12 Penyebab Ruam Kulit pada Leher Bayi yang Disertai Iritasi

Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga akan menyebabkan bayi sering terkena ruam kulit akibat iritasi yang dapat membuat kulit bayi menjadi berwarna merah kemerahan  dan gata. Ruam kulit bisa terjadi pada daerah bokong dan ruam kulit pada leher bayi.

Berbeda dengan ruam kulit yang ada pada daerah bokong bayi, ruam kulit pada leher bayi terjadi pada leher. Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan bayi terkena ruam kulit pada leher bayi.


penyebab ruam kulit bayi, ruam kulit, ruam kulit bayi, penyebab ruam kulit, iritasi kulit bayi, mengatasi ruam kulit bayi, bayi ruam

Faktor Penyebab Ruam Kulit pada Leher Bayi yang Wajib Anda Ketahui
Biasanya ruam kulit pada leher bayi yang terjadi ditandai dengan adanya bintik-binti merah yang berada pada garis lipatan lehernya yang berukuran kecil dan ada juga yang lebih besar daripada biang keringat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, biasanya para orang tua akan memberikan anaknya salep, bedak, dan cairan yang dapat mengurangi rasa gatal akibat ruam kulit pada leher bayi tersebut. Ruam kulit pada leher bayi biasanya akan muncul kembali dan secara terus menerus selama beberapa bulan. namun, walaupun begitu, ada juga ruam kulit yang biasanya sembuh apabila secara rutin diberikan obat atau salpe anti iritasi.

Nah, selengkapnya mengenai apa saja penyebab terjadinya ruam kulit pada leher bayi. Kami akan menjelaskannya kepada anda dengan ulasan berikut ini.

Baca juga:
14 Penyebab Utama Bayi Menangis Tiba-tiba dan Cara Mengatasinya 
15 Ciri Bayi Kuning Sudah Sembuh dan Sehat Sepenuhnya 
17 Penyebab Bayi Kuning dan Solusi Pengobatannya

1. Gejala Miliria Biang Keringat
Ruam kulit pada leher bayi dapat disebabkan oleh adanya gejala biang keringat yang akan timbul. Miliria merupakan biang keringat yang terjadi akibat kelenjar keringat yang tersumbat. Biasanya miliria terjadi pada saat cuaca panas atau lingkungan yang bersuhu lembab. Cuaca lingkungan yang seperti ini akan mengakibatkan hipersekresi kelenjar keringat secara berlebihan.

Gejalanya biasanya dapat berupa ruam kulit pada leher bayi yang berwarna merah dan menonjol yang disertai dengan rasa gatal dan terkadang perih sehingga membuat bayi anda sering menangis dan rewel. Terdapat beberapa jenis miliria yang dapat terjadi pada bayi anda, antara lain:

• miliaria kristalina
Miliria Kristalina merupakan jenis biang keringat yang tergolong paling ringan. Jenis penyakit ini biasanya berupa bintil berisi cairan berwarna jernih yang mudah pecah.

• miliaria rubra
Miliria jenis ini biasanya muncul di lapisan kulit yang lebih dalam. Ruam kulit pada leher bayi jenis ini biasanya memiliki gejala dengan sensasi gatal dan menyengat  disertai munculnya bintil merah

• miliaria pustulosa
Miliria jenis ini merupakan jenis miliria yang merupakan perkembangan dari miliaria rubra yang mana bintil mengalami inflamasi dan berisi nanah.

• miliaria profunda
Jenis penyakit ini biasanya akan memilki dampak kepada dermis atau lapisan paling dalam dari kulit tubuh bayi anda. Miliria profunda merupakan jenis biang keringat yang jarang terjadi. Ruam kulit pada leher bayi pada kondisi ini akan menimbulkan gejala berupa bintil berwarna merah yang berukuran lebih besar dan keras

2. cuaca atau suhu lingkungan yang panas atau lembab
Penyebab ruam kulit pada leher bayi yang selanjutnya dapat disebabkan oleh cuaca dan suhu lingkungan yang panas dan juga lembab yang dapat membuat bayi memproduksi keringat yang berlebih.

Leher bayi yang lembab akan menyebabkan adanya bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit leher bayi dan akan membuat leher bayi berubah menjadi berwarna merah.

3. Pakaian Yang Terlalu Tebal
pakaian yang terlalu tebal dan tidak menyerap keringat juga dapat menjadi penyebab ruam kulit pada leher bayi karena keringat tidak terserap secara maksimal oleh pakaian yang digunakan.

Untuk menghindari terjadinya ruam kulit pada leher bayi, pastikan bayi anda mengenakan pakaian yang berbahan katun 100% yang berfungsi dalam menyerap keringat pada bayi anda secara maksimal.

Selain itu, pastikan anda memberikan pakaian yang nyaman kepada bayi anda agar bayi anda tidak terkena iritasi akibat pakaian yang memiliki bahan yang kasar dan tidak lembut.

