Bayi Tidur Tengkurap, Hati-Hati! 5 Bahaya ini Mengintai

Ada beberapa posisi tidur yang menjadi favorit bayi yaitu terlentang, miring dan tengkurap. Namun, posisi bayi tidur tengkurap menjadi yang paling favorit diantara ketiga posisi yang lainnya. Bayi lebih senang tidur dengan posisi membalikkan badan ke belakang dibanding posisi lainnya.

Posisi tidur tengkurap akan membuat bayi merasa nyaman sehingga mereka dapat tertidur dengan nyenyak. Bayi yang tidur dengan posisi tengkurap tidak akan mudah kaget dan terbangun. Namun, dibalik kelebihannya tersebut, ada beberapa kelemahan dari posisi bayi tidur tengkurap.

bahaya bayi tidur tengkurap, bayi tidur tengkurap, bayi tengkurap tidur, bayi tidur telungkup, bayi tidur, bayi imut, resiko bayi tidur telungkup

5 Bahaya Akibat Posisi Bayi Tidur Tengkurap
Tidur merupakan kegiatan yang sangat penting untuk bayi. Ketika bayi tertidur, maka hormon pertumbuhan dan perkembangan akan menjadi sangat aktif dan aktivasi berbagai organ akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, waktu tidur bayi lebih lama dibandingkan orang dewasa.

Posisi tengkurap merupakan posisi tidur yang paling disukai oleh si kecil. Sebagai orang tua pasti Anda sering melihatnya tidur dengan posisi ini. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui kelebihan dan dampak yang ditimbulkan dari posisi bayi tidur tengkurap.

Kebanyakan orang tua tidak mengetahui dan memahami dampak yang ditimbulkan dari bayi yang sering tidur dengan posisi tengkurap. Padahal setidaknya terdapat 5 bahaya yang dapat ditimbulkan akibat bayi terlalu sering tidur dengan posisi membalikkan badan ke belakang.

Baca juga:
Bayi Tidur Tanpa Bantal, Ini 12 Manfaat dan Resiko yang Muncul 
6 Posisi Tidur Bayi yang Benar dari Usia 0 - 9 Bulan
Bayi Tidur Pakai Bantal Dewasa, 7 Masalah Ini Bisa Timbul

Sebagai orang tua, Anda harus mewaspadai bahaya yang ditimbulkan akibat bayi terlalu sering tidur dengan posisi tengkurap. Berikut ini akan dipaparkan 5 bahaya yang dapat ditimbulkan akibat bayi tidur tengkurap.

1. Terganggunya Pernapasan Bayi
Ketika seorang bayi tidur dengan posisi tengkurap, maka semua sistem pernapasan termasuk hidung berada di bawah dan akan bersentuhan langsung dengan alas tidurnya. Posisi hidung yang berada di bawah dapat membuat bayi sewaktu-waktu mengalami kesulitan dalam mengambil nafas.

Posisi bayi tidur tengkurap akan menekan bagian rahang. Selain itu, dalam posisi tidur tengkurap bagian dada dijadikan penopang utama sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya sesak nafas pada bayi.

Orang tua harus dapat mengenali tanda-tanda ketika anaknya mengalami sesak nafas.  Apabila Anda ingin mengatasi permasalahan ini, maka dapat menggunakan alas tidur yang lebih nyaman sehingga tidak akan mengganggu  proses pernapasan bayi.

2. Bayi Mengalami Kekurangan Oksigen
Posisi bayi tidur tengkurap menyebabkan beberapa organ seperti dada, perut dan hidung berada di bawah. Kondisi yang demikian dapat menyebabkan peredaran oksigen pada bayi menjadi terhambat sehingga dapat menurunkan kinerja otak.

Selain itu, posisi tidur tengkurap dapat membuat bayi menghirup karbondioksida karena udara yang telah dia keluarkan dapat terhirup kembali. Hal tersebut dapat membuat bayi kekurangan oksigen dan mengalami gangguan pernapasan.

3. Kerja Jantung Menjadi Berat
Posisi tidur dengan berbalik ke belakang atau tengkurap menjadi perdebatan di kalangan para medis, namun kebanyakan dari mereka tidak menganjurkan terlalu sering tidur dengan posisi tersebut. Jika seorang bayi sering tidur dengan posisi tengkurap, hal tersebut dapat menurunkan kinerja jantung.

Posisi jantung yang berada di bawah, akan membuat organ tersebut tertindih. Selain itu, jantung harus menopang badan yang berat dalam posisi tersebut sehingga kinerja jantung menjadi terbatas. Aliran udara yang masuk dan keluar jantung akan terganggu.

4. Rasa Sakit dan Kelelahan
Bayi dapat tertidur dengan nyenyak ketika tidur dalam posisi tengkurap. Namun ketika bayi tersebut terbangun, dia akan menjadi lebih rewel. Hal itu terjadi karena posisi bayi tidur tengkurap tersebut dapat membuat tubuhnya mengalami rasa sakit dan kelelahan.

Ketika posisi bayi tidur tengkurap, sirkulasi darah menjadi tidak lancar karena bayi tidak leluasa untuk menggerakan tubuhnya sehingga membuat badan bayi menjadi sakit dan mengalami kelelahan. Namun ketika merasakan hal itu, seorang bayi hanya mampu menangis dan menjadi rewel.


