10 Cara Perawatan Tali Pusar Bayi agar Tetap Sehat dan Kering

Ketika baru lahir, tidak hanya harus bisa merawat bayi, ibu juga harus bisa merawat tali pusar bayi. Merawat tali pusar yang tepat dan benar akan membantu mempercepat pengeringan tali pusar serta menghindari adanya infeksi sehingga bayi tetap sehat.

Tali pusar ini sebenarnya adalah jaringan yang berfungsi sebagai penyuplai sumber makanan untuk bayi. Saat proses persalinan, tali pusar ini akan dipotong oleh dokter dan menyisakan sedikit bagian yang menempel di bagian pusar bayi. Tali pusar bayi inilah yang harus dirawat oleh ibu agar cepat kering dan tidak menyebabkan infeksi.

perawatan tali pusar bayi, cara perawatan tali pusar bayi, tali pusar bayi tetap sehat, tali pusar

Cara Merawat Tali Pusar Bayi Agar Cepat Kering dan Tidak Menimbulkan Infeksi
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tali pusar pada bayi sebenarnya berukuran sangat panjang. Ketika proses melahirkan, tali pusar ini akan dipotong dan disisakan sedikit bagian yang menempel pada pusar bayi.

Tali pusar bayi yang masih menempel ini sangat sensitif sehingga diperlukan perlakuan atau perawatan khusus. Jika salah dalam perawatan maka tali pusar ini bisa semakin lama proses pengeringannya. Bila sudah demikian, maka resiko bayi bisa mengalami gangguan kesehatan juga semakin besar.

Nah, untuk itu setiap ibu yang baru melahirkan harus mengetahui bagaimana cara merawat tali pusar si buah hati. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai berikut.

Baca juga:
5 Cara Penanganan Tali Pusar Bayi Berdarah agar Tidak Infeksi
Usia Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ini Penjelasan Waktu dan Fasenya
Bunda, Ini Berat Normal Bayi Usia Baru Lahir (0 Bulan), Catat Ya!

1. Jangan Sampai Terkena Air
Hal yang paling penting dalam perawatan tali pusar bayi yang baru lahir adalah menjaganya tetap kering dan tidak terkena air. Jika tali pusar dijaga tetap kering maka tali pusar ini juga akan lebih cepat terlepas.

Akan lebih baik jika tali pusar ini tidak ditutupi apapun sehingga tali pusar bisa mengering dengan lebih cepat. Misalnya Anda memakaikan popok pada bayi, usahakan agar popok bayinya tidak menutupi pusar bayi. Dengan begitu tali pusar bisa cepat kering.

2. Menjaga Kebersihan dan Kestrelian Tali Pusar
Meskipun menjaga tali pusar bayi agar tetap terbuka dan cepat kering itu penting, namun Anda juga harus memperhatikan kebersihan dan kesterilan area di sekitar tali pusar tersebut.

Untuk menjaga kebersihan dan kesterilan area pusar, tak sedikit dokter atau pihak yang membantu persalinan membungkusnya dengan kain kasa. Hal ini ditujukan agar tali pusar tidak terinfeksi sehingga bisa lebih cepat kering.

3. Mengganti Kain Kasa Secara Rutin
Jika Anda memilih membungkus tali pusar tersebut dengan kain kasa, maka pastikan Anda mengganti kain kasa tersebut secara rutin. Usahakan agar kain kasa tidak terlalu lama digunakan.

Mengganti kain kasa secara berkala bertujuan menghindari agar area sekitar tali pusar tidak lembab. Area tali pusar yang lembab ini akan mempermudah timbulnya infeksi.

4. Jangan Memandikan Bayi di Dalam Bak atau Merendam Bayi
Tali pusar yang belum lepas tidak boleh terkena air atau berada dalam kondisi lembab. Karena itulah jika ingin memandikan bayi, jangan pernah memandikannya di dalam bak mandi.

5. Menggunakan Spons Saat Memandikan
Agar area tali pusar tidak terkena air dan tidak lembab, ada baiknya Anda memandikan bayi dengan menggunakan spons. Dengan spons mandi ini Anda bisa memperhatikan daerah-daerah yang rawan seperti area pusar agar tetap kering.

Selain itu, penggunaan spons mandi ini dinilai lebih praktis apalagi untuk bayi yang baru lahir. Nantinya jika tali pusar bayi sudah lepas, Anda bisa memandikan bayi dengan cara normal.


6. Menggunakan Gurita
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membuat tali pusar agar tetap steril adalah dengan menggunakan gurita. Gurita ini adalah sejenis kain yang memiliki banyak tali. Dengan gurita ini, perban atau pembungkus tali pusar tidak akan mudah terlepas. 

Jika perban atau penutup tidak mudah lepas tentu akan membantu menjaga kesterilan tali pusar. Gurita ini juga akan membantu membentuk tulang punggung bayi agar menjadi lebih bagus.

7. Jangan Menggunakan Salep Atau Obat-Obatan untuk Membuat Tali Pusar Cepat Kering
Hal ini sering diabaikan oleh para ibu. Dengan tujuan agar tali pusar bisa kering lebih cepat, tak jarang ibu memberikan salep atau obat jenis lain pada bayi.

