisap jarinya atau menghentikan kebiasaan buruknya. Sekian yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih.

Apakah Bahaya Bayi Suka Menghisap Jarinya? Ini Penjelasannya