4. Aktifitas Fisik Yang Aktif
Biasanya bayi yang sudah bergerak aktif sangat rentan mengalami ruam kulit pada leher bayi, hal ini biasa ditandai dengan keluarnya bintik-bintik merah pada leher bayi. Keluarnya bintik-bintik merah pada kulit bayi biasanya disebabkan oleh produksi keringat yang berlebih yang dapat membuat bayi anda merasa tidak nyaman dan leher menjadi lembab.

Kondisi leher yang lembab akan lebih banyak bakteri penyebab iritasi menempel. Sehingga apabila keringatnya tidak segera dibersihkan maka akan dapat menjadi penyebab ruam kulit pada leher bayi.


5. Dermatitis Seboroik
Ruam kulit pada leher bayi bisa saja disebabkan oleh bayi yang mengidap penyakit dermatitis seboroik. Jenis penyakit ini biasanya dapat mengenai kulit di bagian leher, kepala dan yang lainnya. Namun, area yang biasa sering terkena adalah wajah, punggung, dan dada bagian atas.

6. Dermatitis Atopik
Penyebab ruam kulit pada leher bayi yang selanjutnya adalah karena bayi terkena penyakit dermatitis atopik atau eksim atopic. Penyakit ini merupakan jenis peradangan yang biasanya terjadi pada permukaan kulit yang ditandai denga adanya ruam yang kering dan gatal.

pada permukaan kulit yang dapat menyebabkan munculnya ruam yang gatal. Ruam tampak kemerahan dan pecah-pecah akibat kering.

7. Dermatitis kontak
Penyebab ruam kulit pada leher bayi, bisa juga disebabkan oleh penyakit yang bernama dermatitis kontak. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang dapat disebabkan oleh adanya alergi.

Alergi terjadi mungkin diakibatkan oleh beberapa bahan atau zat yang bisa menyebabkan kondisi ini antara lain adalah sabun, kosmetik, pewangi, perhiasan, dan tanaman atau bunga yang ada pada leher bayi.

8. Infeksi jamur
Jamur merupakan mikroorganisme yang biasanya ada pada permukaan kulit manusia yang kotor. Bayi biasanya akan lebih mudah untuk terkena infeksi jamur pada saat memiliki sistem imun dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur dapat tumbuh didaerah kulit dan tubuh yang memiliki kotoran atau keringat yang berlebih termasuk di daerah leher bayi.

Oleh karena itu, ruam kulit pada leher bayi dapat terjadi karena disebabkan oleh infeksi jamur.

9. Sengatan dan gigitan
Ruam kulit pada leher bayi juga dapat terjadi karena adanya sengatan atau gigitan serangga, misalnya seperti lebah, semut, nyamuk, tawon dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan terjadinya ruam pada leher bayi.

Reaksi alergi atau ruam kulit biasanya akan muncul akibat dari racun yang dikeluarkan oleh sengatan atau gigitan serangga tersebut.

10. Impetigo
Impetigo adalah penyakit kulit menular yang biasanya disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama bakteri Staphylococcus aureus atau Streptoccus pyogenes. Bakteri ini biasanya akan menular jika berkontakan langsung dengan barang-barang yang terdapat bakterinya misalnya baju, handuk, peralatan masak dan barang lainnya yang terkontaminasi bakteri. Hal ini bisa menyebabkan ruam kulit pada leher bayi.

11. Scarlet fever
Scarlet fever merupakan jenis infeksi yang juga dapat menyebabkan ruam kulit pada leher bayi. Penyakit infeksi ini biasanya disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama bakteri Streptococcus grup A.

Kondisi ini biasanya akan menjangkiti anak-anak dan menyebabkan ruam yang berwarna merah muda yang jelas terlihat pada bagian leher bayi anda.

Selain ruam, gejala yang muncul biasanya disertai dengan demam yang tinggi, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan lidah yang membengkak.

12. Air Susu Ibu
Ruam kulit pada leher bayi juga dapat disebabkan karena leher yang basah dan lembab dari muncratan ASI. ASI yang dibiarkan pada leher dan tidak dibersihkan akan membuat bayi anda merasa kurang nyaman dan nantinya akan membuat kelenjar keringat menjadi tersumbat.

Jika sudah demikian makan ruam kulit pada leher bayi akan timbul yang ditandai dengan adanya bintik-bintik merah dan rasa gatal yang juga dapat membuat bayi anda merasa kurang nyaman.B Bayi biasanya akan rewel dan mudah menangis pada saat terkena ruam semacam ini.

Untuk mengatasinya, pastikan anda menyusui bayi anda pada posisi yang tepat dan benar. Selalu perhatikan posisi bayi anda pada saat menyusui.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab ruam kulit pada leher bayi yang dapat kami sampaikma. Terus jaga kebersihan pada bagian tubuh bayi. Khususnya bagian tubuh yang memiliki lipatan. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar bayi anda terhindar dari kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan ruam kulit pada leher bayi dan bagian tubuh yang lainnya, selain itu juga agar terhindar dari iritasi yang dapat membuat kulit bayi anda menjadi merah dan gatal-gatal.

12 Penyebab Ruam Kulit pada Leher Bayi yang Disertai Iritasi