Hal ini sebaiknya dihindari karena penggunaan obat yang tidak sesuai untuk bayi, apalagi bayi baru lahir yang masih sensitif, justru bisa memberikan resiko lebih tinggi.

8. Jangan Menarik atau Memaksa Tali Pusar Terlepas
Hal ini juga sering diabaikan oleh ibu. Karena ingin agar tali pusar pada bayi cepat terlepas, biasanya ada ibu yang memaksa dengan menariknya. Hal ini sangat tidak direkomendasikan.

Hal tersebut karena selain bisa menyakiti bayi, menarik paksa tali pusar juga bisa menyebabkan infeksi pada bayi. Maka dari itu, biarkan saja hingga tali pusar itu terlepas dengan sendirinya.

9. Memakaikan Pakaian yang Longgar untuk Bayi
Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk membuat tali pusar bayi cepat kering dan tetap sehat adalah dengan memberikan pakaian yang longgar untuk bayi.

Pakaian yang longgar ini akan membuat sirkulasi udara lebih lancar. Ketika sirkulasi udara lebih lancar, maka tali pusar juga bisa lebih cepat kering.

10. Konsultasi ke Dokter Jika Terjadi Kendala
Jika ketika melakukan perawatan terhadap tali pusar pada bayi yang baru lahir ini Anda mengalami kendala atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, segeralah berkonsultasi pada dokter. Dengan begitu bayi akan segera mendapatkan perawatan yang benar.

Tanda-Tanda Tali Pusar Mengalami Infeksi
Ketika ibu tidak mengetahui cara perawatan tali pusar bayi yang tepat, bukan tidak mungkin jika tali pusar tersebut mengalami infeksi. Lalu bagaimana mengetahui jika tali pusar pada bayi mengalami infeksi atau tidak. Berikut tanda-tandanya.

1. Kulit Berubah Merah dan Keluar Cairan
Tanda pertama yang bisa mengindikasikan adanya infeksi pada tali pusar adalah munculnya warna kemerahan pada kulit bayi, terutama di sekitar pusar. Selain itu, jika sudah parah bisa sampai membengkak dan mengeluarkan cairan.

2. Area Pusar Bayi Menjadi Lebih Hangat
Jika area pusar berwarna kemerahan apalagi suhunya menjadi lebih hangat dibandingkan dengan area lainnya, bisa jadi tali pusar pada bayi Anda mengalami infeksi.

3. Bayi Menjadi Demam dan Rewel
Tanda terakhir yang mengindikasikan tali pusar pada bayi mengalami infeksi adalah timbulnya demam secara tiba-tiba. Selain itu, bayi juga menjadi lebih rewel.

Jika bayi Anda sudah mengalami tanda atau gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya jika Anda memeriksakan ke dokter. Hal tersebut karena gejala yang dialami bayi bisa mengindikasikan adanya infeksi pada tali pusarnya. Dengan segera membawa ke dokter Anda bisa memperkecil resiko lebih lanjut yang mungkin dialami oleh bayi.

Cara Membersihkan Tali Pusar Setelah Lepas
Selain memperhatikan perawatan tali pusar bayi saat masih belum lepas, perawatan setelah lepas atau puput juga harus diperhatikan. Meskipun sudah lepas, pusar bayi masih bersifat sensitif jadi ibu juga harus hati-hati saat membersihkannya. Bagaimana caranya?

1. Mencuci Tangan Sebelum Membersihkan
Mencuci tangan baik saat merawat tali pusar saat belum lepas maupun saat sudah lepas adalah hal yang penting untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika mencuci tangan, pastikan ibu menggunakan cairan antiseptik. Tujuannya untuk membunuh kuman dan bakteri yang bisa menimbulkan infeksi.

2. Bersihkan dengan Air Hangat
Membersihkan dengan air hangat adalah cara yang juga bisa dilakukan untuk membuat tali pusar cepat terlepas. Nah, ketika sudah terlepas, membersihkan area sekitar pusar dengan air hangat akan mencegah terjadinya infeksi.

3. Membersihkan dengan Antiseptik
Selain menggunakan air hangat, perawatan setelah tali pusar terlepas juga bisa Anda lakukan dengan menggunakan antiseptik. Sudah jelas, penggunaan antiseptik ini untuk mencegah resiko timbulnya infeksi pada pusar yang baru lepas tersebut.

Memiliki bayi adalah impian bagi semua orang tua. Ketika sudah memiliki bayi, Anda sebagai orang tua juga harus benar-benar memperhatikan perawatan bayi Anda, bahkan sejak bayi baru lahir. Banyak hal yang harus diperhatikan saat merawat bayi yang baru lahir ini.

Bayi baru lahir memang sangat sensitif sehingga diperlukan perawatan khusus. Apalagi perawatan pada tali pusarnya. Tali pusar pada bayi yang menjadi sumber makanan untuk bayi selama di kandungan juga harus diberi perawatan yang lebih seperti yang dijelaskan di atas.

Nah, tips perawatan tali pusar bayi agar cepat kering dan tidak menimbulkan infeksi serta bagaimana perawatan setelah tali pusar tersebut lepas sudah dijelaskan di atas. Semoga penjelasan tersebut bisa memberikan informasi lebih banyak bagi Anda para ibu.

10 Cara Perawatan Tali Pusar Bayi agar Tetap Sehat dan Kering