5. Mengalami Gangguan Sistem Saraf
Posisi tidur dengan membalikkan badan ke belakang, tidak hanya membuat beberapa organ tertindih. Akan tetapi, posisi tersebut juga dapat menyebabkan saraf bayi tertekan dan terjepit. Selain itu, posisi bayi tidur tengkurap dapat membuat saraf bekerja dengan berat.

Kondisi dimana saraf bayi tertekan dan terjepit tidak boleh berlangsung terlalu lama karena hal tersebut dapat menyebabkan sistem saraf tidak dapat bekerja dengan baik. Apabila hal tersebut terjadi, maka perkembangan saraf anak Anda akan terganggu.

Tidur bayi dengan posisi tengkurap memang memiliki beberapa dampak negatif dan dapat berbahaya bagi bayi Anda. Akan tetapi, posisi tersebut dapat menjadi tidak berbahaya bagi bayi Anda seiring dengan berjalannya waktu.

Tips untuk Bayi Tidur Tengkurap
Setiap orang tua tentulah menginginkan bayinya memiliki tumbuh kembang yang baik. Namun kerap kali orang tua merasa khawatir ketika bayinya sering tidur dengan posisi tengkurap karena mereka mengetahui dampak negatif dan positif posisi tidur tersebut.

Ada banyak kasus dimana bayi tiba-tiba meninggal ketika tidur dalam posisi tengkurap. Hal ini menambah kekhawatiran para orang tua yang memiliki bayi sering tidur tengkurap. Berikut ini akan dipaparkan beberapa tips untuk bayi yang sering tidur dengan posisi tengkurap.

1. Lakukan Pengawasan Ketika Bayi Tidur Tengkurap
Sebetulnya pengawasan pada bayi tidak hanya dilakukan pada saat bayi tertidur dengan posisi tengkurap saja. Akan tetapi, bayi yang tidur dengan posisi tengkurap memang membutuhkan pengawasan khusus karena dikhawatirkan tiba-tiba bayi mengalami kesulitan bernapas.

2. Batasi Waktu Tidur Bayi dengan Posisi Tengkurap
Apabila Anda hendak mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi pada bayi ketika tidur dengan posisi tengkurap, maka hal yang dapat dilakukan yaitu dengan membatasi waktu tidur bayi ketika dalam posisi tersebut.

Waktu yang diberikan kepada bayi untuk tidur dengan posisi tengkurap cukup 30 menit. Setelah 30 menit berlalu, maka Anda harus membalikkan badan si kecil dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.

3. Pastikan Hidung Bayi Tidak Tertutup Apapun
Ketika bayi Anda tidur dengan posisi tengkurap, maka sangat penting untuk memastikan hidung bayi tidak tertutup apapun karena hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya pernapasan si kecil. Bayi akan mengalami kekurangan oksigen apabila hidungnya tertutup oleh sesuatu.

4. Jangan Memaksakan Bayi untuk Tengkurap
Apabila bayi dipaksa untuk tidur dengan posisi tengkurap dan bukan atas kemauannya sendiri, maka bayi akan merasa tidak nyaman sehingga tidurnya menjadi tidak nyenyak. Padahal sebagai orang tua, Anda cukup mengawasi dan memperhatikannya saja. Biarkan dia tengkurap dengan sendirinya.

5. Hindari Kasur yang Terlalu Empuk
Kasur yang keras tidak baik untuk bayi, namun kasur yang terlalu empuk juga memiliki dampak negatif. Kasur yang terlalu empuk dapat mengganggu jalannya pernapasan bayi. Oleh karena itu, gunakanlah kasur ideal yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk untuk bayi Anda.

Tips Menidurkan Bayi yang Aman
Cara menidurkan bayi yang salah sering menjadi penyebab kematian mendadak. Kebanyakan dari mereka yang baru menjadi seorang ibu tidak mengetahui bagaimana cara menidurkan bayi yang aman. Oleh karena itu, berikut ini akan dipaparkan tips menidurkan bayi yang aman.

1. Tidak Menaruh Benda Apapun di Sekitar Bayi
Semua benda yang kiranya dapat mengganggu tidur bayi Anda harus dijauhkan, baik itu bantal ekstra, boneka, guling dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan karena benda-benda tersebut akan membuat tidur bayi Anda menjadi tidak nyenyak. 

2. Kasur Bayi Tidak Terlalu Empuk
Sebagai orang tua tentu Anda ingin si kecil dapat tidur dengan nyenyak. Apabila Anda memberikan kasur empuk sebagai alas tidur dengan harapan agar si kecil dapat tidur dengan nyenyak, maka hal tersebut adalah salah karena kasur empuk justru membuat bayi merasa tidak nyaman.

3. Mengatur Kondisi Suhu Ruangan
Suhu ruangan harus diatur pada suhu ideal agar tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Apabila suhu ruangan ideal, maka bayi Anda akan merasa nyaman sehingga dapat tertidur dengan nyenyak. 

4. Baju Bayi Harus Nyaman dan Tidak Berlebihan
Baju yang nyaman akan membuat bayi dapat tidur dengan tenang, Sedangkan baju yang tidak nyaman dan berlebihan akan membuat si kecil menjadi gerah, risih dan susah tidur. Jika hal tersebut terjadi, tentulah Anda juga yang akan kerepotan.

Pada dasarnya, terdapat beberapa bahaya yang dapat terjadi akibat dari posisi bayi tidur tengkurap. Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya dan pengawasan terhadap si kecil.

Bayi Tidur Tengkurap, Hati-Hati! 5 Bahaya ini Mengintai