7 Penyebab Bayi sering Bersin dan Batuk dan Cara Mengatasinya

Bayi sering bersin dan batuk merupakan suatu hal yang normal terjadi karena usianya yang masih dini. Bayi sering bersin belum tentu merupakan gejala pilek. Hal ini karena bayi sering bersin wajar terjadi dan akan terjadi beberapa kai sehari. Penyebabnya karena bersin merupakan mekanisme refleks yang digunakan untuk membersihkan partikel udara dan hambatan di saluran pernapasan. Apabila bayi sering bersin, maka partikel debu atau kotoran yang ada di dalam saluran pernapasan akan keluar.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu dokter yang ada di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Menurutnya, tidak selamanya bayi sering bersin menjadi pertanda bahwa bayi sedang batuk pilek. Bersin biasanya merupakan suatu refkles bukan karena adanya infeksi, alergi atau gangguan yang lainnya.

penyebab bersin batuk, penyebab bersin, penyebab batuk, bayi bersin, bayi batuk, bayi mungil, bayi, cara atasi bayi bersin

Namun, walaupun tidak selamanya bayi yang sering bersin dan batuk adalah hal yang wajar. Ternyata juga terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi sering bersin dan batuk. Nah, penasaran kan apa saja penyebab bayi sering bersin dan batuk serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Faktor Penyebab Bayi Sering Bersin dan Batuk
1. Alergi yang Berakhir Pilek
Bayi sering bersin dan terkadang juga disertai dengan batuk dapat terjadi karena alergi. Alergi bisa terjadi karena adanya virus dan bakteri. Seperti yang kita ketahui, terdapat sekitar 200 virus berkeliaran yang dapat menyebabkan bayi sering bersin dan akhirnya pilek. Hal ini wajar terjadi pada bayi karena bayi memiliki sistem imun tubuh yang belum sempurna rentan terhadap serangan penyakit yang satu ini.

Bayi akan mulai bergerak aktif pada saat ia sudah mulai merangkak. Ia biasanya akan bergerak mengeksplorasi ruangan di rumah dan menggapai benda-benda yang berada di dalam rumah yang belum tentu kebersihannya terjaga. Biasanya bayi akan memasukan benda-benda ke dalam mulutnya. Nah, hal tersebutlah yang biasanya akan membuat virus penyebab pilek mudah masuk dan menyerang tubuhnya.

Baca juga:
7 Penyebab Bayi Susah Tidur Malam dan Solusi Biar Tidur Nyenyak 
4 Penyebab Bayi Muntah setelah Menyusui yang Harus Diwaspadai 
Cara Menidurkan Bayi Susah Tidur tanpa Harus Digendong atau Disusui

2. Perubahan Suhu
Biasanya bayi sering bersin, batuk dan berakhir pilek pada saat musim penghujan. Hal ini disebabkan oleh adanya membrane yang ada di dalam hidung yang akan menjadi mongering pada saat suhu udara yang dingin. Pada kondisi yang seperti inilah biasanya virus yang menyebabkan pilek akan berkembang biak di dalam hidung bayi.

Namun, walaupun demikian bukan berate pilek hanya akan terjadi pada musim tersebut. Pilek juga bisa terjadi pada musim kemarau jika sistem imun bayi menurun dan menyebabkan bayi sering bersin.

Rata-rata seorang bayi akan terkena pilek antara 6 sampai 10 kali dalam setahun. Sedangkan untuk anak yang sudah masuk sekolah, biasanya akan terkena batuk pilek sebanyak 12 kali dalam waktu setahun. Penyakit pilek sebenarnya tidak sama dengan alergi, walaupun banyak orang yang menganggapnya sama namun kedua hal tersebut berbeda.

3. Infeksi
Bayi sering bersin yang biasanya akan disertai dengan batuk kemudian pilek juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi dan juga alergi apda bayi. Bersin yang disertai dengan batuk dan pilek biasanya akan bersamaan dengan adanya gejala demam, hidung meler dan tersumbat, bersni, mata berair, skakit kepala, dan batuk-batuk.

Infeksi bisa tersebar melalui orang lain yang sedang menderita batuk, bersin, atau juga dapat melalui kontak tangan dari si penderita.

Namun walaupun demikian, bay serig bersin dan batuk biasanya paling sering disebabkan karena adanyavirus dan bakteri yang dapat menyebabkan bayi alergi.

4. Masuk angin
Penyebab bayi sering bersin dan batuk yang paling sering terjadi adalah pada saat bayi anda masuk angin. Biasanya bayi akan mengalami bersin, batuk dan pilek selama beberapa hari. Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan bayi masuk angin. Misalnya pada saat bayi kelelahan, bayi tidak cukup istirahat dan juga pengaruh virus dari orang lain termasuk saudara yang lebih tua dan orang tua.

Kemudian ketika virus masuk ke dalam tubuh bayi maka hal tersebut dapat menyebabkan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh bayi akan menurun dengan cepat.  Dengan begitu, biasanya bayi akan menunjukkan tanda lainnya misalnya demam dan sakit pada tenggorokan. Pada saat bayi berada di kondisi yang seperti ini, biasanya bayi akan sulit untuk menelan ASI atau susu formula. Setelah itu, bayi dapat mengalami batuk kering baik itu batuk kering pada tahap ringan, sedang atau berat.

5. Influenza
Penyakit influenza juga dapat menyebabkan bayi sering bersin. Penyakit ini merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada bayi, terutama pada saat sistem kekebalan tubuh bayi sedang menurun.

Penyakit influenza memang termasuk ke dalam jenis penyakit yang ringan, namun hal tersebut biasanya sering membuat bayi tidak nyaman. Beberapa gejala yang paling sering terjadi  pada saar bayi mengalami penyakit influenza adalah bayi akan mengalami batuk kering, mual, lemah, demam dan bayi tidak mau minum ASI.

6. Bayi Terkena Iritasi dari Lingkungan
Lingkungan yang tidak bersih dan hiegenis dapat menyebabkan bayi sering bersin dan dapat menyebabkan iritasi.  Beberapa hal yang paling sering memicu bayi sering bersin dan batuk sebenarnya diakibatkan oleh kondisi tanah yang kering, debu yang lebih banyak dalam udara, adanya asap rokok dari orang dewasa, reaksi dari bahan kimia dan juga banyaknya serbuk dari bunga atau tanaman.

Untuk beberapa bayi yang mengalami alergi biasanya akan menyebabkan bayi sering bersin yang kemudian disertai dengan batuk kering. Beberapa bayi juga bisa mengalami alergi kulit secara bersamaan pada saat batuk bersin.


7. Penyakit Gastroesophageal Reflux
Bayi sering bersin juga bisa disebabkan karena bayi menderita penyakit gastroesophageal reflux. Penyakit ini merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada bayi dan bisa juga pada bayi yang baru lahir.

Penyakit ini biasanya akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan bayi terutama lambung sehingga bayi akan sering muntah dan batuk kering. Pada saat makanan masuk ke dalam perut bayi, maka pada saat itu makanan yang dimakan akan melewati kerongkongan dan bayi juga bisa muntah.

Dalam kondisi tertentu karena adanya zat asam yang sampai ke bagian esofagus maka bisa membuat tenggorokan bayi menjadi lebih sensitive, hal inilah yang bisa memicu bayi sering batuk dan terkadang juga bersin. Penyakit ini juga akan menyebabkan bayi sering utnuk meludah akibat batuk kering yang cukup parah.

Cara Mengatasi Bayi Sering Bersin dan Batuk
Setelah kita tahu apa saja penyebab bayi sering bersin dan batuk. Selanjutnya kami akan membahas mengenai cara mengatasi bayi sering bersin dan batuk yang bisa anda lakukan untuk meredakan batuk dan bersin pada bayi anda.

1. Sesuaikan suhu sekitar bayi
Salah satu penyebab bayi sering bersin adalah suhu di sekitar bayi yang mungkin terlalu dingin bagi bayi. Suhu yang terlalu dingin ini dapat menyebabkan bayi menjadi mudah bersin-bersin. Apabila kondisi seperti ini tetap berlanjut, maka bisa saja bayi anda akan terserang pilek

2. Pastikan lingkungan bayi bersih dari debu
Bayi sering bersin juga bisa diakibatkan oleh efek dari debu atau lingkungan yang kotor yang ikut terhirup ke dalam sistem pernafasan bayi. Hal ini karena sistem pernapasan bayi yang masih belum sempurna dan masih dalam tahap pematangan.

Oleh karena itu, biasanya bayi akan lebih sensitif dengan lingkungan sekitar, salah satunya dengan debu yang dapat menyebabkan bayi sering bersin. Untuk mengatasi masalah tersebut maka anda harus pastikan lingkungan bayi adalah lingkungan yang bersih dari debu sehingga bayi tidak mudah bersin-bersin.

3. Jauhkan bayi dari hal-hal penyebab alergi
Bayi sering bersin juga bisa disebabkan oleh alergi seperti misalnya bulu hewan. Hal ini ditandai dengan bayi yang bersin pada saat ada hewan berkeliaran di sekitar bayi. jika hal tersbeut terjadi, maka dapat dipastikan hal ini menjadi indikasi bahwa bayi tersebut terserang alergi.

4. Susui bayi secara rutin
Salah satu cara mengatasi bayi sering bersin adalah dengan memberikan ASI secara rutin. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi anda yang dapat meredakan bersin pada bayi anda. Pemberian ASI secara rutin akan membuat kesehatan bayi tetap terjaga. Selain itu, sistem imun dan sistem kekebalan tubuh bayi juga akan meningkat dengan pemberian ASI eksklusif.

5. Beri cukup waktu istirahat untuk bayi
Memberikan waktu istirahat yang cukup juga bisa dapat dijadikan sebagai cara mengatasi bayi sering bersin yang dapat anda lakukan. Oelh karena itu, jangan sampai membuat bayi merasa kelelahan dan berikan waktu istirahat yang cukup bagi bayi anda. Istirahat yang cukup pada bayi anda akan memulihkan kembali kesehatan bayi.

6. Oleskan minyak telon
Cara lain untuk mengatasi bayi sering bersin adalah dengan mengoleskan minyak telon ke seluruh badan bayi. cara ini dapat menghangatkan tubuh bayi dan dapat meredakan bersin pada bayi.

Sebelumnya anda bisa memandikan bayi anda dengan menggunakan air hangat terlebih dahulu. Ada banyak manfaat air hangat untuk bayi, salah satu manfaatnya adalah mengatasi dan menghentikn bayi yang sering bersin.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab bayi sering bersin dan batuk dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

7 Penyebab Bayi sering Bersin dan Batuk dan Cara Mengatasinya